Minggu, 07 Februari 2021

Nikmat Yang Tak Terhingga



Di Setiap Hembusan Nafas

Terlimpah Segala Kenikmatan

Tanpa Alat Bantu


Di Setiap Langkah Kaki

Tercurah Segala Kenikmatan

Yang Dapat Menentukan Arah


Di Kedua Tangan Ini

Menengadah Meminta

Memohon Atas RidhaMu


Di Setiap Cahaya Mata

Terpancar Segala Kebesaran

Atas NamaMu


NikmatMu Selalu Bertubi-tubi

Rahman RahimMu Selalu Memanyungi

Meneduhkan Dan Menundukkan

Menyadarkan

Bahwa Diri Ini Adalah Kosong

Sabtu, 06 Februari 2021

Sebentar

 


Seakan Penuh

Segala Isi Otak

Dengan Segala 

Hiasan Sementara 

Keduniawian


Peristiwa

Kejadian Hingga

Perkara-perkara

Terus Berdatangan

Tanpa Tahu Kapan Berhenti


Sibuk

Dengan Hiruk Pikuk

Meminta Untuk Diakui

Kesamaan 

Dan Kelasnya


Jangan

Dipaksakan

Karena Semua Itu

Hanya Sebentar

Dan Sementara

Kamis, 04 Februari 2021

Februari



Bulan Unik

Kabisat

Biasa Orang Menyebutnya


Identik Warna Cinta

Merah Merona

Merah Muda


Simbol Rasa Manis

Coklat Bertebaran

Di Pusat Perbelanjaan


Meskipun Februari Akan Berlalu

Cinta Dan Manismu Kepadaku

Akan Selamanya Abadi

Buntu Ide


Ternyata saya sempat mengalami kebuntuan ide dalam menulis. Kayaknya semua sudah pernah saya tulis, gumam dalam hati, dengan angkuhnya diri ini. Hem...perlu di cubit deh. Yah, kebuntuan menulisku kali ini, terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor.

Faktor utama adalah memang diri sendiri. Seperti halnya pertanyaan sederhana. Misalnya, saya mau menulis apa tidak? Kalau mau ya laksanakan. Jangan hanya ngelamun dan berfikir apa yang ditulis. Apapun yuk di tulis. Sekalipun daftar belanjaan. Hehhe

Padahal kegiatan menulis itu saya akuhi satu hal yang sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang saya temukan. Dan pengalaman menarik dapat saya rasakan. Karena dengan menulis itu, salah satunya bisa jadi sendiri, membuat pola fikir makin luas dan yang lebih luar biasanya, tulisan itu merupakan jejak rekaman diri kita sendiri.

Seperti momen kali ini, kenapa saya harus menulis topik ini. Pasti ada kejadian-kejadian tersirat atau tersurat yang telah terjadi. Iya karena buntu ide. Terus semangat menulis pokoknya.

Fighting

Selasa, 02 Februari 2021

20 Jumadil Akhir

 


Sering dari kita hanya menyebutkan bulan-bulan kalender masehi. Tanpa memperhatikan bahkan menghafal bulan kalender hijriah. Padahal di kalender hijriyah tersebutlah kita akan banyak belajar. Salah satunya hari ini,  bertepatan dengan tanggal, 20 Jumadil Akhir. Iya dimana tanggal tersebut mungkin sebagian dari kita belum tahu.

Bertepatan di 20 Jumadil Akhir tahun 1442 Hijriyah ini, yakni hari untuk memperingati Maulid Sayyidah Fatimah R.A. Sudahkah kita kenal beliau? Dan seberapa dalam kita mengenalnya? Coba kita ingat-ingat sosok salah satu wanita yang mulia ini.

Iya, beliau adalah putri dari Sang Idola kita, yang kita nanti-nanti syafaatnya kelak, yakni Nabi Muhammad Saw. Kita tahu beliau mempunyai putri bermana Sayyidah Fatimah dari istri Rasul yang pertama yakni Khadijah.

Beliau adalah sosok putri yang mulia, sifatnya yang sama dengan ayahandanya. Salah satunya, Sayyidah Fatimah mempunyai hati yang sangat lembut, selalu memaafkan kesalahan orang lain. Hatinya tidak pernah terbesit atau bahkan menyimpan kebencian. 

Sayyidah Fatimah tidak pernah berdusta, tidak pernah berkata kasar dan tidak pernah mengucapkan perkara-perkara keburukan. Beliau justru sangat menerima nasehat dari orang lain, selalu memaafkan. Kadang kala beliau diberlakukan buruk oleh orang lain. Tetapi beliau hadapi dengan kelembutan serta kesabaran tanpa menyimpan rasa dendam.

Beliau adalah salah satu wanita yang ahli surga. Beliau mempunyai gelar salah satunya Al Batul. Karena beliau tidak memiliki masa haid. Sehingga beliau juga disebut sebagai Haura Insiah atau manusia bidadari. 

Sekilas tentang beliau sosok Sayyidah Fatimah binti Rasulullah Muhammad saw. Sudah wajib bagi kita khususnya perempuan mengidolakan, meneladani beliau. Menjadi perempuan yang pemaaf, lemah lembut dan tidak berkata kasar bahkan menyimpan keburukan. Semoga kita bisa meneladani beliau.


Senin, 01 Februari 2021

SEVEN YEARS AGO

 


Ternyata, jaman dibangku kuliyah pun, terhitung masih mahasiswa baru di semester tiga pernah ikut lomba pidato. Dan arsip teksnya juga masih rapi. kulihat detail file dokumen ternyata, 25 November 2013. Tujuh tahun yang lalu. sungguh pengalaman yang sangat luar biasa. Tapi, saya sendiri lupa, apakah mendapat juara atau tidak. Nah, saya sedikit berbagi tulisan Pidato saya di tujuh tahun yang lalu sebagai berikut:

NAMA                                    : FILZATUN NAFSI

JURUSAN/ SEMESTER       : ICP PGMI/3

TEMA                                     : MASA DEPAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

 

صرف الهمم, نحو رب الآمم, سبيل النجح و سر الفلاح, سلا م الله عليكم

السلا م عليكم و رحمة الله وبر كا ته

الحمد لله مجر الر ياح, ومسخر السحا ب,غا فر الذنب لمن اليه  اناب, احمده سبحا نه وتعا لى وهو الكريم التوا ب صلاة وسلا ما دا ءمين متلا زمين الى يومالدين على سيدين محمد وعلى اله وصحبه الذين أولولالباب هما بعد

Tiada arah yang pasti dalam melangkah

Tiada angin yang berhembus kencang

Tiada daun jatuh berguguran tanpa izinNya

Ungkapan syukur tiada tara kami sembahkan kepadaMu Sang Penguasahi Alam

الله عز وجل )Allahu’azzawajalla(.

Harumnya bunga bak surga yang telah lama menyihir hati

Dalam setiap hembusan nafas umatnya

Kerinduan semakin dalam sosok idola yang takkan pernah tergantikan

Dengan seruan

الهم صلى على سيدين محمد  )Allahummasolli’ala Muhammad(.

Semoga kita termasuk umat yang mendapat syafaatnya kelak di yamul akhir

Amin….Yang kami hormati dewan juri serta hadirin yang berbahagia.

Berbicara tentang negara kita Indonesia sudah jelas, negara kita adalah Negara yang menjungjung tinggi agama. Dan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan telah menempati no.4 termasuk Negara muslim terbesar di dunia. Memiliki tujuan yang pasti dalam menentukan arah bangsa, terutama dalam bidang pendidikan Islam. Gencarnya kurikulum baru, yaitu 2013 dan pendidikan yang berkarakter merupakan langkah awal untuk menghasilkan generasi muda yang maju, tangguh, dan berkualitas.

Kemudian generasi seperti apakah yang akan membangun Indonesia ke depan, yang di harapakan oleh bangsa untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Apakah seperti yang sekarang ini yang KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME merajalela dan seakan sudah hal biasa terjadi. Dan orang-orang yang melakukan seakan tidak jera. Apakah seperti itu ? “Na’udzubillah “ tentunya TIDAK!

Hadirin Rohimakumullah

Berdirinya madrasah-madrasah mulai tingkat dasar, menengah, atas sampai perguruan tinggi Islam adalah jalan untuk mewujudkan suatu pendidikan Islam yang akan menghantarkan generasi muda Islam di Indonesia, kita tahu pendidikan adalah tombak utama, modal utama, yang menjadi perhatian nusantara hingga luar negeri khususnya pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Di zaman globalilasi, seperti sekarang ini, zaman yang semakin mudah dalam mendapatkan informasi apapun, peran pendidikan Islam adalah sebagai agen penyelamatan dan pencerah hidup bangsa ke depan. Dengan berpedoman Al Quran dan Hadist yang mendorong bangsa Indonesia yang akan lebih sadar untuk menjadi umat yang berkualitas, berilmu, beriman, dan yang terpenting adalah kesalihan akhlak yang tinggi.

Hadirin yang di rahmati Allah

Islam adalah agama yang paling menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan orang yang mencarinya sebagaimana di sebutkan dalam surah Al Mujadalah ayat 11

ير فع الله الذ ين أمنوا منكم والين أتوا العلم در جات

Artinya : “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat"

 

Dan  Rasulullah telah bersabda

أطلب لعلم الى المهد الى لهد

Atinya : “carilah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat”

Dari Hadits di atas sudah jelas bahwasannya ilmu adalah modal utama, perisai kekuatan, yang akan melindungi pemiliknya dari kehancuran. Ilmu pengetahuan tanpa agama ibarat pohon yang tanpa akar dan juga sebaliknya, sehingga pendidikan Islam di Indonesia akan berjalan dengan lancar jika perkembangan tehnologi dan juga perkembangan informasi berjalan secara seimbang. Selain itu perlulah mengadakan pendekatan yang merujuk pada Al Quran dan Assunah yang mengedepankan aspek akhlak, mengembangkan fondasi aqidah spiritual yang kuat sebagai sentral keyakinan seseorang. Maka akan di peroleh generasi Islam Indonesia yang sadar sebagai fitrah dan mampu mengembangkan amanah untuk Indonesia ke depan, dan Indonesia akan menjadi Negara yang

بلد ة طيب ورب غفور

Aminn Ya Robbal’alamin…

Hadirin yang berbahagia

Kesimpulannya adalah pendidikan Islam yang sudah ada marilah kita kembangkan dengan semaksimal mungkin, dengan segala aspek kehidupan sesuai berkembangnya zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai akhlak dan spiritual.

Hadirin Rohimakumullah, demikian al faqir menyampaikan isi pidato, semoga bermanfaat bagi kita semua, apabila ada salah kata semoga masih bisa di benah dan apabila suatu kebenaran itu semata dari Allah SWT.

 

ثم السلا م عليكم ورحمة الله وبر كل تة


 

 

SIX YEARS AGO


 

Biarkan Berakhir Dengan Indah Semua Ini

Ketika Aku Melihatmu

Di Dunia Itu

Merasakan Kedaimaian

Yang Tiba-Tiba Merasuk Dalam Qalbuku

 

Biarkan Cerita Indah Ini

Masih Menjadi Misteri Illahi

Untukku Dan Untukkmu

Sosokmu Bak Damainya Awan Langit Yang Jauh Disana

Akan Warna Biru Indah Nan Bersih

Namun Aku Takut Jika Cintaku Ini

Melebihi Cintaku PadaNya

 

Rahasia Itu Ada

Indah Pada Waktunya

Tibalah Saatnya Nanti

Aku Menemukan Atas Parasmu

Akhlakmu Yang Sesuai Dengan Anganku

Sloganmu Yang Slalu Kau Kumandangkan

Witing Tresno

  

Hadirlah Dalam Hidupku

Atas RidhaNya

Biarkan Aku Mengagumimu

Meski Aku Belum Pantas Untukmu

 

Aku Pun Tersenyum Malu

Jika Aku Melihat Itu

Karana Aku Tahu Allah Tidak Pernah Salah

Meletakkan Tulang Rusukmu

Dan Biarkan Menjadi Misteri Cinta

Yang Sabar Menantinya

 

    Puisi di atas adalah salah satu tulisan dii file "proyek hidupku", ternyata aku pernah menulis puisi galau di tanggal 4 Mei 2014. Di tahun tersebut tentu saya masih menjadi mahasiswa di kota bunga dan kota dingin, yaitu Malang. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...