Selasa, 20 Mei 2025

Khitan Ceria 2025

 


LKK PCNU Tulungagung berkolaborasi bersama JATMAN, LAZISNU, PERGUNU dan RANTING NU Tegalrejo mengadakan Khitan Ceria pada hari Ahad, 18 Mei 2025. Kegiatan ini bertempat di Masjid I Darussalam Tegalrejo, Rejotangan dengan diikuti sebanyak 84 peserta dari berbagai kecamatan di Tulungagung. Peserta sangat beragam dari yang paling kecil yakni umur enam tahun sampai dua belas tahun. Mereka tidak hanya diantar oleh walinya tetapi juga keluarga besarnya.

Persiapan-persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, terutama oleh Pengurus Ranting Nu Tegalrejo sebagai tuan rumah. Kegiatan Khitan Ceria dimulai dengan pendaftaran peserta. Beberapa peserta sengaja untuk berangkat lebih pagi agar mendapat antrian awal. Bagi peserta yang sudah melakukan pendaftaran, sambil menunggu acara pembukaan mereka menikmati lantunan sholawat yang dimeriahkan oleh grup sholawat PAC Fatayat NU Rejotangan yakni Ainuha Tsurosya.

Tepat pukul 08.00 WIB, acara pembukaan kegiatan Khitan Ceria dimulai. Para peserta diarak menuju panggung utama yang didampingi oleh abah Yusuf dan diiringi oleh sholawat dari kodim 0807, Malang . Suasana khidmat dan bahagia terpancar dari wajah anak anak peserta Khitan Ceria.

Rangkaian acara pembukaan berjalan dengan lancar. Berbagai tokoh masyarakat turut hadir yakni Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung dan Ketua JATMAN Kabupaten Tulungagung. Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Rois Syuriah PCNU Tulungagung, KH. Muhson Hamdani, M.Sy.


Selesai acara pembukaan Khitan Ceria, peserta dipanggil sesuai nomer urut untuk melakukan anestesi yang diakomodir oleh Bapak Sugeng dari LKK PCNU. Setelah anestesi diberikan, mereka akan dipanggil untuk dilakukan tindakan oleh tim medis. Kemudian peserta Khitan Ceria masuk ruangan yang didampingi oleh walinya masing – masing dan juga tim LKK NU seperti Bapak H. Ali Maksum, Bapak Syafa’, dan Bapak Dian Anshori.

Suasana di dalam ruangan campur aduk, ada yang tenang, ada juga yang histeris dan ada juga peserta khitan yang harus dipegang oleh banyak orang. Setelah tindakan selesai dilakukan oleh tim medis, peserta Khitan Ceria akan menukarkan nomer peserta dengan bingkisan dan uang saku. Setelah itu mereka bisa pulang ke rumah masing – masing. Alhamdulillah acara khitan ceria berjalan lancar dan semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat yang berkelanjutan.

Selasa, 13 Mei 2025

Harap

 


apakah tidak boleh bercerita

apakah tidak boleh bahagia

apakah tidak boleh menjadi apa adanya

dan jika saja kau tahu

sekuat tenaga untuk berteriak

apa yang kau harapkan dariku?

layaknya manusia 

aku bisa menangis

aku bisa marah

aku bisa diam

dan berlalu pergi

Aku Menganggapnya Sama

 


apakah seberisik itu

layaknya gemuruh yang tiada henti

mengalir seperti nadi yang tak tahu kapan terhenti

aku menganggapnya sama

kau merasakan gemuruh kalbu

aku juga menganggapnya juga sama

kau terus bahagia


Apa Artinya

 



kata sudah bukan jadi kiasan

kehidupan memang sebuah perjalanan

setiap yang tampak bukan hanya uraian

jangan mencoba untuk menyembunyikan

bukan hanya cinta namun juga tangisan

Selasa, 22 April 2025

Kartini Masa Kini Dialah Ibu

 


    Sudah tidak asing dihari Kartini kita mendengar "Habis Gelap Terbitlah Terang" menjadi perempuan diera yang penuh hiruk pikuknya perkembangan dunia yang sedang maju. Bahkan menjadi mayoritas penduduk di negeri tercinta ini harus tangguh dan kuat dikeadaan apapun. Sekarang perempuan telah "merdeka". Merdeka dalam berkarir bebas memilih dan menentukan profesi apapun yang dihendaki.
    Perempuan yang di rumah saja, memutuskan menjadi ibu rumah tangga juga merupakan suatu profesi  yang mulia. Di era digitalpun perempuan juga bisa berkarya melalui sosial media yang telah mereka miliki, misalnya jualan online, influenser kesehatan dan membagikan berbagai tips parenting dan lain sebagainya. Hal-hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik bahkan mereka mampu melaksanakan tugas yang lain. Sering kita mendengar perempuan mulititalenta, multifungsi dan multikemampuan.
    Perempuan juga harus menyadari dengan sepenuh hati bahwa menjadi tugas utamanya yakni menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Selain itu, sesama perempuan hendaknya saling mendukung dalam hal apapun. Saling mengapresiasi apa yang telah mereka lakukan, memberikan dukungan serta nasihat yang mampu meningkatkan kebaikannya. Misalnya menjadi lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menyerap informasi apapun harus hati-hati dan mendistribusiakannya dengan benar.
   Perempuan juga harus memiliki keahlian tertentu, agar selalu bisa untuk survive atau bertahan. Kadang menjadi perempuan juga dituntut untuk selalu kuat. Sampai mereka kadang tidak memperdulikan kesehatannya demi segala yang dihadapi berjalan dengan lancar, hal ini kita temukan misalnya pada perjuangan sosok Ibu. Segala lelah dan perjuangannya tidak tertandingi, maka sepatutnya dihari Kartini ini, apresiasi tertinggi dan paling utama adalah kepada Ibu kita masing-masing. Mari rasa sayang, cinta dan taat kita kepada Ibu ditingkatkan serta sesama perempuan mari saling mendukung, jangan saling menghakimi atas apapun kekurangan mereka. Selamat Hari Kartini dan Salam Semangat Untuk Semua Perempuan Hebat.

    Kartini Masa Kini Dialah Ibu
    Yang Tak Pernah Lekang Oleh Waktu
    Wahai Ibuku 
    Doaku Agar Engkau Sehat Selalu
    
    

Senin, 21 April 2025

Energimu Energiku




Menjadi Satu Aku Dan Kamu

Bernafas Penuh Kehangatan

Energi Positif Berkolaborasi

Menjadi Energi Yang Sangat Baik

Menyeduh Kopi Di Teras

Memaknai Hidup Yang Selalu Indah

Berhembus Tipis Disela-selanya

Dengan Berucap Alhamdulillah

Minggu, 13 April 2025

Keistimewaan Bulan Syawal

 


Salah satu bulan yang istimewa, dinantikan para umat muslim setelah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan Syawal. Syawal bulan yang biasa kita sebut dengan lebaran atau hari raya. Beberapa daerah identik dengan makanan khasnya yakni adanya ketupat dan opor ayam. Ada juga yang identik dengan mercon dari kertas-kertas yang dinyalakan setelah sholat Ied. Selanjutnya budaya mudik, anjang sana, anjang sini kepada sanak saudara. Namun, perlu diketahui di bulan Syawal banyak amaliah dan fadhilah serta kesunahan-kesunahannya. 

Saya menuliskan tentang keistimewaan bulan Syawal kali ini bertepatan di 15 Syawal 1446 Hijriyah. Sebagai pengingat, nasihat dan juga sebagai pengevaluasi diri Beberapa amaliyah yang disunnahkan diantaranya adalah pertama, ketika malam hari raya hendaknya memperbanyak ibadah, ibadah apapu yang terbaik, dzikir, jama'ah, bershodaqoh, berbagi dan lain-lain. Pada kesunahan ini, kadang-kadang sebagai manusia biasa banyak disibukkan dengan persiapan untuk keesokan harinya, menata jajan, menyiapkan baju, bahkan masih shopping, sehingga banyak toko banyak yang ramai.

Kedua, membaca tasbih sebanyak tiga ratus kali, yang hadiah pahalanya dihadiahkan kepada ahli kubur. Fadhilahnya akan ada seribu cahaya dalam kubur dan Allah akan memberikan kepada orang yang membaca tersebut. Ketiga, seperti banyak yang dilakukan oleh umat muslim mengumandangkan Takbir. Malam satu Syawal juga ditunaikan zakat. Ada beberapa waktu dalam mengeluarkan zakat yakni:

  1. Waktu Wajib: sejak terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan
  2. Waktu Yang Utama: setelah terbitnya fajar tanggal 1 Syawal dan sebelmu shalat Idul Fitri
  3. Waktu Jawaz: mengeluarkan zakat pada awal Ramadhan
  4. Waktu Makruh: mengeluarkan zakat setelah shalat Idul Fitri samapai terbenamnya matahari
  5. Waktu Haram: Mengakhirkan zakat dari hari raya  Idul Fitri dengan tanpa udhur
Sunnah selanjutnya adalah melaksanakan Shalat Idul Fitri, yang merupakan sunnah muakkad. Dan sebelum sholat sunnah ada beberapa yang disunnahkan, yakni mandi dan berhias, mengenakan pakaian yang paling bagus dan terbaik. Pada umumnya ketika hari raya baju yang kita kenakan baru. Mengenakan wangi-wangian, sarapan atau makan sebelum sholat Ied, dan menelewati jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid.

Kesunnahan selanjutnya adalah sholat sunnah setelah sholat Ied sebanyak 4 rakaat, lalu ziaroh kubur, shilaturrahim, membaca dzikir dan puasa enam hari di bulan Syawal. Pada puasa enam hari di bulan Syawal tergolong sunnah muakkad. Puasa sunnah ini bisa dilaksanakan secara berturut-turut atau terputus-putus, diperbolehkan juga dikerjakan di awal, tengah, dan akhir. Dalam riwayat hadits riwayat Bukhori Muslim disebutkan bahwa "Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya seperti puasa setahun"

Mumpung masih bulan Syawal kesunnahan yuk semangat untuk tetap mengejar kesunnahannya, mengejar RidhoNya. Utamanya terus membuka hati untuk memafkan dan lebih kalem, sabar dan bijaksana dalam segala hal. Saya ingat pesan seorang guru bahwa, kualitas baik buruknya ibadah Ramdhan kita, itu bisa dilihat setelah lepas hari raya. Ramadhan kenceng seklai jamaah, ngaji, berbaginya namun selepas Ramadhan pergi jangan sampai hal-hal baik itu lepas juga. Yuk Tetap Semangat


Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...