Minggu, 13 April 2025

Keistimewaan Bulan Syawal

 


Salah satu bulan yang istimewa, dinantikan para umat muslim setelah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan Syawal. Syawal bulan yang biasa kita sebut dengan lebaran atau hari raya. Beberapa daerah identik dengan makanan khasnya yakni adanya ketupat dan opor ayam. Ada juga yang identik dengan mercon dari kertas-kertas yang dinyalakan setelah sholat Ied. Selanjutnya budaya mudik, anjang sana, anjang sini kepada sanak saudara. Namun, perlu diketahui di bulan Syawal banyak amaliah dan fadhilah serta kesunahan-kesunahannya. 

Saya menuliskan tentang keistimewaan bulan Syawal kali ini bertepatan di 15 Syawal 1446 Hijriyah. Sebagai pengingat, nasihat dan juga sebagai pengevaluasi diri Beberapa amaliyah yang disunnahkan diantaranya adalah pertama, ketika malam hari raya hendaknya memperbanyak ibadah, ibadah apapu yang terbaik, dzikir, jama'ah, bershodaqoh, berbagi dan lain-lain. Pada kesunahan ini, kadang-kadang sebagai manusia biasa banyak disibukkan dengan persiapan untuk keesokan harinya, menata jajan, menyiapkan baju, bahkan masih shopping, sehingga banyak toko banyak yang ramai.

Kedua, membaca tasbih sebanyak tiga ratus kali, yang hadiah pahalanya dihadiahkan kepada ahli kubur. Fadhilahnya akan ada seribu cahaya dalam kubur dan Allah akan memberikan kepada orang yang membaca tersebut. Ketiga, seperti banyak yang dilakukan oleh umat muslim mengumandangkan Takbir. Malam satu Syawal juga ditunaikan zakat. Ada beberapa waktu dalam mengeluarkan zakat yakni:

  1. Waktu Wajib: sejak terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan
  2. Waktu Yang Utama: setelah terbitnya fajar tanggal 1 Syawal dan sebelmu shalat Idul Fitri
  3. Waktu Jawaz: mengeluarkan zakat pada awal Ramadhan
  4. Waktu Makruh: mengeluarkan zakat setelah shalat Idul Fitri samapai terbenamnya matahari
  5. Waktu Haram: Mengakhirkan zakat dari hari raya  Idul Fitri dengan tanpa udhur
Sunnah selanjutnya adalah melaksanakan Shalat Idul Fitri, yang merupakan sunnah muakkad. Dan sebelum sholat sunnah ada beberapa yang disunnahkan, yakni mandi dan berhias, mengenakan pakaian yang paling bagus dan terbaik. Pada umumnya ketika hari raya baju yang kita kenakan baru. Mengenakan wangi-wangian, sarapan atau makan sebelum sholat Ied, dan menelewati jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid.

Kesunnahan selanjutnya adalah sholat sunnah setelah sholat Ied sebanyak 4 rakaat, lalu ziaroh kubur, shilaturrahim, membaca dzikir dan puasa enam hari di bulan Syawal. Pada puasa enam hari di bulan Syawal tergolong sunnah muakkad. Puasa sunnah ini bisa dilaksanakan secara berturut-turut atau terputus-putus, diperbolehkan juga dikerjakan di awal, tengah, dan akhir. Dalam riwayat hadits riwayat Bukhori Muslim disebutkan bahwa "Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya seperti puasa setahun"

Mumpung masih bulan Syawal kesunnahan yuk semangat untuk tetap mengejar kesunnahannya, mengejar RidhoNya. Utamanya terus membuka hati untuk memafkan dan lebih kalem, sabar dan bijaksana dalam segala hal. Saya ingat pesan seorang guru bahwa, kualitas baik buruknya ibadah Ramdhan kita, itu bisa dilihat setelah lepas hari raya. Ramadhan kenceng seklai jamaah, ngaji, berbaginya namun selepas Ramadhan pergi jangan sampai hal-hal baik itu lepas juga. Yuk Tetap Semangat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...