Tekatku Mengkerut
Bak Lipatan Sikut
Lama Dan Dingin Mengkisut
Kuingin Melebarkan Qolbu
Menerima Keputusan Yang Satu
Dan Tak Ingin Menciut
Nyatanya Hanya Bisa Diam Kecut
Namun Aku Bukan Pengecut
Yang Hanya Menyakiti Dibalik Layar Kumut
Saya menggunakan blog ini sebagai media belajar menulis berbagai hal. Maka blog ini akan berfariatif isinya, mulai dari kegiatan, pengalaman, dan ilmu. Semoga Bermanfaat.
Tekatku Mengkerut
Bak Lipatan Sikut
Lama Dan Dingin Mengkisut
Kuingin Melebarkan Qolbu
Menerima Keputusan Yang Satu
Dan Tak Ingin Menciut
Nyatanya Hanya Bisa Diam Kecut
Namun Aku Bukan Pengecut
Yang Hanya Menyakiti Dibalik Layar Kumut
Menata Kata Dan Menulisnya
Bagai Candu Yang Tiada Dua
Melukiskan Segala Rasa
Yang Entah Kemana Mengembara
Aku Hanya Manusia Biasa
Tak Berhak Memaksa Rasa
Melalui Puisi Akan Terbaca
Bahwa Cinta Bukan Sekedar Nafsu Belaka
Menghadirkan Bayang Yang Tak Nyata
Menjadi Kekuatan Bak Senjata
Menghadirkan Air Mata
Menjadi Bungkusan Sebuah Doa
Bukan Tertunda
Hanya Saja Waktu Yang Berbicara
Bukan Tangis Kepurukan
Bukan Juga Sedih Takkesudahan
Hadir Tak Diharap
Tidak Hadir Tak Merubah
Diam Tak Dianggap
Hilang Tak Dicari
Sebegitu Dicacati Dan Dimaki
Bukankah Sering Kali
Lalu Apa Yang Dicari
Susah Sekali Lupa Dimemori
Apakah Tetap Dibiarkan Yang Seperti Ini?
Kesempatan yang luar biasa, ketika bisa menghadiri pernikahan saudara di PPTQ Putri Al Falah Ploso. Menghadiri Walimatul'ursy seperti mengisi baterai, layaknya energi dan ilmu baru untuk kami yang terlebih dahulu menikah. Ada beberapa catatan penting dari isi Mau'idzoh yang disampaikan oleh salah satu guru/ustadz.
Pertama adalah menikah di pondok merupakan salah satu pernikahan yang membawa barokah. Menikah di pondok adalah sesuatu yang luar biasa, hal ini adalah salah satu barokah dari khidmah kepada poro pengasuh Kyai dan Bu Nyai. Maka ketika sudah dinikahkan jangan berhenti untuk khidmah, artinya lanjutkan khidmah kepada beliau-beliau.
Kedua, kita tahu menikah itu adalah sunnah dan sarana untuk ibadah mengharap ridho Allah. Sehingga apapun yang dilakukan oleh suami istri akan mengalir sebuah pahala. Apalagi tujuannya adalah untuk kebaikan dan saling pengertian dan perhatian.
Ketiga, menikah akan menjaga status. Hal ini sebagai pagar untuk lebih hati-hati dimana pun kita berada. Selain menjaga status untuk menjaga keturunan. Keempat adalah menikah itu nikmat.
Nikmat dalam menikah yang diibaratkan beliau dengan bahasa Jawa "enak e sak klentheng, rekosone sak rendheng" yang memiliki arti yang namanya rumah tangga pasti ada masalah. Menikah yang barokah apapun masalah yang dihadapi pasti akan menemukan solusi untuk kebaikan. Apalagi diiringi dengan khidmah yang sungguh-sungguh di pondok.
Menikah juga sarana membuka rizki. Beliau menjabarkan seperti pengalamannya. Dulu sempat berjualan krupuk. Tak sangka-sangka Allah tetap menata, ketika teman-teman ada mobil, Allah memampukan untuk membeli meski sederhana. Intinya Allah akan senantiasa menata dengan cara yang terbaik selagi kita terus berusaha dan berikhtiar. Sebagai suami istri disitulah adanya rasa saling pengertian. Semoga bermanfaat.
Meluaskan Maaf
Untuk Sekedar Melepas Lega
Luaskan Luapan
Dengan Segala Ungkapan
Mencair Dengan Segala Kalangan
Sembuhkan
Agar Tetap Menjadi Waras Akan Kehidupan
Menata Rindu
Takut Untuk Berseru
Memendam Di Dalam Kalbu
Menata Rindu
Dirapi Bak Sendu
Merintih Membilu
Menengadah Disujud KepadaMu
aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...