Selasa, 15 Juni 2021

Menggali Potensi



Anak-anak pasti mempunyai potensi emas yang di miliki. Potensi yang memang sejak lahir dia miliki yang biasa kita sebut bakat.

Sebagai orang tua atau guru kita harus bisa mengenal bakat dari anak-anak kita atau anak didik kita.

Banyak cara untuk menggali bakat dari mereka. Salah satunya dengan adanya bakat dan minat yang disalurkan di kegiatan ekstrakulikuler. Ada menari, menyanyi atau paduan suara, marching band, melukis, teater, Pramuka, Qiroah, Sholawat dan masih banyak lagi.

Menurut saya pribadi, anak itu di sekolah diwajibkan mengikuti kegiatan satu ekstrakulikuler yang mereka pilih. Selain sebagai penilaian sebagai pendidik akan semakin tahu arah bakat dari mereka. Lalu apa yang diharapakan dari kegiatan ekstrakulikuler tersebut?

Minimal mampu mengenali bakat yang mereka miliki. Mampu mengembangkan bakat atau skill yang mereka miliki. Nah, jika ada kompetisi wajib kita ikutkan, tanpa harus bingung mencari siapa yang akan mewakili. Kemudian jika ada peringatan acara tertentu mereka bisa ditampilkan. Hal demikian yang sekiranya kecil tapi saya yakin akan membuat mereka senang, dan tentu walinya akan sangat bangga. Yang terpenting melatih mental mereka.

Yuk menggali potensi dengan mengenali bakat terdini lalu mengembangkan dan memolesnya.

Teh Lemon



Kegiatan rutin di pagi hari, setelah subuh jalan pagi sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit. Lanjut bebersih rumah dan dapur, memasak air hingga mendidih. Sinambi menunggu mendidih, kita siapkan wadah teh dan lemon segar langsung dari pohonnya.

Cara dan bahannya pun cukup simpel, diantaranya:

1. Teh

2. Lemon

3. Gula atau Madu (sesuai selera)

4. Air Panas

Cara membuatnya, 

1. Teh dan madu campur jadi satu

2. Cucilah lemon lalu hilangkan ujung atas dan bawah tanpa di kupas

3. Iris lemon tipis-tipis, lalu

4. Campurkan dengan teh dan madu sesuai selera

5. Lalu tuangkan air panas secukupnya

6. Teh lemon siap dinikmati

Teh lemon siap dinikmati dan dihidangkan di pagi hari, sambil bercengkrama bersama keluarga.

Selamat mencoba


Ceker Bledos



Sensasi makan pecinta kuliner pedas memang akan berbeda. Ketika bertemu menu pedas pasti akan lebih excited. Seperti kali ini saya termasuk pecinta kuliner pedas. Suka sekali dengan makanan pedas.

Waktu saya masih di kota Malang, saya berlangganan ceker setan di Jalan Jakarta. Dan itu bukanya mulai pukul sepuluh malam dan harus mengambil antrian. Dan antriannya sangat banyak, semakin malam maka semakin banyak pelanggannya. Dijamin mantab betul rasanya. Mungkin jika pembaca ingin merasakan ceker setan/mercon tersebut bisa berkunjung ke Malang di Jalan Jakarta.

Kali ini saya akan membagikan cara membuat ceker pedas versi saya. Dengan nama menu "ceker bledos". Bledos itu bahasa Jawa yang artinya meledak. Meledak disini saya artika rasanya yang pedas.

Bahan yang harua disiapkan, diantaranya:

1. Ceker ayam 

2. Cabai

3. Bawang merah

4. Bawang putih

5. Garam

6. Daun jeruk

7. Air secukupnya

8. Jeruk nipis

9. Minyak goreng

10. Kecap

Untuk ukuran ceker ayam sendiri bisa menyesuaikan selera, kalau saya biasnya 1,5 kg ceker ayam.

Sekarang bagaimana cara membuatnya?

1. Cuci bersih dan hilangkan kuku dari ceker ayam serta kulit arinya

2. Setelah dicuci bersih perasi dengan jeruk nipis secukupnya

3. Rebus air, jika mendidik masukkan ceker ayam yang sudah dibersihkan tunggu hingga matang dan lunak, sekitar lima belas menitan

4. Setelah direbus ceker ayam hendaknya ditiriskan dengan membuang air rebusannya

5. Lalu panaskan minyak goreng, untuk menggoreng ceker ayam. Kenapa harus di goreng? Karena untuk menambah kegurihan ceker ayamnya.

Ingat ya, ketika menggoreng ceker ayam harus hati-hati, setelah dimasukkan hendaknya ditutup agar minyaknya tidak mengenai kulit kita.

6. Setelah ceker ayam digoreng semua, bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih disiapkan dan cuci.

7. Gorenglah bumbu yang ada. Ingatnya ini menu ceker bledos maka cabainya harus banyak, sesuai ukuran pedas anda. 

8. Setelah digoreng, lalu haluskan tambahi garam dan siapkan wajan bersih untuk menumisnya.

9. Siapkan daun jeruk dan tumis di wajan baru dengan bumbu yang sudah dihaluskan hingga layu.

10. Tambahkan air secukupnya tunggu hingga mendidih dan masukkan ceker ayamnya,

11. Aduk dan campurkan kecap sesuai selera, tutup hingga meresap bumbunya dan harum

12. Silahkan di rasakan kurang garam atau kurang cabai.

13. Biasanya kalau ingin sensasi bledosnya nambah tambahkan cabai hijau, cabai hijaunya boleh di goreng terlebih dahulu lalu campurkan

14. Ceker bledos siap disajikan dengan nasi hangat dan teh hangat.

Selamat mencoba.

Senin, 14 Juni 2021

Waktu



Kau Memutar Sangat Cepat

Jarummu Berdetik Tanpa Henti

Tak Peduli Pada Apa Yang Terjadi


Kau Memberi Kesempatan

Bagi Yang Membutuhkan

Hingga Tersadar


Kapan Menit Itu Terjadi

Di Angka Berapa

Akan Menunjuk


Kamu Berputar Terus Menerus

Dari Angka Dua Belas Siang

Ke Dua Belas Malam


Itulah Kamu Waktu

Dan Setiap Yang Bernafas

Akan Berhenti Di WaktuNya


Jumat, 04 Juni 2021

Sadar

 


Sudah Bosan Rasanya

Mendengar Apalagi Melihat

Tapi Tak Bisa Menghindar

Untuk Apa


Sudah Tak Sanggup

Menghentikan Perbuatan

Karena Kebatuan Hati

Mengapa 


Sudah Ribuan Kalimat

Menjadi Pengingat

Hanya Seperti Yang Lewat

Sadarkan


Sadarkan Dari Keanehan

Sadarkan Betapa Kerasnya Hati

Sadarkan Ketertutupan Informasi

Semoga Sadar

Rabu, 02 Juni 2021

Cukup Diam



Rasanya sudah cukup lama untuk diam. Bukan berarti tidak tahu. Bukan berarti tidak peduli atau bahkan bukan untuk bersembunyi.

Pola, model serta output sumber daya manusianya semakin berbeda. Karena dipengaruhi oleh banyak hal termasuk zaman. Seperti halnya dulu belum ada A, sekarang sudah hampir setiap manusia mempunyai A. Sama dulu orang yang mencari ilmu atau kuliah masih sedikit. Namun dengan berkembangnya zaman, sekarang banyak orang bergelar sarjana. Tentu dari segi keilmuan dan pengalaman akan lebih. 

Sehingga jangan coba-coba untuk menyamakan dengan zaman dulu. Mengapa demikian? Karena jawabannya sudah terlihat yaitu tidak akan sama.

Jadi lihat dan dengarkan inspirasi dari para generasi muda. Kadang dari mereka kita banyak belajar. Minimal meminimalisir rasa ego yg tinggi.

Segalanya termonitor dan itu tidak hanya satu orang. Rasanya tidak percaya mereka yang diam bukan berarti buta. Kehendakmu tidak harus detik itu diwujudkan. Turunkan rasa tinggi hatimu. Jika kamu sadari, kamu bukan apa-apa jika tanpa  mereka. 

Ingat, diam bukan berarti buta.

Diam bukan juga tidak pintar, justru bijaksana menyikapi anda yang seperti besi.

Lelah Menghadapi

 


Aku Punya Hak Untuk Bahagia

Aku Punya Otak Untuk Berfikir

Aku Juga Punya Hati 

Yang Mempunyai Rasa Sakit

Selama Ini

Apa Yang Di Lakukan Pasti Salah

Tangan Jadi Kaki

Kaki Jadi Tangan

Keringat Deras Rasa Lelah

Tak Ada Nilainya

Sedang Darahmu Selalu Benar

Kenapa Harus Berbeda

Perlakuan Dan Caramu

Kenapa

Apa Salahnya Hidup Atas Hakku

Cukuplah Jangan Seperti Ini

Benar-benar Lelah Menghadapi

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...