Rabu, 29 September 2021

Bintang

 


Ku Melihatmu Dengan Saksama

Cahayamu Tak Selamanya

Namun Selalu Ku Nanti


Ku Nyatakan Bahwa Kau Indah

Jauh Di sana Menerangi 

Redupnya Langit Malam Ini


Harapanku Bertemu Dan Memelukmu

Hingga Kau Menjelma Dalam Diriku

Bersinar Terang Diantara Banyak Orang

Selasa, 28 September 2021

Ular Tangga Untuk Belajar Penjumlahan

 



Membuat media pembelajaran itu menyenangkan. Kali ini untuk materi penjumlahan tentu mata pelajaran Matematika. Dulu media ini saya buat selain karena tugas kuliah di pasca sarjana juga untuk mematangkan materi penjumlahan di kelas bawah yakni kelas satu.

Awalnya kami semua diwajibkan membaca beberapa jurnal pembelajaran penjumlahan di kelas bawah. Dan menemukan suatu kelemahan sehingga minimal memberikan solusinya. 

Pembelajaran penjumlahan di kelas  bawah mungkin selama ini hanya dibantu oleh sebuah gambar. Mengingat kelas satu belum bisa di ajak untuk berfikir secara abstrak. Namun, kadang kita sebagai guru lupa bagaimana cara penanaman konsepnya yang tepat. Dan kelas satu sekarang berbeda dengan kelas satu jaman dahulu. Dulu masih dibantu dengan namanya alat bantu seperti "kecrek/ijiran" yang seperti kancing warna warni. Anak sekarang kalau membawa itu saja malu. Padahal itu cukup membantu.

Nah, solusinya bagaimana mengajak anak belajar angka-angka penjumlahan sambil bermain. Permainan ini mungkin tak asing lagi, yakni menggunakan ular tangga. Media belajar yang saya buat ini mungkin masih ada kelemahannya. Tetapi, media ini cukup membantu siswa saya pada waktu itu.

a. Media ini harus dilengkapi soal-soal penjumlahan disesuaikan dengan papan ular tangganya.

b. Lalu terdapat dadu pada umumnya

c. Papan ular tangga saya desain sedemikian rupa, dengan warna-warni menarik, angka sampai 23.

d. Lalu buatlah tim A n tim B. Tim yang menang di undian pertama akan jalan terlebih dahulu. Tentu dengan soal yang ada. Dan dijalankan sebaliknya oleh lawan.

e. Penanaman konsepnya, terpacu pada soal dan aturan jalan pada ular tangganya.

Itulah beberapa langkah dalam memakai media ular tangga matematika. Pembuatan media ini pada tahun 2018 saya masih berdinas di SDN Ketawanggede Kota Malang. Dan dibantu oleh Pak Badi' untuk triplek dan memasang pakunya. Dan desainnya saya desain sendiri lalu saya konsultasikan ke dosen dan beberapa guru pengajar di sekolah serta dari adik saya Rikza dan Irfai dan diedit halus di percetakannya. Alhamdulillah media ini masih bisa digunakan. Semoga terus berinovasi, berkarya dengan kreatif. 

Senin, 27 September 2021

Pengalaman Penelitian R and D



Ada beberapa jenis metode penelitian yang saya ketahui, ada kualitatif, kuantitatif, case study, reseacrh and development. Karena menulis dengan modal mengingat dari pengalaman. Mungkin untuk perbedaan dan teori mendetailnya bisa dicari dan dipelajari lagi.

Research and develompment atau sering kita debut penelitian pengembangan. Sekali lagi saya tidak akan menulis bagaimana teori mendetailnya. Hanya saja, saya ingin bercerita bagaimana pengalaman ketika meneliti dengan metode tersebut.

Penelitian dan pengembangan dulunya dilakukan oleh perusahaan dan perdagangan dalam dunia perekonomian. Misalkan untuk memperbaiki sebuah produk. Namun seiring berjalannya waktu, dalam dunia pendidikan juga dilakukan. 

Di pendidikan, penelitian dan pengembangan ini dilakukan semata untuk memberikan solusi terhadap kesulitan dalam pembelajaran. Tergantung konteks masalah yang ditemukan di lapangan. Untuk pengalaman saya penelitian ini menghasilkan sebuah produk bahan ajar.

Bahan ajar tersebut akan memberikan alternatif untuk perbaikan dalam proses pembelajaran. Bahan ajar yang dihasilkan berupa Mini Ensiklopedia Berbasis Integrasi Islam. Tentu bahan ajar ini berbentuk buku sehingga bisa dijadikan referensi atau dijadikan buku pegangan siswa.

Mengapa demikian? Kembali lagi ke latar belakangnya, bahwa di lapangan yang saya temukan siswa hanya mempunyai buku  lembar kerja siswa atau LKS. Yang didalam LKS itu hanya ringkasan materi dan beberapa soal. Tanpa ada buku pegangan atau buku pendamping lainnya.

Sehingga saya rasa perlu memberikan nuasa belajar dengan bahan ajar tambahan. Kenapa harus berbasis Integrasi Islam? Karena di awal Kurikulum 2013, pembelajaran itu berintegrasi atau menjadi utuh, penyatuan dan penggabungan.  Untuk integrasinya yakni materi IPA dan Islam karena di dalamnya berdampingan dalil Al-Quran dan Hadits.

Penelitian dan Pengembangan modelnya pun sangat banyak. Berdasarkan teori model pengembangan ada Bord and Gall, Walter Dick and Lou Carey, dan Richey and Klein. Nah ini bisa dibuka di buku The Systematic Design Of Intruction. Dari teori di atas langkah pengembangannya beragam. Rata-rata dibedakan dengan langkah pengembangan.

Kebetulan saya menggunakan salah satu teori yang ada yakni Bord and Gall. Ada sepuluh langkah langkah utama. Dan yang saya gunakan delapan langkah. Karena di kedua tahap saya jadikan menjadi satu tahap. Diantaranya adalah

1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi

2. Perencanaan

3. Pengembangan Awal

4. Revisi Produk

5. Uji Coba Awal

6. Validasi

7. Uji Coba Lapangan

8. Revisi Produk/Final Produk

Itulah sekilas pengalaman penelitian pengembangan yang menghasilkan sebuah produk. Di S1 saya juga meneliti hal yang sama di kelas 4, lalu saya lanjutkan ke seri buku kedua yang bisa digunakan untuk kelas 5.

Semoga Manfaat


Sabtu, 25 September 2021

Jangan Hanya Janji




Datang Tanpa Diundang

Tiba-tiba Minta Dipinjami

Dengan Mudah Kau Berjanji

Ku Niatkan Membantu Dengan Meminjami


Tak Sedikit Tapi Itu Uang

Setelah Itu Menghilang 

Bak Ditelan Bumi 

Kau Tak Berani Menampakkan Diri


Amnesia Apa Hanya Pura-Pura

Namun Diluar Kau Bak Bintang

Harta Tahta Mobil Mengkilap Bergelimang

Dibalik Itu Kau Menanggung Hutang


Berniat Berdiam

Tapi Itu Hak Milik Kami

Kalau Memang Kau Orang Yang Berilmu

Kembalikan Hak Kami Dengan Utuh


Seperti Kala Itu Kau Meminjam

Dan Kini Kau Wajib Mengembalikan

Jangan Hanya Muluk-Muluk Berjanji

Kutunggu Niat I'tikad Baikmu


Kembalikan !

Jangan Ribet



Kadang yang membuat segalanya ribet adalah diri sendiri. Hal ini disebabkan apa, ketika hal-hal penting yang membutuhkan kehadiran kita, kita secara sengaja tidak hadir. Dengan beribu alasan yang beralas seperti hutan, luas tak tak ada ujungnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar kita tidak ribet dengan diri sendiri. Mungkin ini sebagian kecik dari pengalaman pribadi dan pengalaman temen disekitar. Yakni dengan beberapa langkah penting, diantaranya:

Pertama, disiplin menggunakan dan membagi waktu. Kalau perlu kita tempelkan daily activity di kamar kita kegiatan dari bangun tidur sampai ke tidur lagi. Kalau ada acara atau jadwal tertentu, tambahkan dengan menggunakan kertas dengan warna yang berbeda.

Kedua, hindari sifat tergesa-gesa. Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu. Kalau tergesa-gesa berujung dengan panik. Dan orang-orang disekitar juga akan terkena dampak, meski tidak secara langsung akan ikut panik.

Ketiga, jangan menunda pekerjaan. Jika sudah di waktu tertentu seperti jadwalnya menulis, ya harus menulis. Jangan di ganti dengan memasak atau mencuci hal demikian akan menentukan berhasil tidaknya jadwal setelahnya.

Keempat, jadilah diri sendiri. Untuk hal keempat ini sangatlah penting, sebab jika kita tak menjadi diri sendiri kita akan mudah terombang ambing dengan karakter orang lain. Dan jati diri kita akan terpendam cenderung pasif tak mau mengeluarkan pendapat. Padahal ide yang kita miliki mungkin lebih baik.

Terakhir, jangan sungkan mengatakan tidak pada hal-hal tertentu. Kalau memang tidak bisa melakukan katakan saja tidak. Namun jangan berupaya mengatakan iya, jika ujungnya kamu akan ribet sendiri, repot sendiri dan susah sendiri.

Itulah lima trik untuk membiasakan diri agar tidak ribet pada diri sendiri. Karena memahami serta menghargai diri sendiri itu penting. So... jangan buat ribet ya

Jumat, 24 September 2021

Tahsin



Tahsin kata tersebut berasal dari bahasa Arab. Hasanan Yuhassinu Tahsiinu. Makna yang dimiliki pun ada beberapa yakni bisa memperbaiki, membaguskan, menghiasi, mempercantik, membuat lebih baik dari semula.

Hal demikian saya dapatkan dari membaca buku. Salah satunya adalah buku yang memang menjelaskan tentang tahsin Al Quran. Yaitu karangan H. Ahmad Annur, M.A dengan judul Panduan Tahsin Tilawati Al Quran.

Buku ini masih saya ingat, saya dapatkan karena pinjam ke perpustakaan kampus. Kemudian sempat cari aslinya, tapi tidak mendapatkan, sehingga ini buku foto copyan. Ternyata sangat bermanfaat, mungkin dulu digunakan hanya sebagai referensi makalah.

Nah sekarang buku ini merupakan salah satu bentuk untuk mengoreksi diri dalam dunia membaca Al Quran. Apalagi sekarang di dunia pembacaan Al Quran. Karena di buku ini dikupas secara detail ilmu membaca memperbaiki Al Quran.

Selain ada hukum dan jenis bacaan, ada juga hikmah dan pentingnya mentashih bacaan. Lalu mengajarkan kepada siswa kita akan kepada orang lain, minimal kepada keluarga akan lebih mudah. Dan mentashih Al Quran harus sama dengan guru. Jangan hanya menurut kita sendiri, akan tidak objektif.

Dan ketika di perbaiki, jangan merasa tersinggung niati dengan benar. Sehingga nilai dan tadabbur Al Quran diantaranya adalah

a. Ta'budaallah = untuk nilai ibadah kepada Allah

b. Tarsikhun Liliman=untuk memperkokoh keimanan

c. TazkiyyatanNufus=untuk mensucikan jiwa

d. Taqwiman Lilfikri=untuk meluruskan pola pikir

e. Ta'arufan Minanhajillah= untuk mengenal manhaj Allah


Senin, 20 September 2021

Perdana Memakai Seragam




Wajah Sumringah Dari Mereka

Seakan Terpancar Aura Baru

Semangat Yang Melekat 

Untuk Menyambut Hari Baru


Penuh Kobaran Semangat

Untuk Melukis Prestasi

Berlomba-lomba Dalam Kebaikan

Sebagai Bukti Kerinduan


Kerinduan Terhadap Suasana 

Sepenuhnya Untuk Bersekolah

Melakukan Kebiasaan Yang Lama

Telah Tertunda Karena Pandemi


Semoga Bumi Terus Membaik

Mengiringi Jalan Kami

Untuk Terus Mengukir Prestasi

Menjadi Penerus Generasi 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...