Sabtu, 13 Februari 2021

Rajab



Bulan Rajab

Dengan Segala Keistimewaannya

Yang Mengharap Keberkahan

Dan 

Ampunan Atas Segala Lumuran Dosa


Bulan Rajab

Engkau Menyunahkan Puasa

Dengan Pahala Yang Engkau Janjikan

Kalimat-kalimat Tayyibah

Membahasi Hati 

Dan

Lesan Ini


Hanya

Semata Karena RidhaMu

Memohon Keberkahan

Serta AmpunanMu

Dan Berharap Akan Bertemu Bulan 

Yang Tak Kalah Mulia 

Yaitu Ramadhan 

Kamis, 11 Februari 2021

Pernah



Rasanya Pernah Lihat

Sekian Tahun Berlalu

Kucoba Buka Kembali

Halaman Memory 

Yang Terhimpun

Cerita-Cerita Baruku


Ah Masih Tak Ingat Juga

Karena Pernah Terluka

Sedalam Itu

Hingga Sekedar Mengingat Saja

Tak Pernah Kuinginkan

Wajar

Tak Pernah Menemukan

Mengunjungi Almari Sederhana



Sore tadi tiba-tiba saya ingin mengunjungi almari sederhana yang hampir tidak pernah tersentuh setiap hari. Iya almari sederhana itu adalah tempat singgah buku-buku mulai dari sekolah dasar sampai bangku kuliah.

Memang tak seindah almari biasanya. Namun di almari sederhana itu, menyimpan banyak sejarah dan menyimpan banyak ilmu.

Awalnya hanya ingin mencari kumpulan buku diary yang sudah saya tulis dari sekolah dasar. Karena memang suka menulis di waktu itu. Lumayan banyak buku diary saya. Ternyata hampir tiga puluh buah. Namun, sebagian sudah saya tidak bisa terbaca, dimakan oleh rayap, berakhir dengan di bakar.

Lalu saya menemukan banyak kitab-kitab, waktu nyantren di Jombang. Dan buku-buku di masa kuliah, yang banyak saya beli, ada sebagian hadiah dari guru, dosen bahkan beberapa teman. 

Herannya, ada  buku itu masih dalam segelan, artinya masih baru dan tentu belum terbaca. Alhamdulillah  di setiap buku tertulis tanggal pembelian atau tanggal pemberiannya. Jadi, dengan sedikit mengingat-ingat momen apa buku itu bisa terbeli atau diberikan sebagai hadiah oleh seseorang. Cukup, senang mengolak alik lagi buku-buku yang ada.

Semoga saya bisa membacanya lagi dan menjadi salah satu inspirasi saya dalam menulis.

Hay Diriku Sendiri!

Jangan Lupa Sempatkan Untuk Membaca

Jadikan Buku-buku Itu Menjadi Jendela Dunia dan Inspirasimu Untuk Semangat Menulis

Keep Fighting Filza

Senin, 08 Februari 2021

Kabar Duka



Kabar Duka

Menyelimuti

Hanya Selisih 

Hitungan Jari

Maut Tak Pandang Bulu


Mengingatkan

Kematian Akan Selalu Terjadi

Hari Ini Kabar Duka

Terdengar Lagi

Hanya Hitungan Jari

Selisih Tiga Hari

Selisih Seminggu

Selisih Sepuluh Hari

Selisih Lima Belas Hari


Semua Tak Luput

Oleh Malaikat

Atas Izin 

Kun Fayakun Nya

Semua Bisa Terjadi

Kepada Setiap Yang Bernyawa


Semoga Husnul Khotimah


Cerita Hari Ini Part 2



Setelah itu saya melanjutkan tujuan ketiga yakni ke kampus IAIN Tulungagung. Iya, masih bersama sepupu kecil saya. Karena ada suatu kepentingan dan bertemu dengan guru, dosen sekaligus inspirator saya.

Sampai di gerbang utama, terlihat banyak mahasiswa parkir-parkir di luar dan duduk di depan gerbang dan ATM. Cuaca hari ini cukup cerah sehingga banyak yang berteduh.

Oke, sesampai di gerbang, ternyata banyak satpam yang sedang menjalankan prosedur. Di tanya satu persatu, ada keperluan apa? Saya mencoba menjelaskannya, kemudian beliau minta bukti WA saya. Ok saya tunjukkan. Prosedur selanjutnya adalah periksa suhu. Suhu saya 36.2 kemudian giliran si kecil 37.00. Aturannya suhu 37.00 tidak diperkenankan masuk. Auto putar balik. Dan sempat telfon suami dan teman juga. Karena, tidak diperkenankan masuk karena suhu si kecil ini.

Setelah saya pikir, mungkin pengaruh dia duduk di depan, dan pengaruh sinar matahari di perjalanan. Benar sih, dia memakai kerudung, tapi dahinya juga kepanasan. 

Kita berfikir seperti itu karena kita semua alhamdulillah sehat. Kemudian kita cari udara dingin alias ngadem dulu di Mall Bravo Tulungagung. Di periksalah suhu kita berdua untuk kedua kalinya. Dan lucunya semua sama-sama 36.04. Si kecil reflek berkata "lo kok berbeda sih kak, suhu badanku". Sambil ngobrol dan belilah es teh, masuk mall, masuk time zone dan duduk di food court. 

Nyusun strategi agar lolos di gerbang kampus. Karena sudah ada janji sama beliau, jika saya WA lagi dan tidak bisa datang alangkah tidak sopannya. Lalu si kecil punya ide yang amat mengejutkan. 

Minta menuju ke kampus lagi. Di depan toko sapu, hampir sampai di gerbang, tiba-tiba dia ambil botol es teh kita. Lalu ia usapkan di wajahnya. Aku melihatnya, sempat bertanya "ngapain sih dek, kayak gitu," dia yang ceriwis menjawab dengan kekhasan dia. "Yo agar pak satpam tahu, aku sehat dan bisa masuk di kampus". Saya terkejut dia jawab demikian. Lalu bismillah mendekat di pak satpam. Dan akhirnya lolos deh. Di lapangan kampus kita tertawa cekikikan. Karena hal lucu kita lalui. 

Lalu menuju kantor beliau. Dan alhamdulillah saya bisa bertemu beliau. Sempat ngobrol kecil. Saya sangat berterimakasih kepada beliau. Saya yang saking senang, saya lupa mengabadikan foto bersama beliau. Sangat disayangkan. Beliau berpesan "semoga manfaat, dan semangat terus dalam menulis". 

Cerita di atas menyadarkan saya, bahwa ketika kita mempunyai cita-cita yang tinggi jangan mudah menyerah. Karena seberat apapun rintangannya, pasti Allah akan memberikan jalan yang tidak terduga kepada kita.

Cerita Hari Ini Part 1


Hari ini ada tiga tujuan dalam satu perjalanan. Dari pagi berangkat untuk piket di sekolah. Sudah dandan ala orang undangan karena tujuan kedua yaitu walimatul'ursy. Saya bersama sepupu saya yang masih kelas satu di Madrasah Ibtidaiyah. Nah kita ke tempat undangannya yakni rumah Bu Ani.

Ketika menuju di tempat undangan, yang paling depan adalah Bu Shely sebagai penunjuk jalan. Karena Bu Shely biasanya jalur yg di lalui yaitu jalur utama, maka kita memutuskan ambil jalur alternatif.

Sedangkan yang tahu jalur alternatif adalah saya dan Bu Azizah. Tapi posisi Bu Azizah di bonceng Bu Ela paling belakang. Sayalah paling depan. Tanpa disangka, di jalur alternatif itu ada orang yang hajatan juga. Saya kira itu adalah tempat hajatannya. 

Kita hampir berhenti dan parkir. Tapi kita sadar, itu bukan tempat yang kita tuju. Karena pernah berkunjung di rumahnya, tidak ada mushola di samping kirinya. Selain itu, hari ini  ada tiga tempat hajatan yang sama  di desa tersebut. Haduh-haduh itulah cerita di dua tujuan saya. Hampir saja salah tempat undangan.

Minggu, 07 Februari 2021

Jangan Ditunda



 "Menunda-nunda pekerjaan sama dengan melamar kegagalan"

Kalimat tersebut diutarakan oleh salah satu guru bahasa Inggris saya. Rasanya seperti hal biasa. Karena tanpa pembuktian pada waktu itu.

Berjalannya waktu memang perlahan saya merasakannya. Sewaktu masih menjadi pelajar contohnya ketika ada PR atau tugas yang harus dikerjakan. Biasanya, ah nanti sajalah, nunggu setelah magrib. Ketemu waktu setelah magrib, berkata lagi tuh hati, ah nanti setelah isya. Acara di TV masih bagus-bagusnya.

Terus dan terus tibalah. Keesokan harinya, padahal tugas itu dikumpulkan di jam pertama di hari itu juga. Kelabakan pasti, sekalipun kita sering mengatakan "The Power Of Kepepet". Bisa dipastikan hasilnya juga tidak akan maksimal.

Saya rasa sama halnya dengan posisi sekarang ini. Apapun profesi kita, jangan sampai menunda pekerjaan, selagi saat ini bisa kita lakukan, sekalipun berat. Harus meninggalkan sesuatu misalnya. Itu sudah bagian dari resiko. Maka harus siap dengan segalanya.

Itulah kita harus sadar seberapa berharganya waktu. Kalau punya keinginan, kemauan untuk berbuat hal baik. Jangan Menundanya, laksanakan saat itu juga. Karena kita tidak pernah tahu, satu detik didepan kita, apa yang akan terjadi.

Keep Fighting

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...