Selasa, 05 Januari 2021

Menyegarkan



Kabut Tebal Menyertai

Rasa Dingin

Menusuk Ruas Ruas Tulang


Memejamkan Mata Sejenak

Oksigen Disekitarku

Masih Belum Habis

Atas KehendakNya


Kulipatkan Tangan

Kurasakan Darah Yang Mengalir

Hangat Ditubuhku


Lagi-lagi

Kuhadirkan Engkau

Atas Relung Terdalamku


Tiada Yang Membandingiku

Laa Haula Wa Laa Kuwwata Illa Billahil'aliyyil 'Adzim



Senin, 04 Januari 2021

Hari Amal Bakti Kemenag 2021



Hari amal bakti ke 75 Kemenag 2021, berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu mengikuti upacara. Namun, kali ini sangat berbeda. Kita tetap melaksanakan upacara dengan sistem virtual.

Ada beberapa hal yang saya tangkap di dalam sambutan oleh Bapak Menteri Agama  Yaqub Cholil dengan tema amal bakti ini adalah "Indonesia Rukun". Rukun dengan umat beragama, dan pengembangan toleransi antar agama.

Hal tersebut tidak bisa tercipta oleh satu atau dua orang. Maka semua orang harus saling menghormati. Sebagai negara dan bangsa yang beragama kita harus menerapkan kerukunan dan toleransi tanpa mengusik akidah agama masing-masing.

Kemudian, dalam penutupnya kita semua harus tetap optimis dan selalu berdoa dan menjaga kesehatan dalam menghadapi cobaan besar Covid 19 yang hampir satu tahun dimuka bumi ini. 



Minggu, 03 Januari 2021

Semester Genap


Berkaca-kaca

Karena Merindu 

Kangen dengan Suasana 

Riuh Ramenya Mereka


Diskusi 

Bercengkrama

Presentasi

Tanya Jawab


Benar Kangen

Benar Sangat Rindu

Lari Kesana Kemari

Suara Teriakan Senam 


Ayolah Cepat Berlalulah 

Pandemi Di Muka Bumi Ini

Kami Kita Merindu

Sekolah


Sentilan Manja



Kebahagian seseorang tidak bisa diukur dengan ukuran kebahagianmu. 

Jangan pernah kau samakan bahagiamu dengan bahagianya orang lain.

Belajar berbicara tanpa menyinggung dan membandingkan pada suatu hal yang tidak pada tempatnya. 

Berfikirlah terlebih dahulu sebelum berbicara. 

Lalu, lihatlah lawan bicara kita, tempatkan dirimu diposisi yang tepat.


Berdasi Tapi Tak Berhati



Tas Mengkilap

Sepatu Mengkilap

Mobil Mewah

Tak Kenal Brand Murah


Berdasi Tapi Tak Berhati

Peduli Diri Sendiri

Tak Pernah Lihat Diri

Demi Kemewahan Hakiki


Ah

Sudah

Rempahan Rengginang

Tak Pernah Terdengar 

Oleh Tebalnya Gedung Mewah

Tempat Kau Singgah


Tapi Tetap Kuserukan

Jangan Kau Lukai

Kepercayaan Kami

Berdasilah 

Tanpa Menghilangkan Hati Nurani

Bungkam

 


Sinis

Malas

Lirikan

Diam

Puncak Ketidak Pedulian

Puncak Ketidak Seimbangan

Puncak Ketidak Normalan

Puncak Ketidak Cocokan



Lagi Lagi

Bungkam

Acuh

Cuek

Terserah

Ujung Dari Perpecahan

Ujung Dari Perselisihan

Ujung Dari Perpisahan



Seenaknya Mulut Bersuara

Tak pernah Memperhitungkan

Susunan Huruf Menjadi Kata Kalimat

Yang Sangat Sangat Perih Didengar



Telinga

Mata hati

Perasaan

Tak sama Sepertimu

Seenaknya Kamu Hidup

Di atas Penderitaan Kami



Sudah

Cukup

Terserah

Bungkam Diam 

Adalah Jalan Emas



Biar Saja

Tidak Ada Artinya

Karena Kamu Seenaknya

Tanpa Peduli Jungkir Balik

Kita Semua


Jumat, 01 Januari 2021

2020 ke 2021


31 Desember 2020, di penghujung tahun ini, saya masih diizinkan merasakan nikmat yang luar biasa. Sehat dhohir maupun batin adalah anugerah dari Allah yang luar biasa. Maka kita wajib mensyukurinya dengan banyak-banyakin ibadah dan kegiatan yang harus positif. Sebagaimana bukti rasa syukur kita kepada Sang Pemberi Sehat yaitu Allah SWT.

Saya sedikit berbagi pengalaman di malam 31 Desember 2020 penghujung tahun 2020. Bertepatan dengan ulang tahun ke dua pernikahan saya dan suami. Memang, malam pergantian tahun di keluarga kami tidak ada namanya pesta kembang api, bakar-bakar daging atau keluar malam. Biasanya keluarga kami hanya masak menu sederhana dan dimakan bersama di rumah. 

Makan bersama seperti biasa. Pada waktu itu setelah magrib umi dan saya pesan tiga rujak dan tiga punten. Kita pesan ditempat yang sudah menjadi langganan kami, hanya lewat WA saja, pesanan siap diantar sampai ke rumah.

Kemudian pesanan sampai, ramai-ramai semua keluarga makan bersama. Karena pecinta rasa pedas, ya sudah ukuran pedas seperti biasa. Makanlah bersama sambil ngobrol kecil antara saya, suami, abah, umi dan adik. 

Setalah ngobrol dan makan selesai, kita melanjutkan kegiatan rutin kita ya berjamaah sholat isya di masjid. Kemudian pulang, sekedar menonton TV, mainan HP, dan umi yang melanjutkan membuat kerajinan. Alhamdulillah kondisi semua keluarga sangat sehat.

Tibalah saatnya istirahat, pada waktu itu memang cuaca agak panas. Tetapi, saya memutuskan untuk tidur tidak memakai kipas angin. Tidurlah untuk istirahat sekitar jam 21.30 WIB.

Tiba-tiba kebangun pukul 23.00 WIB apa yang terjadi. Tubuhku aneh, dan saya bangun untuk duduk sejenak, tiba-tiba sudah tak tertahan lagi. Saya lari ke toilet, muntah sejadi-jadinya. Hampir tujuh kali saya bolak balik toilet kamar muntah dan muntah lagi.

Suami dan saya pun terjaga sampai pergantian malam tahun baru 2021. Badan lemas total, karena perut yang tidak bisa dikompromi, isinya terkuras habis dan kosng. Di isi air sedikit saja, muntah kembali. Masyallah, dibuat tidur pun demikian, maka tidurnya sambil nyenden. Bersandar di tembok dengan setengah duduk.

Subhanallah, terjaga sampai dini hari. Nikmat yang luar biasa bisa merasakan sakit demikian. Sambil banyak istighfar dan berdoa mengiringi gerimis pergantian malam tahun baru kali ini.

Selamat tahun baru 2021, syukuri yang sudah kita capai ditahun lalu, koreksi untuj menjadi insan yang lebih baik, banyak doa semoga segala hal yang baik terkabulkan kebarokahan menyertai. Dan yang terpenting adalah jaga kesehatan. Dan semoga coronces segera pergi sejauh mungkin dan tak usah kembali.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...