Rabu, 07 Juli 2021

Baper Candaan



Kita sering mendengar kata baper. Kosa kota baru di era milineal ini. Baper seperti gabungan dua kata yakni baper "terbawa perasaan".

Terbawa perasaan menurut saya kondisi seperti mengikuti rasa yang sama dengan keadaan yang dialami saat itu. Ketika ada candaan yang mengenai dirinya, dia merasa itu dirinya. Jatuhnya seperti tersinggung. Akhirnya muncul kata "wah jangan baper".

Candaan yang dilontarkan oleh teman dekat atau teman sejawat itu perlu. Seperti memberi motivasi baru, memberikan nuansa keakraban, kekompakan dengan kumpulan teman tersebut. Lalu, kenapa harus tersinggung?

Ada kalanya memang candaan atau guyonan itu betul sesuai fakta. Lalu apa yang menjadi masalah, perlu sekali mempersiapkan mental yang baja untuk menghadapi candaan dan guyonan orang.

Jika baper atau merasa tidak nyaman, coba dengarkan mereka berkata dan telaah masing-masing, tanpa di masukkan hati. Masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.

Anggap seperti radio yang sedang berbunyi.

Candaan yang kita terima ada kalanya kita balas juga dengan candaan. Candaan itu ada dua jenis ada candaan yang bohong, candaan yang sesuai fakta. Kalau candaan itu fakta maka terima saja dengan senyuman, tanpa harus mengelak. Kalau candaan itu bohong atau mengarang bawa saja dengan candaan recehnya sehingga menimbulkan ketawa renyah tanpa ada  rasa "baper".

Sebel





Bau Bau Bau

Tidak Sedap Basi

Rasanya Sesak 


Sepet Sepet Sepet

Tidak Sudi Melihat

Rasanya Berat Mata Ini


Mual Mual Mual

Tidak Kuat Menahan

Rasanya Ingin Muntah 

Karena Tak Tahan


Ingin Tidak Melihat

Tapi Tak Bisa Menghindar

Ingin Tidak Membau

Tapi Memang Berbau


Ujung-ujungnya Harus Diterima

Sebel Hanya Bisa Ditampakkan

Tapi Tak Bisa Berbuat Apapun

Apa Kabar Profesional?



Fenomena yang telah terjadi, wanita dengan segala kesibukannya. Jika ingin berkarir pasti akan banyak resiko yang ia hadapi. Karena wanita atau perempuan merangkap sebagai ibu rumah tangga.

Namun, segala aturan yang berlaku ketika dia sudah memutuskan untuk menjadi wanita karir, segala konsekuensinya harus diterima, dijalani dan diolah. Kenapa harus diolah, wanita atau perempuan harus cerdas, multitalent, multitasking dan multifungsi. Sehingga harus bijaksana mengolah segala yang dilakukannya baik di dala lingkungan keluarga, masyarakat atau tempat kerja dan dimanapun dia berada.

Sedikit sharing saja, saya masih ingat betul dulu pernah mengikuti seminar, pengarahan dari salah seorang manager yang hebat, mengatakan ada sebuah kasus, jika seseorang wanita karir ketika bekerja,  sering izin bahkan membuat aturan sendiri dari enam hari kerja dikurangi menjadi empat hari kerja, di hari pilihannya, kemudian dia selalu tidak masuk, ketika kerja  karena atas dasar tidak diizinkan keluarga terutama suami, langsung dia sodorkan surat pernyataan yang tertulis langsung diantara dua pilihan keluarga dalam artian suami atau kerja.

Memang terlihat keji, otoriter, dan kejam, awalnya saya sangat tidak setuju, setelah mendengar alasannya ternyata hal demikian itu PENTING. Sebab, jika tidak diberikan hal demikian, yakin dan dapat dipastikan ditempat kerja akan tidak fokus, merepotkan teman yang lain dan tidak maksimal. Lalu di rumah pun akan demikian akan berantakan dan keteteran.

Lalu bagaimana mengatasinya, agar dikatakan sebagai orang yang profesional? Saya juga manusia biasa dan wanita biasa pula dan masih terus belajar, setiap manusia mempunyai tugas dan "PR" masing-masing. Setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk berjalan baik diantaranya keduanya. Beres di rumah alias dengan keluarga fine, di tempat kerja maksimal, dan hasilnya pun bisa dilihat. 

1. Komunikasikan matang-matang dengan keluarga, jika ingin menjadi perempuan karir, dengan segala konsekuensinya kalau perlu ada hal-hal yang disepakati dan ditulis ditempel di ruang kerja atau kamar bertandatangan kedua belah pihak

2. Jelaskan sejelas-jelasnya kepada pimpinan dan teman sejawat, agar tidak menimbulkan kecurigaan

3. Terbukalah untuk membangun diri yang lebih berwawasan luas,

4. Jangan seenaknya mengambil keputusan sendiri meski ada pengganti cadangan, 

5. Hindari kata "saya masih keluarga pimpinan" sehingga mudah mengancam dan menyepelekan orang

6. Sering-sering komunikasi dan minta saran, nasehat atau evaluasi dari pimpinan atau teman sejawat.

Sekali lagi, menjadi wanita karir itu memang tidak mudah. Menjadi ibu untuk anak-anak sendiri memang tidak mudah. Mempunyai waktu banyak untuk keluarga jika kita sudah komitmen untuk menjadi wanita karir itu memang tidak mudah. Memang wanita itu berlipat-lipat tugas-tugasnya, namun percayalah pahala selalu mengalir deras. 

Maka, patut disyukuri dan beruntung sebagai wanita yang berkarir dengan baik, membangun komunikasi baik, menyepakati segala konsekuensinya dengan keluarga. Dan mendapat dukungan penuh oleh keluarga. Sehingga segala urusan berjalan beriringan tanpa harus berat sebelah.

Yuk bisa yuk, profesional

Yuk bisa yuk, menjadi istri solihah, ibu hebat, 

Yuk bisa yuk, menjadi wanita karir

Yuk bisa yuk, menjadi manusia yang lebih baik

Yuk bisa yuk, menjadi manusia yang tidak meremehkan dan menyepelekan orang lain

Senin, 05 Juli 2021

Jangan Mengeluh




Berjuang Ketika Sendiri

Mungkin Akan Melelahkan

Berjuang Ketika Sendiri

Akan Merasa Menyedihkan


Tapi Manusia Ada Di Bumi

Isinya Harus Berjuang

Lalu Kenapa Sering Mengeluh

Padahal Tidak Menjadi Solusi


Manusia Harus Berfikir

Karena Punya Akal Dan Hati

Sebagai Penyeimbang Rasa

Pelipur Pilu Dan Lara


Menderita

Itu Hanya Imajinasi

Membangun Ilusi Keterpurukan

Maka Bergegaslah Untuk Menyudahi 

Minggu, 04 Juli 2021

Arogan



Sejak Lama Kau Begitu

Merasa Benar Selalu

Kenapa Begitu


Pundakmu Kepalamu

Seakan Tak Bisa Menunduk

Kenapa Seperti Itu


Sejak Lama Kau Begitu

Mudah Mematahkan Pendapat

Seakan Kau Yang Benar


Aku Hanya Bisa Berkata

Kenapa Harus Begitu

Kenapa Kau Seperti Batu


Aroganmu Membawamu Semakin Jauh

Egoismu Membawamu Semakin Sepi

Rubahlah Selagi Nyawa Mengiringi

Sabtu, 03 Juli 2021

Manisnya



Begitulah Rasanya Cinta

Senyumnya Indah

Wanginya Tiada Dua


Semenit Serasa Setahun

Tidak Mau Jauh

Selau Ingin Bergandengan


Hangatnya Peluknya

Tak Bisa Dilupakan

Manisnya Selalu Melekat


Tak Sanggup Lagi

Mengeja Kejauhan

Menerka Perasaan


Manisnya Tiada Henti

Seperti Jantung Nadi

Yang Tak Henti Menghela

Kegiatan Hari Ini



Setelah selesai dengan kegiatan rumah tangga. Saya hari ini mengisi waktu dengan kegiatan menonton video. Video tentang mereview makanan.

Video tersebut adalah salah satu milik conten creator vloger makanan terkenal yakni Tasyifarasyi. Iya dia adalah kembaran dari beauty vloger Tasyafarasya. Entah apa yang memotivasi saya tiba-tiba sangat ingin menonton video review beberapa makanan.

Ketika satu video terlewat ternyata banyak ilmu yang saya dapat dari isinya. Pertama, kita akan mengetahui jenis makanan yang dapat direkomendasi untuk kita makan. Selanjutnya, kita dapat mengetahui minimal rasa tanpa harus mencicipi. Ini menarik lo, saya dapat bermain imaginasi dengan membayangkannya betapa enaknya lezatnya, betapa harumnya dan betapa tidak enaknya makanan tersebut. 

Wah itu masih dua manfaat lo, ketiga dari makanan-makanan yang telah direview kita akan mengetahui yang sesuai dengan kantong kita. Ini jauh menyenangkan, bayangkan kita punya uang yang pas-pasan tapi bisa mendapatkan makanan yang enak lalu mengenyangkan. 

Mulai dari makanan siap saji, minuman enak atau ala-ala anak muda dan lagi yang naik daun. Selain itu di video tersebut, tidak hanya menilai makanan tapi juga ada cara bagaimana cara membuat makanan. Memasak adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, rasanya segala beban masalah bisa terlampiaskan dengan benar. Seperti jika ingin menangis tapi tak terlihat, kupas bawang merah dan bawang putih. 

Jika ingin melampiaskan kegemasan atau gregetan buat adonan tepung untuk menggoreng ayam atau tempe. Yang paling lucu, jangan memasak sambil marah. Karena bisa  fatal akibatnya, masakan akan pedas semua. Hehehe

Percaya sajalah kalau ibu-ibu memasak kadang tidak suka dibantu karena untuk melampiaskan segala bentuk nuasa hati dan perasaanya. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...