Sabtu, 18 September 2021

Eksperimen Sederhana Mereka



Masih bersama siswa kelas VI, terus berproses mengeksplor kemampuan mereka. Kali ini dengan melakukan eksperimen sederhana. Yaitu tentang rangkaian listrik.

Pada bab tentang listrik ini pada tema 3, subtema 1 dan 2. Awalnya hanya sebatas membaca materi. Ada tiga jenis rangkaian listrik yaitu ada seri, paralel dan campuran. 

Dari tiga rangkaian itu kita buatkan kelompok. Dengan cara berhitung sehingga kelompok akan secara acak dan menurut saya lebih adil. Lalu dibuatkan enam undian yang isinya ada tulisan masing-masing rangkaian. Lalu ketua kelompok akan mengambil undian.

Dan ada modul serta langkah dalam eksperimen. Lalu kita bebaskan masing-masing kelompok untuk membuatnya. Sebelum dipresentasikan, bisa di konsultasikan ada kekurangan bisa ditambahkan.

Namun, ternyata ada beberapa kendala. Seperti berkelompoknya ada yang kadang ikut kadang tidak. Artinya kelompok tersebut kurang kompak. 

Eksperimen sederhana ini memberikan pengalaman baru bagi mereka. Karena mampu melatih ketelitian, membedakan perubahan energi dan melatih kerjasama lalu ada presentasi dimana ini memberikan pengalaman untuk tampil dengan percaya diri bagaimana meyakinkan dan menjelaskan kepada teman-temannya.

Presentasi sebenarnya sama seperti cerita kepada teman-temannya, hanya saja kalau bercerita menggunakan bahasa daerah atau bahasa sehari-hari. Kalau presentasi lebih kepada bahasa Indonesia dan ada konsepnya di modul yang sudah dibagikan.

Selagi kita mau belajar dan berproses tanpa lelah, insyallah akan bisa dan lebih terlatih. Hasilnya pun menakjubkan mereka menemukan perbedaan, kekurangan dan kelebihan dari masing-masing rangkaian listrik sederhana ini. Besar harapan semoga eksperimen sederhana ini bermanfaat. Hasil presentasi bisa di saksikan di Video yang sudah kami share ya. 

Salam Joz Untuk Kelas VI

Kami Bangga Kepada Kalian Semua



Bermain Kasti



Hari ini bermain kasti bersama anak kelas VI. Hari ini perdana kita sengaja belajar di luar kelas. Yakni di lapangan sekolahan.

Lapangan olahraga kami ini cukup lama tidak terpakai. Sehingga perdana kami gunakan hari ini. Salah satunya adalah bermain kasti.

Belajar di lapangan terbuka, setelah hampir dua bulan tatap muka sungguh menyenangkan. Pasalnya, anak-anak akan lebih mengeksplore banyak kemampuan dari segi lari, bekerja sama dengan teman, mengeluarkan suara keras tanpa merasa mengganggu kelas lain. Karena tatap muka kebanyak hanya di kelas. Ini kesempatan untuk mengajak olahraga bersama sambil bermain.

Terlihat dari lantai dua, siswa kelas lain sangat ingin bergabung, sambil berteriak-teriak "ikut bu,,,, enak bu, di lapangan". Kelas VI ini olahraga atau bermain kasti, saya sendiri yang mendampingi. Bekal dari kuliah PGMI bahwa guru kelas harus menguasai dari segi musik, olahraga, seni rupa, Pramuka dan lain-lain. Sehingga saya berprinsip harus bisa menjelaskan bagaimana cara bermain kasti. Meski sebagian kecil siswa kelas VI belum faham.

Kenapa tidak memakai seragam olahraga? Iya, kami semua masih menggunakan kostum yang belum berseragam, namun cukup untuk standartnya olahraga yakni kaos dan celana. Yang penting tidak mengurangi keseruan bermain kasti.

Kita awali dengan berdoa dan pemanasan. Dengan tujuan melenturkan sendi-sendiri dan agar terhindar dari cidera. Kemudian kita bagi menjadi beberapa kelompok. Dan suit untuk kelompok pemukul dan berjaga.

Nah, disinilah keseruannya, ketika siswa belum faham dengan teknik permainan kasti, dia akan kebingungan. Seharusnya dia lari ke benteng A atau benteng B atau bahkan kembali ke rumah awal, dia malah bingung dan melamun apa yang harus dilakukan. Sehingga kelompok lawan dengan mudah mematikannya dengan melempar bolanya ke arah punggungnya.

Jujur, suara saya terkuras karena mencoba sebagai suporter dan pengarah. Mereka terlihat sangat senang. Ada yang jago pukulan bolanya yang jauh, ada juga tiga kali kesempatan tak bisa memukul bola. Ada yang larinya super kencang dua benteng terlampaui, ada juga yang bengong. Ah rasanya seru, bangga dengan mereka semua. Semoga permainan ini bisa memberikan nilai yang bermakna mulai dari kepercayaan diri, bekerjasama, kekompakan dan keberanian. 

Salam Olahraga

Salam Joz Untuk Kelas VI



Kamis, 16 September 2021

Sok Pintar



Akan lebih ringan suatu pekerjaan yang berat dikerjakan secara bersama. Ketika dalam sebuah pekerjaan berat namun hanya dikerjakan sendirian, hal demikian akan terasa berat dan cepat lelah. Sehingga kerja sama sangat diperlukan.

Jangan berfikir secara dangkal, bahwa orang lain tak bisa diajak untuk kerjasama. Ketika lebih dari empat orang saya yakin, semua ide lalu langkah serta solusi akan cepat di temukan. Jika hanya mengandalkan dirimu sendiri, jatuhnya akan enak di kamu, tak enak di kita karena seakan yang bekerja hanya dirimu.

Apa pengalaman anda belum cukup di bidang sosial dan organisasi? Sehingga berfikir yang tidak pada umumnya orang ambil. Teori mungkin tak akan sama dengan lapangan. Namun adanya teori bisa untuk dasar bagaimana mengambil kebijakan.

Nyatanya, pada diri sendiri saja urusan belum beres, apalagi mengurusi orang banyak. Semoga anda diberikan hidayah, ingat ya orang pintar dengan orang yang sok pintar itu berbeda, orang kaya sesungguhnya akan berbeda dengan orang yang sok kaya. 

Dari body language saja bisa terbaca. 

Anda seperti apa !

Menggali Kreativitas



Seberapa besar peran guru dalam menggali kreativitas siswa. Semua tergantung pada orientasi dan tujuan seorang pendidik. Jika hanya mengajar dengan transfer pengetahuan melalui satu buku, menurut saya itu tidak cukup. Sebagai pendidik kita harus luas akan pengalaman, luas kreatifitas, luas wawasan dan disiplin dalam berbagai hal.

Baru-baru ini di kelas kami mengadakan sebuah pameran karya. Karya-karya yang sudah di buat untuk di pajang. Tujuannya apa? Selain sebagai bahan proyek kelas salah satunya adalah melatih anak agar lebih percaya diri, untuk menunjukkan hasil proyek atau produk setengah semester yang sudah dijalani. Apa saja yang di buat pameran karya? Ada beberapa diantaranya patung dari plastisin, hasil eksperimen rangkaian listrik sederhana, kemudian hasil karya bersama berupa buku-buku. 

Gambar-gambar yang merupakan poster tentang lingkungan, komik sederhana dan ada beberapa dokumentasi menari dan menyanyi secara kelompok. Mungkin tempat untuk pameran tidak semegah yang dibayangkan. Namun kita cukup menggunakan kelas sendiri. Lalu secara bergantian adik kelas atau bapak ibu guru bisa berkunjung.

Waktu pameran yang kami gunakan pun tidak banyak, karena mengingat waktu di sekolah pun cukup singkat, kita luangkan satu hari saja atau diwaktu istirahat saja, dan berkunjungnya secara bergantian. Kalau mau lebih kreatif buat kartu-kartu atau buku tamu seperti berkunjung di museum. Hal kecil seperti ini menambah pengalaman untuk mereka.

Kemudian kita buatkan kelompok agar di setiap pos karya bisa ada nara sumbernya yang bisa ditanya dan menjelaskannya. Hal ini juga menambah rasa kepercayaan diri, melatih keberanian dalam mengutarakan pendapat dan bertanggung jawab terhadap karya yang akan dijelaskan. Rasanya bangga terhadap mereka semua, karena tidak hanya pintar dalam bidang spiritual, di bidang Al-Quran namun juga pengetahuan dan pengalaman yang kita bangun akan membuat mereka semakin berkembang.

Semoga bermanfaat dan semangat selalu

Rabu, 15 September 2021

Pentingnya Parfum



Betapa pentingnya parfum untuk seseorang. Jangan pernah remehkan parfum. Kita kadang tidak begtu menyadari peran penting si parfum.

Berangkat dari pengalaman pribadi, saya pernah diberikan sebuah cerita oleh guru saya. Ada sebuah perkumpulan dan agenda bermusyawarah, diagendakan akan berakhir dengan maksimal waktunya satu jam. Entah karena apa, pimpinan musyawarah tersebut hanya bertahan lima belas menit. 

Mengingat hal penting dibahas di musyawarah tersebut dengan waktu yang singkat saja di ringkas. Semua merasa tidak puas, dan tak mengerti sebabnya. Ternyata setelah ditelusuri pimpinan rapat mual perutnya disebabkan karen bau tak sedap. Dan berakibat fatal sampai muntah-muntah. 

Disinilah peran penting parfum. Parfum itu adalah sebuah wewangian, atau bau yang menyebabkan keharuman. Keharuman itu mengandung aroma. Sehingga parfum akan memberikan aroma tertentu.

Parfum yang mengeluarkan aroma akan dipilih seseorang sesuai dengan seleranya. Ada kategori yang kuat, sedang, dan biasanya saja. 

Aroma parfum dengan kategori yang kuat biasanya orangnya pergi, baunya masih tercium. Ada yang sedang, artinya bau ketika si pemakai ada. Kalau kategori ketiga ada parfum yang aromanya hanya bisa dicium oleh si pemakainya saja.

Hal demikian juga harus kita ketahui. Lalu peran parfum, ketika parfum itu memberikan bau yang segar, dan nyaman untuk di hirup, dalam berinteraksi dengan orang lain juga akan lebih nyaman. Ada juga parfum yang aromanya mencerminkan pribadinya, halusnya aromanya namun tak bisa lupa, ada juga parfum yang identik dengan identitas, karena saking lamanya memakai hanya satu jenis parfum serta aromanya yang sama.

Memakai parfum juga amat penting, karena  dari cuplikan cerita di atas, banyak sekali kemungkinan sehingga bau yang ditimbulkan mungkin tak nyaman untuk dihirup. Kemungkinan yang terjadi, tidak memakai parfum, bau badan yang sangat aman parah, kedua memakai parfum namun baju tiga hari tak di cuci, dan bisa jadi memakai parfum namun tak mandi dua hari.

Padahal kita tahu, ketika bau tidak enak itu sudah membuat hilang rasa. Apalagi untuk ngobrol, jadi pastikan bersih, rapi dan wangi adalah kepentingan utama untuk menunjukkan pribadi yang baik. Mungkin berkaitan dengan penampilan. Kalau penampilan baik sopan enak dipandang, nyaman untuk berinteraksi.

Kata sebagian orang penampilan itu tak penting. Ada juga yang bilang penampilan itu sangat penting. Nah kembali pada pribadi masing-masing menyikapi.

Senin, 13 September 2021

Berkaca



Bayangan Yang Ada Di Hadapanku

Seperti Maya Namun Nyata

Sering Berkaca Faham Dengan Diriku

Dan Apa Mauku Selama Ini


Kaca Itu Berbicara Menjelma

Menasihati Secara Perlahan

Menyalahkan Tanpa Sungkan

Membenarkan Tanpa Membela


Kaca Kau Mungkin Hanya Bisa Membisu

Cukup Memantulkan Diriku Sendiri

Kaca Kau Selalu Memberiku Kabar

Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Kemarin

Matematika dan Perannya



Mari kita simak, hasil tulisan Bapak Mukhamad Muhsin, S.Pd

Jika dilihat dari luar pelajaran matematika, matematika merupakan ilmu yang sangat penting untuk perkembangan didunia. Bahkan penerapan matematika sangat luas sekali, termasuk dalam bidang ilmu alam, komputer, tehnik, kedokteran dan ilmu sosial seperti ekonomi sampai psikologi. Disisi lain matematika merupakan ilmu yang berguna untuk mengasah otak berfikir keritis dan analisis, walaupun kita belum tentu tau bagaimana penerapannya.


Seorang ilmuan Richard Feynman berkata "Matematika itu tidak nyata, tapi terasa nyata". Dari sini kita bisa tau bahwa matematika memang ilmu yang kompleks yang masuk menjadi bagian dari berbagai ilmu. Maka memang benar jika matematika harus dilatih dan dikenalkan ke semua orang. Karena matematika meresap bersama berkembangnya kehidupan. Sepertihalnya kita temui diantara pedagang di pasar, di pengukuran pembangunan rumah, pengukuran pembuatan jalan dan lain sebagainya yang masih banyak lagi.


Didalam Al-Quran juga banyak yang membahas tentang matematika. Seperti di QS  Al-Kahfi : 25 "Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)". Dari potongan ayat tersebut Allah SWT telah menjelaskan tentang konsep penjumlahan. QS. Al-Fajr : 3 "dan yang genap dan yang ganjil". Dari potongan ayat tersebut kita tau, Allah SWT telah mengenalkan umatnya bahwa dalam bilangan matematika itu ada yang genap dan ada yang ganjil. Dari sini Bisa kita ketahui bahwa dari turunnya Al-Quran bahkan sebelumnya ataupun dari awal kehidupan, matematika sudah ada dan melekat didalam kehidupan. Jadi begitu pentingnya matematika di kehidupan manusia sehingga matematika itu ilmu yang mendasar untuk semua kalangan dari siswa maupun seorang pekerja.


Pengenalan matematika melalui pelajaran matematika itu sangatlah penting untuk melatih seorang siswa untuk bisa berfikir secara baik. Sehingga seorang siswa dalam mempelajari berbagai pelajaran sangat dibutuhkan untuk mempelajari matematika juga. Karena jika siswa selalu dilatih untuk berfikir matematis maka siswa akan lebih mudah ketika menganalisis masalah, memecahkan masalah dan menyimpulkan masalah.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...