Rabu, 31 Agustus 2022

Juara Bukan Segala-galanya



Menjadi terkenal dalam suatu ajang ketika juara itu wajar. Sebenarnya ketika seseorang sudah memutuskan untuk berani tampil dan percaya diri akan kualitas itu lebih dari kata juara. Sehingga jangan pernah memandang sebelah mata. Siapapun orangnya, semua berpeluang untuk menjadi juara.

Melatih mental dan menunjukkan kualitas hal utama. Objektivitas dalam penilaian harus dijunjung tinggi begitu juga sportivitas. Menjadi juara di kesempatan pertama, sebenarnya adalah pintu awal secara terbuka untuk menuju kompetisi yang lebih tinggi. Sehingga juara kali ini bukan segala-galanya. Tapi juga bukan berarti, bahan cibiran untuk seenaknya dihakimi.

Perubahan serta proses jangan dilupakan. Usaha dan ikhtiar yang kuat, bersama-sama dikerjakan. Ketika, sudah mendapatkan hasil, sekali lagi jangan terlalu berbunga. Tetaplah tawadhu' dengan segudang prestasi, tanpa meremehkan masukan dan nasehat siapapun. Tetap ingat, dibalik juara ada sosok yang suaranya habis, mata melotot, editing teks dan revisi berkali-kali, lalu ada banyak tangan yang tak berhenti berdoa dan berdzikir. Sehingga juara bukan keringatmu sendiri, banggalah dengan cara yang wajar. 

Selanjutnya target dan cita-cita menjadi juara diberbagai cabang dan tingkatan setelahnya harus lebih baik. Ternyata benar-benar terbukti, jika pembinanya disiplin, tegas, serius, niat yang kuat,  ikhtiarnya pol-polan serta dukungan orang tua yang tinggi jalan menjadi juara juga terbuka dengan lebar. Namun, juga sebaliknya, jika tanpa dukungan dari berbagai pihak, seenaknya dalam membina, apa adanya tanpa persiapan yang matang atau dengan istilah "penting ikut" sudahlah, juara hanya sebatas mimpi dan angan. Oleh sebab itu, tunjukkan rasa banggamu dengan segudang prestasimu, jangan hanya jago kandang.

Ilmu cabangnya banyak. Bakat serta skill juga banyak, terus kembangkan jangan pernah malu dalam proses belajar. Jangan merasa kecil dan takut jika belum mencoba. Jangan menutup diri, minder bahkan antisosial untuk membangun relasi networking yang lebih luas.  Mari bersama-sama mengharumkan nama dengan prestasi jangan hanya dengan sensasi. 

Salam Semangat

Agustus Padat Merayap




Agenda di bulan kemerdekaan yang terus menerus tanpa henti. Agustus tahun ini benar-benar sibuk. Sibuk dengan berbagai kegiatan. Mulai dari lomba, karnaval, upacara, baris berbaris, ajang lomba emak-emak seperti membuat tumpeng, jalan sehat, bazar UMKM, dan pertunjukan musik, sholawat hingga wayang kulit. Sepertinya semua warga Indonesia kali ini merasakan kesibukan kegiatan tersebut.

Agustus tahun ini pun juga pada titik, kesehatan yang diuji. Cuaca yang tak menentu kegiatan yang penuh, pola makan yang amburadul batuk pilek atau influenza pun banyak melanda dilingkungan. Memang memakai masker masih sangat dianjurkan, namun sebagian besar masyarakat sudah melepaskan baik di ruang tertutup maupun terbuka. Oleh sebab itu, hendaknya kita tetap waspada, artinya masker harus kita pakai, terutama saat kita berada di tempat yang tertutup dan ramai pula.

Agustus tahun ini, juga istimewa waktu yang dua puluh empat jam terasa sangat singkat. Seperti setiap menit terisi dengan tugas, amanah yang harus dikerjakan. Tidak peduli siang dan malam, didepan laptop menyusun ini itu. Sampai-sampai komitmen saya, dalam menulis juga ikut teruji. Keinginan hati terus menuliskan, tapi lelah tidak bisa membohongi. Sehingga, di penghujung malam  Agustus tulisan ini lahir.

Di balik semua itu, saya sendiri merasa amazing dengan diri saya sendiri. Ternyata bisa juga menjalani kegiatan yang tiada henti ini. Meskipun itu tadi, kesehatan sempat menurun. Artinya apa? kegiatan padat merayap seperti apapun, jika ada niat yang tulus kemudian dilakukan dengan senang hati, semua tidak terasa. Badan lemah lemas, panas, demam, pilek tetap saja jalan. Selain itu, dorongan keluarga, sebenarnya, jika sakit keluarga sudah bilang waktunya istirahat terutama suami. Keras kepalaku tidak bisa kulawan, tetap saja saya jalan, dengan isi tas kemana-mana adalah frescare, minyak kayu putih, masker, tisu, mineral, beberapa vitamin atau suplemen dan susu. 

Itulah nikmat dari Allah yang harus disyukuri. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Semoga terus membawa keberkahan dan manfaat baik buat diri sendiri maupun orang lain. Salam sehat selalu, Agustus 2022 keren banget.

Rabu, 24 Agustus 2022

Perlu Patah Semangat Atau Tidak?


Bukan cibiran yang dinanti untuk sebuah capaian apalagi untuk kesempatan dan prestasi. Yang diharapkan adalah apresiasi yang harusnya terlontar. Masih heran saja, mengapa masih ada orang di muka bumi seperti itu. Lalu, memandang semua hal dengan tolok ukur dirinya dan mengaggap semua tidak penting. Mungkin, manusia seperti itu sebagai penyeimbang isi bumi.

Bijaksana akan muncul mana kala, seorang dihadapkan dengan berbagai masalah dan dihadapi dengan mandiri dan tentunya dengan memikirkan segala resiko yang akan dihadapi. Jika ada masalah sedikit saja, dan masalah kecil, sudah mencari sandaran atau perlindungan kepada orang lain, namanya bukan dewasa dan mandiri. Lebih tepatnya, mentalnya sangat cemen. 

Memang, hak setiap orang untuk berkomentar dan berpendapat tentang semua yang telah kita lakukan. Namun, apakah wajar jika, mereka mengorek dapur orang lain? Dan beropini seenak jidad mereka? Dan perlukah mendengarkan opini yang tidak penting tersebut?

Lalu, pantas kah keberadaan orang tersebut akan membuat patah semangat? Jawabannya pun bervariatif, ada yang menjawab tentu saja, ada yang pasti, ada yang jawabnya "ndelok-ndelok", bahkan ada yang tidak akan berpengaruh. Kalau dalam suatu komunitas bahkan organisasi atau lembaga ada model manusia seperti itu, solusi yang tepat adalah pura-pura tidak mendengar dan hindari saja. Rasanya jika bertemu atau terlihat wajahnya, sudah membuat malas. Sebab, segala yang terlontar jika bertemu, isinya racun kalau bahasa milenialnya, toxic.

Apa hikmah dari uraian di atas. Kadang sebagi manusia kita sangat perlu pura-pura tidak mendengar segala omongan yang hanya bergaung di udara. Toh, itu akan berlalu dengan angin. Lalu jalan terus saja, menjadi diri sendiri tentunya dengan segala hal yang kita lakukan. Jangan risau, hawatir dan sedih, jika apa-apa keputusan dan apa yang kamu lakukan untuk dirimu selagi tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku tetap saja semangat dan jalan.

Minggu, 21 Agustus 2022

Mengembangkan Minat Dan Bakat Para Siswa





Setiap madrasah atau sekolah pasti memiliki kegiatan pengembangan minat dan bakat, yaitu dengan adanya kegiatan ekstrakulikuler. Tujuannya tidak lain untuk mengembangkan bakat, skill siswa dan jika ada kesempatan untuk berkompetisi tentu saja akan diikutkan. Tahun ajaran baru kali ini sudah di desain sedemikian rupa oleh waka kurikulum serta dewan guru untuk mengaktifkan kembali kegiatan tersebut. Di hari Sabtu, pukul sebelas sampai dua belas anak-anak akan masuk kelas sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punya.

Ada kelas musik angklung, menari, sholawat, murotil Qur'an (qiroah), lukis, kaligrafi, dan ekstrakulikuler yang wajib diikuti yaitu Pramuka. Setiap kelas ada guru kooedinator dan pembinanya, yang kami hadirkan. Tentunya pembina tersebut sudah expert di bidangnya masing-masing. Di kelas murotil Qur'an ada Ust Eko dari Kalidawir. Beliau guru kami, tentu saja yang mengajarkan kami qiroah sejak di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Rasanya, sangat bangga dan senang bertemu beliau kembali, disituasi yang sama masih menjadi siswanya beliau.

Kemudian ada kelas Sholawat, bersama Ust Rohmat, beliau ahli di bidang sholawat dan rebananya. Dan bergabung di salah satu grub Sholawat terkenal sudah melalang buana kemana-mana. Kelas Pramuka kita jadikan dua kelas, ada kelas atas atau penggalang 4,5 dan 6 dan kelas bawah atau kelas siaga 1,2 dan 3. Di hari Sabtu, pasti semua senang, sebab kegiatan yang diikuti lebih ke outdoor. Bisa di lapangan, di aula dan mushola.

Kami sangat berharap, jika kegiatan ini keseriusannya ditingkatkan, mulai dari dewan guru sebagai koordinatornya lalu pembina dan siswanya, insyallah akan berhasil. Tugas guru koordinator tidak hanya mendampingi, namun juga ikut serta belajar di bidang tersebut. Tujuannya juga satu, jika pembina berhalangan hadir, kami pun bisa membadalinya. Oleh sebab itu, mari terus semangat, ayo belajar dan jangan pernah malu untuk berjuang dalam mengembangkan bakal minat para generasi muda kita. 

Salam Semangat

Kamis, 18 Agustus 2022

HUT RI Ke 77 Di Desaku







Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Indonesia yang ke 77, tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Hampir di seluruh pelosok daerah di pulau-pulau yang ada di Indonesia memeriahkan dengan tradisi, budaya bahkan kegiatan kearifan lokalnya masing-masing. Ada yang mengadakan berbagai perlombaan tradisional makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, panjat pinang, karnaval dan upacara.

Seperti salah satunya di desa kami Mirigambar,  mengadakan upacara bendera dengan melibatkan seluruh warga desa dan berbagai lembaga pendidikan serta organisasi masyarakat yang ada di desa. Panitia yang tersusun dari berbagai perangkat desa lalu ada pemuda karang taruna. Upacara terkesan baik dan lancar. Terutama dari para petugas, mereka tampil dengan sangat baik.

Persiapan untuk menyambut HUT RI ke 77 dengan diadakannya upacara ini, tidak singkat. Hampir dua minggu lebih latihan berturut-turut. Seperti yang dilakukan kami sahabat-sahabat Fatayat Ranting Mirigambar, mengaransement lagu dan menyanyi bersama dengan tehnik yang betul. Tim paduan suara tidak hanya dari sahabat Fatayat tapi ada rekanita dari IPPNU Ranting Mirigambar. Kemudian pasukan pengibar bendera, gabungan dari siswa siswi MTs PSM Mirigambar, lalu tim marcing band dari Mi Nuris dan Mi PSM Mirigambar, protokol upacara Bu Yuli guru dari SD Negeri 1 Mirigambar.  

Di lapangan sangat full, peserta dari siswa siswi lalu perRtRw, hampir semua mengikuti. RT kami di Rt 003 Rw 004, sangat kompak dan barisannya full. Setelah upacara kami makan bersama dengan menu nasi tiwul, singkong goreng, pisang, klepon semua sukarela membawa dan makan bersama. Sebelum itu, kita berfoto bersama dan membuat video. 

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 kali ini, harus kita maknai dengan rasa syukur kepada Allah. Setelah keadaan pandemi, akhirnya Agustus 2022 benar-benar kita meriahkan sedemikian rupa. Namun, jangan terlalu terlena, serba serbi peringatan kemerdekaan haruslah dibuktikan dengan nyata, bahwa kita cinta tanah air Indonesia dengan terus berjuang di bidang masing-masing.

Jayalah Negeri

Jayalah Bangsaku Indonesia

Merdeka 

Selasa, 16 Agustus 2022

Tampil Berbeda


Uniknya manusia dengan bervariasinya karakter, harus banyak menyesuaikan. Kadang harus memahami dan berdamai dengan keadaan. Jangan memaksakan untuk difahami. Berharap untuk difahami akan berujung dengan kekecewaan.

Tampil berbeda tujuannya sebagai ciri khas yang baik. Namun, kadang berbeda dimaknai dengan sok tahu atau bahkan percaya diri yang berlebihan. Tampil berbeda juga dimaknai dengan keunikan, yang sebagai identitas kuat. Dimana identitas tersebut sebagai tanda yang mencerminkan diri kita sesungguhnya. 

Tampil berbeda harus dengan sesuatu yang bernilai positif dan bermanfaat. Pada manusia pasti ada sisi baik dan tidaknya. Ada sisi bijaksana dan tidak. Oleh sebab itu, jangan risau ada nyinyiran mulut jahatnya mereka karena keberanian untuk tampil beda.

Perlu diingat, tampil berbeda dengan melanggar nilai kewajaran bahkan melanggar nilai sosial lebih baik dihindari dan jangan pernah dilakukan. Namun, selagi tampil berbeda itu membawa kepada kebaikan dan nilai positif, mengapa harus tidak dilakukan? Sehingga, teruslah menjadi dirimu sendiri. Berjalanlah terus ke depan untuk terus berprestasi.

Salam semangat

Senin, 15 Agustus 2022

"Jejakku Menulis" Buku Solo Ketiga



Alhamdulillah, syukur tiada henti. Buku solo ketiga akhirnya terbit juga. Memang ini buku solo yang ketiga namun, buku ini merupakan buku kedelapan yang sudah pernah kami tulis dan terbitkan. Berjudul "Jejakku Menulis" yang isinya kurang lebih dua ratus enam puluh tujuh halaman. Buku solo ketiga ini bertajuk perjalanan atau sejarah bagaimana kami mengawali dunia menulis. Tentunya kami tidak sendiri, bisa dikatakan berhasil menulis juga berkat dan peran serta doa dukungan dosen, guru-guru, keluarga dan kawan yang tidak bisa sebut satu persatu.

Haru bahagia, sebab ditengah-tengah buku ini terbit, kami masih dengan kegiatan, agenda yang sangat padat dan banyak. Selain itu, ketika ada informasi buku ini berhasil terbit, tepat kami di kondisi yang kurang sehat alias sakit. Yang lebih indah lagi, lahir di bulan detik-detik tanggal Kemerdekaan. Lalu sehari setelah diresmikannya kampus STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Ngunut, Tulungagung.

Bukan niat untuk berlebihan, sebab buku ini sudah hampir dua bulan ditahap editing dan layouting. Baik dari kami sebagai penulis, lalu di penerbit. Intinya perjalananya tidak instan. Di buku ini, mungkin sebatas cerita perjalanan atau jejak kami sebagai penulis. Namun, besar harapan kami, buku ini memberikan manfaat bagi pembacanya.

Di buku ini juga dilengkapi dengan tanggal dan foto atau dokumen sebagai bukti sejarah, perjalanan kami menulis. Motivasinya sama seperti di buku sebelum-sebelumnya yakni dari dawuhnya,  beliau dosen kami semua, pakar Literasi Bapak Prof. Ngainun Naim, M.HI dari UIN SATU "Istiqomah akan membawa kepada keberkahan dan menulis itu berkah selain itu penulis akan disebut penulis jika dia menulis, sehingga terus saja praktekkan menulis, jangan hanya sebatas pikiran dan benak, tuangkan saja dalam tulisan". Kami, pun meyakini hal tersebut dengan kuat dan melakukannya. Alhamdulillah, semoga bisa terus menulis dan melahirkan karya selanjutnya yang lebih baik. 

Terima kasih kepada semuanya. Mari terus berliterasi jangan lelah untuk berprestasi dan melahirkan karya, yang bisa bermanfaat dan abadi.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...