Rabu, 31 Maret 2021

Mewah

 


Langit Yang Luas

Tanpa Batas 

Dihiasi Sinar Matahari

Paduan Warna Warni Bumi

Indah Tiada Yang Menandingi

Sudah Sangat Jelas

Pasti Sinarnya Digandrungi


Hijau Merunduk

Menguning Berisi

Itulah Padi

Mari Selalu Menghiasi Diri

Menjadi Insan Yang Berbakti

Tanpa Harus Berkata Tapi

Raden Ajeng Kartini

 


Mewangi Namamu

Di Bumi Pertiwi

Sosok Pemberani

Yang Luas Akan Pemikiran Hati


Yang Tak Kenal Lelah

Dan Putus Asa

Demi Masa Depan Negeri


Ibu Kita Kartini

Telah Mengabadi

Menjadi Sebuah Lagu

Yang Selalu Indah Tuk Dinikmati

 

Senin, 29 Maret 2021

Kursi Goyang



Terlalu Nyaman

Di Ujung Meja Panjang

Melihat Barisan

Kursi Yang Berhadapan


Terlalu Empuk

Sambil Kaki Mengunkang-ungkang

Menikmati Banyak Suara

Ketidak Sesuaian


Buka Telinga

Buka Hati Lebar-lebar

Mencoba Memahami

Banyaknya Permintaan

Hingga Tekanan


Hai 

Kursi Goyang

Jika Tak Siap

Bertemu Denganmu

Jangan Kau Membuat Arogan


Kursi Goyang

Meski Kau Bisa Memutar-Mutar

Ke Kanan Dan Kiri

Bahkan Kebelakang

Sungguh Tak Mudah

Duduk Diatasmu


Kartini



Melekat

Atas Jiwa Ragamu

Untuk Negeri Ini


Menghidupkan

Kaum Wanita

Saat Itu


Arti Perjuangan

Untuk Menjunjung

Kesetaraan Hak


Sungguh Pemberani

Namamu Kartini

Sang Pejuang Ibu Pertiwi

Sabtu, 27 Maret 2021

Rujakan

 


Rasanya sangat lama tidak berkumpul. Memang di era pandemi ini,kita sudah tahu hal demikian di kurangi bahkan di larang. Kemudian ada kesempatan berkumpul tapi harus menjaga jarak.

Menjaga jarak inilah yang kadang saya pribadi kurang merasakan chemistry. Bersosialisasi secara jarak jauh dan dekat, tentu sangat berbeda. Yang awalnya saling musafahah atau berjabat tangan dan makan bersama-sama hal itu harus kita hindari terlebih dahulu.

Kita sebagai manusia tidak bisa protes yang berlebihan karena ini sudah atas kehendakNya. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan prosedur kesehatan yang sedemikian rupa diatur. 

Mumpung ada waktu luang dan kesempatan, tanpa terencana dengan panjang. Kita bersama adakan "rujakan". Merujak buah bersama teman-teman guru. Dengan niat silaturrohim, menjalin keharmonisan dan kekompakan. 

Awalnya tidak direncanakan dengan matang. Hanya kesepakatan-kesepakatan palsu. Karen banyak kesibukan, namun ada celetuk salah satu teman guru "senajan mek sedilut, ayo diusahakan kumpul bersama" (meskipun hanya sebentar, ayo diusahakan).

Alhamdulillah dihari Jumat itu terlaksana. Kita sama sekali tidak iuran, hanya semua bersuara keikhlasan membawanya. Ada yang membawa tahu goreng, bengkoang, semangka, mentimun, minuman saset, ada juga yang membawa seblak pedas.

Wah mantaplah. Untuk tempat, di rumah saya, penyedia lamper (layah) beserta huleknya cabai, dan bumbu lainya.

Rasanya sangat bahagia bisa bercengkrama dan berkumpul bersama. Semoga selalu solid dan kompak, rujakan berikutnya lebih lengkap personilnya.

Perjuangan



Sudah Saatnya

Kita Bangkit

Jangan Lengah

Atas Perubahan


Jangan Lelah

Jangan Lemah

Jangan Takut


Jangan Pernah Melupakan

Mereka Pelukis Sejarah

Tanpa Mereka 

Tak Akan Merekah


Ibu Pertiwi

Diri Ini Berjanji

Akan Menjaga Negeri Surgawi

Indonesia Jaya Abadi


Wanita



 Wanita

Unik Akan Perasaan

Tak Bisa Dikasari

Maunya Dimengerti


Wanita

Dengan Segala Misteri

Sering Kali Susah Dipahami

Tak Jarang Membingungkan Hati


Wanita

Dengan Segala Keharuman

Menampakkan Kebahagiaan

Hingga Senyumannya Menjadi Hiasan


Wanita

Dengan Segala Kesedihan

Menampakkan Kelayuan

Hingga Tak Mampu Menahan Tangisan


Wanita

Kaulah Sumber Kekuatan

Tetaplah Menjadi Bunga Yang Menawan

Meski Badai Melawan

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...