Sabtu, 30 Oktober 2021

Komunikatif



Komunikasi, interaksi, kolaborasi tiga istilah yang sering berhubungan dengan tidak hanya satu orang. Mari kita bedah satu per satu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; terselip ada kata komunikatif maka sudah jelas artinya dapat diterima, bisa dimengerti atau bisa difahami.

Interaksi adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi; antar hubungan; interaksi dalam keseharian bisa diartikan sebagai hubungan searah atau lawan arah dengan orang lain, bisa saling berbicara, saling lirik atau melalui kode, dengan satu atau dua orang. 

Lalu Kolaborasi adalah perbuatan kerja sama. Sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial tidak lepas dari tiga hal. Berinteraksi dengan baik, berkomunikasi dengan tepat lalu berkolaborasi dengan kompak. Jangan terlalu terburu-buru berkolaborasi jika tidak membangun komunikasi yang tepat. Akan dengan mudah kata "kompak atau klop" untuk menjalankan sebuah tujuan. 

Menyampaikan pendapat, isi, langkah kolaborasi pun harus komunikatif artinya, mudah difahami, dimengerti dan arahnya kemana. Banyangkan saja seperti ada sebuah pendapat, tapi tak disampaikan pendapat ini untuk siapa, dan harus disebarkan ke jaringan yang luas atau tidak, masih ambigu. Maka bisa disimpulkan pendapat yang disampaikan kurang komunikatif. 

Hal demikian berlaku secara langsung atau berbicara langsung, dan menggunakan bahasa tulisan, harus bisa komunikatif, artinya tulisan yang memahamkan ketika dibaca. Kalau sudah keranah bahasa yang ditulis maka harus faham susunan kalimat yang efektif, tanda baca dan yang lainnya.

Rabu, 27 Oktober 2021

Sumpah Pemuda



Menjadi Tombak Penentu

Pemuda Di Barisan Terdepan

Jiwa Berjuang Dan Menggebu

Hanya Untuk Indonesia


Kemajuan Bangsa Dan Bernegara

Di Depan Mata Bagi Pemuda

Yang Sadar Akan Prestasinya

Bukan Masalah Gaya


Pemuda Indonesia

Pegang Teguh Bhineka Tunggal Ika

Dan Jangan Lupakan Budaya

Kita Patut Bangga Kepada Indonesia


Selamat Hari Sumpah Pemuda

Bahasa Satu Berbangsa Satu

Tanah Air Satu

Indonesia

Selasa, 26 Oktober 2021

Menjaga Kewarasan




Hening Hati

Terlihat Tak Peduli

Hanya Bisa Dilihat

Diterpa Sesuai Prasangka


Jangan Berburuk Pikiran

Dengan Perkiraan Belum Tentu Benar

Agar Terjaga Kesehatan

Hidup Damai Tanpa Menuruti Alasan


Menjaga Kewarasan Hati

Tanpa Meninggikan Gengsi

Maka Tahan Tekan Dan  Sudahi

Hidup Tinggal Jalani Dan Nikmati

Senin, 25 Oktober 2021

Aku Malu

 


Aku Malu

Untuk Sekedar Menatap

Aku Malu

Untuk Sekedar Berkata Halo


Tersipu Memendam Rasa

Dari Berbagai Kekurangan

Aku Malu 

Mengatakan Bahwa Rindu


Aku Malu

Jika Aku Terlihat Tak Mampu

Dan Terlihat Tak Pintar

Terlihat Tak Cekatan


Berbisik Kenapa Harus Malu?

Bertanya Kenapa Pesimis?

Tunjukkan Saja Jika Hanya Manusia Biasa

Kekurangan Melekat 

Dan Kelebihan Tak Patut Dikedepankan

Minggu, 24 Oktober 2021

Menghapi Cuaca Hari Ini



Saya tak membayangkan bagaimana di Benua Eropa yang harus menghadapi empat musim. Kita yang hanya dua musim yakni kemarau dan hujan saja kadang bingung. Ketika panas terik seperti ini, banyak yang mengeluhkan.

Begitu juga sebaliknya, jika hujan yang dihadapi padahal hanya air, bukan salju, kita sering kerepotan. Bayangkan saja jika musim salju datang, kita harus siap mantel khusus, bukan payung, lalu siap penghangat ruangan dan sebagainya. Kalau hanya membayangkan enaknya saja kayaknya semua bisa enak tanpa melihat sisi kerepotannya.

Misalnya salju bisa dihadapi dengan bermain salju. Kita pun bisa menghadapi hujan dengan bermain hujan yang tak kalah asyiknya dengan salju. Itulah mengapa manusia, yang perasaan dan keinginannya jika dituruti tak akan ada habisnya.

Lalu bagaimana kita menghadapinya? Mungkin pembahasan saya terlepas dari sisi ilmu geografinya. Yang kita tahu setiap benua ada kondisi geografisnya masing-masing sehingga atar negara atar benua tidak sama musim yang dihadapi.

Namun, jalan utamanya apapun yang musim atau cuaca yang kita hadapi adalah bersyukur, panas dihadapi dengan dinikmati keringat bercucuran masih ada kipas untuk mendinginkan, lalu ketika haus melanda, air masih melimpah untuk dibuat minuman dicampur dengan es akan segar.

Ketika hujan pun, harus banyak bersyukur, air hujan yang jatuh ke bumi merupakan berkah, maka kita dianjurkan berdoa "Allahumma Soiban Naafi'a" yang kurang lebih artinya Ya Allah jadikan hujan ini berkah manfaat. Tanaman-tanaman akan tumbuh segar, dinikmati dengan diiringi dzikir, lalu bisa kita nikmati dengan suguhan hangat seperti teh hangat, singkong goreng, bahkan bakso dengan kuah panas.

Barangkali diantara kita sudah ke luar negeri yang mempunyai empat musim. Jika sudah diberikan kesempatan untuk bisa merasakan berbagai musim maka sudah patut rasa syukur kita berlipat-lipat kepada Allah. Karena segala yang ditetapkan Allah adalah yang terbaik.

Oleh karena itu, sekarang orang Indonesia khusunya area Tulungagung ada yang merasakan panas, gerah, sumuk, ungkep, dan berkeringat maka ucapkan Hamdalah. Karena masih diberikan kesempatan demikian. Ini masih panas dunia yang jarak bumi dan matahari cukup jauh. Bagaimana nanti di akhirat di Padang Marsyah dikumpulkan dengan jarak satu kilan antara matahari dan kepala kita. 

Bagaimana panasnya neraka? Masyaallah, hal-hal demikianlah menjadi pengingat bahwa sebagai manusia kita semua lemah jika tanpaNya. Semua ketetapanNya adalah yang terbaik. Dan harus banyak bersyukur, tafakur. 

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang selalu mengingat Allah apapun kondisi kita.
Salam Semangat 

Jumat, 22 Oktober 2021

Hari Santri 2021



Kita tahu dari tahun 2015 ditetapkan bahwa 22 Oktober merupakan Hari Santri. Santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti dua maknanya yaitu orang yang menuntut agama dan orang yang beribadah. Sehingga santri identik dengan orang yang berilmu dan yang mengamalkannya.

Kita tahu sejarah diperwalian dulu di zaman Sunan Ampel yang telah berhasil melahirkan santri pertama Sunan Giri dalam menjalani jalan spiritual, sufistik dan berkembang dalam dunia pendidikan.

Sehingga berkembangnya waktu santri identik dengan pendidikan. Artinya santri harus seimbang dengan kedua ilmu baik ilmu agama maupun ilmu dunia. Sekarang ambil contoh banyak sekali, banyak para ulama, gawagis, dan santri dalam rangka menyiarkan agama Islam dakwah, ilmu dan segala kegiatannya dapat di bagikan secara terbuka di sosial media. 

Artinya apa, zaman terus berkembang tanpa batas, namun identitas santri harus tetap dipegang. Adanya hari santri, merupakan bentuk apresiasi kepada semua santri yang berkecimung di pesantren untuk menuntut ilmu. 

Jumlah santri di Indonesia, seiring berjalannya waktu juga terus naik. Wajar saja, jika untuk memperingatinya pun sangat beragam. Mulai dari upacara, kirab santri, doa bersama bahkan tasyakuran.

Terlepas dari kemeriahan peringatan hari snatri. Perlu diingat bahwa santri identik dengan attitude atau akhlak, maka attitude, akhlak atau tata krama harus ditunjukkan dan diterapkan dengan baik.

Selanjutnya sudah sepatutkan para generasi penerus terutamabsantri berada di garda depan dalam memajukan negeri Indonesia. Dan santri sebagai ujung tombak dalam memimpin dan meneruskan perjuangan dibidang masing-masing. 

Salam

Selamat Hari Santri

Mari Terus Berjuang Untuk Negeri

Rabu, 20 Oktober 2021

What A Pity



Kasihan Sekali Melihatnya

Namun Tak Iba

Karena Kemunafikan Yang Dibangunnya

Hingga Hilang Harga Diri

Tanpa Rasa Malu


Mencari Dan Terus Mencari

Mengincar Dimana Yang Masih Segar

Untuk Datang Mengambil Tanpa Beban

Hingga Kepuasaan Dirasakan

Lalu Senyum Lebar


Ah

Kehabisan Kata Menggambarkan

Akan Rajin Mendekati

Karena Ada Maksud Tersembunyi

Karena Tak Bermodal Sekalipun Hati


What A Pity You Are

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...