Kamis, 29 April 2021

Tangis



Kau Menyakiti

Datang Sesuka Hati

Ternyata Pola Hidup Ini

Hanya Sebatas Membenci


Kerasnya Hatimu

Sekerasnya Batu

Tanpa Ada Rasa Dosa

Tanpa Ada Rasa Cinta


Sampai Kapan Hidupmu Nyaman

Jangan Kau Usik Lagi

Dengan Desahan Keluhan 

Dan Minta Belas Kasihan


Sudah Cukup Berisik

Sudah Terbaca

Bahwa Kau Hanya Manusia 

Yang Tak Punya Hati Nurani


Penjelasan



Duduklah

Lalu Jelaskan

Bijaksanalah

Dalam Keputusan


Tidak Ngerti

Tidak Tahu

Ya Ulangi Lagi 

Jelaskan


Saling Lempar Tangan

Setelahnya Bersembunyi

Hanya Pengecut Dan Orang Munafik

Yang Bisa Mengelabuhi


Hati-hati

Ada Hati Yang Tersakiti

Dan Terdzolimi

Jelaskan

Jelaskan

Selasa, 27 April 2021

Semarah-marahnya



Kemarahan Yang Menggelayut

Kebencian Mendarah Daging

Kekecewaan Disaksikan Oleh Langit


Kebusukan Menyertai Niatnya

Kesombongan Bertahta Di Otaknya

Keegoisan Mengalir Di Nadinya


Selalu Dibusungkan Dadanya

Untuk Menginjak-injak Yang Lemah

Hai Siapa Anda


Semua Harus Tunduk

Semua Harus Mengiyakan

Atas Segala Kebusukan Mulutnya


Manusia Macam Apa Ini

Kenapa Ada Yang Seperti Ini

Ah Yakini Saja


Lalu Cukup Lihat Saja

Dan Cukup Amati

Allah Maha Tahu

Apa Yang Akan Terjadi


Hari Ini



Sudah banyak peristiwa dan kejadian yang di garis tebal olehku. Atas semua perlakuan dan tindakanmu. Manusia seperti apa kamu. Aku cukup mengamati awalnya. Tapi ternyata hal itu terulang kembali.

Setiap kehidupan pasti akan berputar silih berganti. Dan Allah sudah menuliskannya untuk setiap hambanya. Tidak menutup kemungkinan bahwa hati akan tetap merasakan kemarahan, kekecewaan yang amat berarti.

Seperti hari ini. 

Aku tak menyangka, ada empat gelas minuman segar. Tiga diantaranya berwarna merah muda dan satunya berwarna hijau. Dari warna terlihat menarik. Aku berprasangka baik pasti enak. 

Namun apa yang terjadi memegangnya saja tak sanggup tangan gemetar dan tiba-tiba mau muntah apalagi makan. Pasti ada sebab, mengapa demikian?

Karena Allah sudah menunjukkan siapa dibalik topengmu. Semoga selalu sehat dan panjang umur wahai manusia bertopeng.

Minggu, 25 April 2021

Keluasan Hati



Ketika Hidup Mengharuskan

Membuka Banyak Jendela

Meski Di Luar Terlalu Bising

Untuk Di Dengarkan


Jangan Hiraukan

Suara Sorakannya

Cukuplah Berdiri Tegak

Dan Tangguh Dihadapan Mereka


Karena Selalu Ada

Yang Maha Mengetahui 

Jalan Terbaik Yang Akan Kamu Lalui

Untuk Hari Ini dan Seterusnya


Ingat

KeluasanNya Tak Terbatas

Oleh Sang Maha Pemilik Jagat Raya

Yaitu Allah Subhanahuwata'ala


Terkilir Lengan Atas



Tidak tahu menahu apa sebabnya. Terjadinya begitu cepat. Ketika musin puasa siang hari mayoritas dari kita pasti tidur siang. Begitu juga denganku.

Entah apa yang salah dari diriku apakah posisiku tidurku atau yang lain. Ketika akan bangun, lengan tangan sebelah kananku terdengar suara "kretek". Masyaallah langsung rasanya lengan tangan langsung kaku. Lengan tidak bisa digerakkan. Siapapun orangnya jika di posisiku hari itu pasti menjerit kesakitan.

Saya pun merasakan demikian. Seisi rumah panik karena mendengar suara tangisanku. Ibuku mengambilkan air panas untuk menyeka. Bapak mengambilkan olesan untuk tulang. Suami di sampingku mencoba menenangkan. Karena saya pucat pasi dan berkeringat dingin dan mata berkunang-kunang. Tangan sebelah kanan tidak bisa digerakkan. Jika tersenggol saja suara "kletek" sakitnya luar biasa. Inilah yang namanya kesleo atau terkilir. 

Lengan kananku memang mempunyai riwayat jatuh dan terkilir ketika dulu SMP latihan badminton. Dan SD pun pernah terkilir juga ketika boncengan sepeda dengan mbak sepupu juga lengan tangan kanan.

Sebelum lamaran pun juga kesleo untuk kesekian kali, gegara mematikan saklar sambil bersin. Lengan tangan kanan pun seperti tidak siap dan kaget. Akhirnya juga terkilir. 

Lucunya ketika mahasiswa praktek olahraga saya masih ingat betul. Olahraga kasti saya melempar bola penuh excited untuk melempar. Tetapi apa yang terjadi, lagi-lagi lengan kananku terkilir. Dan semua temanku awalnya menertawakan karena saya suka acting. Tetapi lama-lama mereka melihat aku kesakitan dan di bopong oleh dosen saya. 

Lalu di antar ke UKM kesehatan, tetapi tidak ada perubahan lalu dibawakan ambulan. Bersama beberapa teman serta dosenku keliling mencari tukang pijet urat atau tukang pijet khusus kesleo. Disepanjang jalan aku terus menangis, karena setiap ada jalan yang tidak rata. Pasti terdengar suara "kletek" dan sakitnya masyallah. 

Lalu kenapa hari ini mesti terulang kembali namanya kesleo. Selama nikah lengan tanganku ini sudah dua kali. Semoga ini yang terakhir. Lalu bagaimana sembuhnya. Dengan di baluri beras kecur, minyak-minyak, terakhir diberi olesan tulang yakni conterpain. Oleh suamiku tetap diantar ke tukang pijet urat untuk ditata ototnya. 

Di sana oleh tukang pijetnya ya tetap dipijet dengan semacam minyak. Rasanya panas. Kalau ditanya sakit ya sakit pol. Tapi tidak terdengar suara "kretek". Alhamdulillah lengan kananku sudah bisa diangkat pelan-pelan, diputar-putar dan digerakkan.

Oleh karena itu kawan, dari cerita di atas, betapa nikmatnya dikaruniai sebuh kesehatan. Harus banyak bersyukur. Gunakan anggota tubuh kita untuk selalu mengukir amalan ibadah yang baik.  

Jumat, 23 April 2021

Buku Ketiga



Selalu memberikan kesan tersendiri ketika tulisan bisa termuat dalam buku. Iya buku merupakan karya saya ketiga yang berhasil terbit tepat di bulan Ramadhan tahun ini. Besar harapan memberikan banyak berkah baik diri sendiri atau banyak orang.

Buku ketiga ini bertemakan "SUKA DUKA MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DI MASA PANDEMI" yang diedit oleh para dosen kami Bapak Dr. Ngainun Naim, M.HI, Ibu Dr. Evi Mualifah, M.Ag dan Ahmad Sugeng Riady. 

Tentu bahagia dan senang bisa kembali menulis dan termuat di buku antologi ini. Karena setiap menulis pasti ada namanya perjuangan. Tentu tidak mudah ketika menulis naskah ini. 

Saya hanya bermodalkan dari pengalaman yang saya alami. Sehingga saya rasa, tulisan saya masih terasa ringan. Tetapi banyak karya anggota yang lain untuk menjadi versi yang lebih.

Naskah ini berisi banyak pengalaman mendampingi belajar anak atau siswa dari berbagai versi penulis. Awalnya saya ragu untuk ikut menulis antologi kali ini, karena banyak dari anggota penulis yang banyak bergelar doktor dan berprofesi sebagai dosen. Dan ada beberapa dari dosen saya dan guru dari kampus tercinta UIN Malang.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat. Besar harapan semoga ke depan bisa melahirkan buku solo. Mari terus berkarya dengan menulis.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...