Selasa, 12 Januari 2021

"Sadis"

 


"Sadis"

Sa= sabar

Dis= disiplin

Sabar Disiplin. Dua kata yang ringan, tapi berat untuk diamalkan. Sebenarnya seberat apa keduanya? 

Siapapun akan merasa berat jika tanpa didasari niat dan tekat yang kuat. Keduanya adalah sifat terpuji. Jika kita mampu melaksanakan, sudah jelas akan dicatat sebagai amal kebaikan. 

Tentu tanamkan niat yang kuat terlebih dahulu. Lalu buktikan dengan melakukannya dalam segala aktifitas dan kegiatan kita. Karena ada niat yang kuat, akan kurang jika tanpa melakukanya.

Sadis atau sabar disiplin harus dimulai dari diri sendiri. Sabar dalam menghadapi segala keadaan. Baik itu keadaan enak maupun keadaan tidak enak.

Kadang kita lupa, saking enaknya keadaan atau situasi yang kita dapatkan yang hilang kendali akhirnya lupa bersyukur. Naudzubillah. Jadi saya rasa porsi senang atau sedih harus kita tempatkan pada posisi yang pas. Senang sewajarnya, sedih pun kalau bisa juga sewajarnya. Lalu jangan lupa menata hati untuk sabar dan selalu bersyukur.

Disiplin, karakter yang satu ini harus dibentuk sedini mungkin. Dibangun dengan sebuah kebiasaan-kebiasaan kecil. Banyak contohnya, seperti waktu atau jam makan.  Sebagian besar dari kita jam atau waktu makan itu setiap harinya tidak sama. Mulai dari sarapan, makan siang atau makan malam. Kadang melompat-lompat tidak jelas atau bahkan saking padatnya kegiatan lupa akan jam makan. Tentu hal ini tidak baik. Nah, bagaimana cara kita bisa disiplin waktu makan? Dibutuhkannya komitmen dalam diri untuk memulai disiplin.

Disiplin juga bagian dari keistiqomahan atau "ajeg" atau tetap. Sudah banyak dari kita yang faham dan sering mendengar bahwa "alistiqomatul 'alamatul karomah". Bahwa keistiqomahan atau disiplin itu akan membawa pada kebaikan. 

Oleh karenanya mari, kita belajar bersama untuk lebih sabar dengan luasnya hati dalam segala keadaan. Belajar disiplin untuk diri kita dalam segala hal. Berusaha menjadi orang yang in time dari pada on time.

Minggu, 10 Januari 2021

Tak Mau Sendiri



Aku

Kamu

Tak Akan Mampu

Hidup Sendiri


Sekalipun Kau Meninggalkan

Dunia Fana Ini

Pasti Butuh

Orang Lain


Jangan

Sesekali Kau Tinggikan

Sikap Egoismu

Rasa Serba Bisamu


Hingga Lupa

Akan Susunan Asal Tubuhmu

Mari Lebih Bertafakur

Siapa Kita Sebenarnya


Sabtu, 09 Januari 2021

Cinta



Berdebar

Tiada Henti

Melirik Malu

Akan Senyum Indahmu


Berdebar 

Darah Mengalir Begitu Hebat

Dingin Diujung-ujung Tangan

Melihat Langkahmu 

Menuju Kepadaku


Secepat Kedipan Mata

Kau Berdiri Tegap

Tepat Dihadapku

Begitu Khas

Akan Wangimu


Cinta

Kehadiranmu

Begitu Indah

Akanmu

Dunia Terasa 

Milik Berdua


Rewel


Rewel

Dilarang Beralasan

"Alas" Dalam Bahasa Jawa Itu Hutan

Dan Hutan Itu Luas

Lalu Masihkah Rewel Tak Boleh Beralasan


Rewel

Mencari Perhatian

Coba Buka Telinga

Dengan Lebar

Dengarkan Suara Hati


Rintihan

Kesakitan

Menangis Tersedu

Akanmu

Kamis, 07 Januari 2021

Motivasi



Zaman Semakin Maju

Dan Waktu Terus Melaju

Tanpa Memandang Kualitas

Dan Kuantitas 

Serta Komunitas


Tugas Utama Selalu Menanti

Untuk Selalu Berinovasi


Tekuni Hal Baru

Yang Kamu Ahli

Ambil Kesempatan

Yang Bersifat Membangun

Jangan Malu


Bangun Relasi

Bangun Kepercayaan Diri

Untuk Pengembangan

Dan Kualitas Diri


Lalu Jangan Lupa

Menularkan Dan

Berbagi


Sajak Ibu



Segala Keringatnya

Serta Tetes Air Matanya

Bukti Perjuangan

Serta Pengorbanan

Demi Darah Gadingnya


Angin Berhembus Kencang

Panas Membakar

Tak Dia Hiraukan

Demi Buah Hatinya


Keringat Deras Mengalir

Dingin Menyertai

Sekalipun Nyawanya Hilang

Tak Pernah Ia Pedulikan


Tak Akan Bisa Membalas

Semua Jerih Payahmu

Hanya

Setiap Hembusan Nafas

Dan Sujudku Doa Kupersembahkan

Untukmu Ibu


Kumemohon dan Meminta

Kepada Tuhan

Jaga Dan Lindungi Ia

Sehatkan dan Kuatkan Ia

Serta Tak Henti Mendampingiku

Jangan Terus Menyalahkan



Cermin
Pantulan Dirimu
Sepantas Apa
Hati dan Parasmu

Tunjuk Dengan Jarimu
Jangan Terus Menyela
Lalu Menyalahkan
Lelah
Tak Pernah Benar Dihadapmu

Cermin
Tunjukkan Realita
Meski Dirimu Maya

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...