Rabu, 22 Oktober 2025

Sekolah Lagi


Cita-cita untuk melanjutkan sekolah selalu muncul. Sebetulnya sudah lama cita-cita itu muncul, setelah menoleh kebelakang ternyata perjalanannya cukup panjang. Salah satunya mencoba mengambil peluang di beberapa kesempatan beasiswa. Meskipun itu belum berhasil, setidaknya ada pembelajaran dan pengalaman.

Ada perasaan mampukah saya, seperti teman-teman yang lain, yang sedang menempuh sekolah lagi. Mengingat berbagai peran, kegiatan, aktivitas baik di dunia pekerjaan maupun dimasyarakat dan keluarga. Motivasi-motivasi oleh beliau dan mereka selalu dibangun di sela-sela diskusi atau guyon yang tak sengaja. Bahwa setiap orang pasti mampu dan bisa, Bismillah katanya pokok sekolah lagi. 

Melanjutkan sekolah membutuhkan pemantapan diri dan persiapan yang baik. Diawali dengan niat, tekat yang bulat dari diri sendiri artinya menata niat yang baik, sebetulnya buat apa sekolah lagi? Selanjutnya adalah berdiskusi dengan keluarga, mencari ridho suami dan orangtua, memohon doa, utamanya merekalah yang selalu menjadi support sistem, penyemangat utama agar saya sungguh-sungguh dan hati-hati dalam setiap melangkah.

BismillahTawakaltu'Alallah saya memberi tantangan sekaligus meyakinkan, membulatkan tekat dan niat untuk berangkat sekolah lagi. Tidak mudah mengambil keputusan ini, berulang-ulang berfikir dan dihiasi tangisan yang entah bagian mana yang membuatku menangis. Kadang-kadang hanya sekedar melihat web pendaftaran saja bahasa Jawanya "keronto-ronto" masih bergulat dengan fikiran mampu atau bisa tidak diriku ini.

Lagi dan lagi saya mengulangi meminta izin dan ridho suami. Beliau berkata bahwa "jika memang sudah bulat, berangkat saja, berjuang, Mas selalu mendukung, mendoakan". Memang sekolah di jenjang doktoral ini tidak murah, saya pun sadar akan hal itu. Sehingga dibagian inilah saya dengan suami selalu berdiskusi, berusaha dan Bismillah dan Yaqin pasti dimampukan oleh Allah rizki kami.

Langkah awal saya haru mempelajari semua persyaratan yang ada, mulai dari cara pendaftarannya lalu ada sistem pembayarannya. Pada langkah ini suami mengajarkan bahwa harus mandiri, belajar berusaha sendiri tanpa beliau. Saya akui dalam beberapa hal saya kurang teliti dan selalu ada suami untuk melengkapinya. Namun, kali ini sedikit berbeda. Semuanya harus mandiri kata beliau. Oke kujawab dalam hati, pasti saya bisa nih.

Setelah mempelajarinya dan mencoba memenuhi prosedur sistem yang ada dengan waktu yang sangat mepet dengan akhir pendaftaran. Sebetulnya saya pusing sebab terkendala di pembayaran.  Dibulan-bulan itu sungguh amazing yang namanya Duit. Heheh Tetapi, saya selalu yaqin pasti Allah menolongku dan pasti ada jalanNya. Alhamdulillah lewat salah satu omku, saya bercerita dan tanpa basa-basi beliau langsung membantuku.

Keesokan harinya, saya langsung membayar pendaftaran itu, inginnya melalui mesin ATM sesuai panduan yang ada. ATM terdekat yakni ATM Ngunut sekalian berangkat ke kampus, namun sudah tiga kali saya coba dan gagal. Uniknya lagi, Virtual Acounnya (VA) akan habis dalam waktu 24 jam dari saya pendaftaran semalam. Saya ingat betul VA akan berakhir pukul 11.17 siang. Allah Karim, saya kebingungan mencoba telfon suami, beliau mengarahkan untuk ke teller langsung yang berada ditengah kota, barat rumah sakit lama. Perjalanan dari Ngunut ke tengah kota, tanpa berfikir panjang saya menuju kesana dan ternyata oleh pegawainya "ini tidak bisa mbak, sebab VA-nya bukan Bank kami" langsung bruabak, mau kemana ini saya. Pegawai bank itu, menawarkan untuk membantu cek dimana saya harus membayar VA itu. 

Dulu

 


Dulu 

Dulu Aku Menganggapnya Selalu Ada

Dulu Aku Mengaguminya 

Teringat Kepeduliannya Luar Biasa

Hingga Tidak Ada Sekat

Dulu

Atau Hanya Sesaat

Berubah

 


Berubah Perubahan 

Duri Yang Kau Anggap Ada

Bukan Bagian Dari Bahaya

Pembentukan Untuk Berubah

Duri Membuat Sakit 

Tertusuk Bila Ceroboh

Duri Perubahan

Tidak Harus Dianggap Ranjau

Dia Bisa Menjadi Bunga

Untuk Menyimpan Air 


Selasa, 20 Mei 2025

Khitan Ceria 2025

 


LKK PCNU Tulungagung berkolaborasi bersama JATMAN, LAZISNU, PERGUNU dan RANTING NU Tegalrejo mengadakan Khitan Ceria pada hari Ahad, 18 Mei 2025. Kegiatan ini bertempat di Masjid I Darussalam Tegalrejo, Rejotangan dengan diikuti sebanyak 84 peserta dari berbagai kecamatan di Tulungagung. Peserta sangat beragam dari yang paling kecil yakni umur enam tahun sampai dua belas tahun. Mereka tidak hanya diantar oleh walinya tetapi juga keluarga besarnya.

Persiapan-persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, terutama oleh Pengurus Ranting Nu Tegalrejo sebagai tuan rumah. Kegiatan Khitan Ceria dimulai dengan pendaftaran peserta. Beberapa peserta sengaja untuk berangkat lebih pagi agar mendapat antrian awal. Bagi peserta yang sudah melakukan pendaftaran, sambil menunggu acara pembukaan mereka menikmati lantunan sholawat yang dimeriahkan oleh grup sholawat PAC Fatayat NU Rejotangan yakni Ainuha Tsurosya.

Tepat pukul 08.00 WIB, acara pembukaan kegiatan Khitan Ceria dimulai. Para peserta diarak menuju panggung utama yang didampingi oleh abah Yusuf dan diiringi oleh sholawat dari kodim 0807, Malang . Suasana khidmat dan bahagia terpancar dari wajah anak anak peserta Khitan Ceria.

Rangkaian acara pembukaan berjalan dengan lancar. Berbagai tokoh masyarakat turut hadir yakni Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung dan Ketua JATMAN Kabupaten Tulungagung. Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Rois Syuriah PCNU Tulungagung, KH. Muhson Hamdani, M.Sy.


Selesai acara pembukaan Khitan Ceria, peserta dipanggil sesuai nomer urut untuk melakukan anestesi yang diakomodir oleh Bapak Sugeng dari LKK PCNU. Setelah anestesi diberikan, mereka akan dipanggil untuk dilakukan tindakan oleh tim medis. Kemudian peserta Khitan Ceria masuk ruangan yang didampingi oleh walinya masing – masing dan juga tim LKK NU seperti Bapak H. Ali Maksum, Bapak Syafa’, dan Bapak Dian Anshori.

Suasana di dalam ruangan campur aduk, ada yang tenang, ada juga yang histeris dan ada juga peserta khitan yang harus dipegang oleh banyak orang. Setelah tindakan selesai dilakukan oleh tim medis, peserta Khitan Ceria akan menukarkan nomer peserta dengan bingkisan dan uang saku. Setelah itu mereka bisa pulang ke rumah masing – masing. Alhamdulillah acara khitan ceria berjalan lancar dan semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat yang berkelanjutan.

Selasa, 13 Mei 2025

Harap

 


apakah tidak boleh bercerita

apakah tidak boleh bahagia

apakah tidak boleh menjadi apa adanya

dan jika saja kau tahu

sekuat tenaga untuk berteriak

apa yang kau harapkan dariku?

layaknya manusia 

aku bisa menangis

aku bisa marah

aku bisa diam

dan berlalu pergi

Aku Menganggapnya Sama

 


apakah seberisik itu

layaknya gemuruh yang tiada henti

mengalir seperti nadi yang tak tahu kapan terhenti

aku menganggapnya sama

kau merasakan gemuruh kalbu

aku juga menganggapnya juga sama

kau terus bahagia


Apa Artinya

 



kata sudah bukan jadi kiasan

kehidupan memang sebuah perjalanan

setiap yang tampak bukan hanya uraian

jangan mencoba untuk menyembunyikan

bukan hanya cinta namun juga tangisan

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...