Minggu, 29 November 2020

Cinta

Setiap manusia, sudah menjadi kodratNya mempunyai rasa cinta. Allah menganugerahi rasa cinta, bukan tanpa alasan. Bayangkan saja, jika manusia tanpa rasa cinta, sayang atau tepo seliro dan welas asih terhadap sesama. Mungkin perpecahan, perselisihan akan selalu terjadi setiap detiknya. 

Rasa cinta itu harus dibuktikan secara nyata. Misalnya, jika ada seseorang mengaku cinta, tetapi tanpa bukti konkret, hal itu hanya ilusi saja. Seperti cinta kita kepada Allah Maka harus kita buktikan secara nyata. Allah menjelaskan dalam Al Quran tentang cinta, dalam surah Ali Imran Ayat 31 sebagai berikut: 

 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Di ayat tersebut, sudah jelas sekali cara membuktikan rasa cinta kita kepada Allah diantara ada "ikutilah Aku". Maka harus selalu kita taati segala perintahNya dan laranganNya, apapun itu. Contoh sederhananya, memenuhi segala kewajiban rukun Islam serta rukun ImanNya. Sepertinya terdengar umum menaati serta menjauhi laranganNya. Namun, jangan salah, kata "fattabi'unii" atau "ikutilah Aku" bisa dibuktikan dengan mengikuti segala sunnah RasulNya. Artinya, mencintai Allah itu dapat dibuktikan dengan banyak jalan. 

Seperti halnya mencari jodoh, masih selalu saya ingat, dawuh guru saya berkaitan tentang cinta. Pada waktu itu, saya yang menginjak jenjang masa remaja detik-detik mau diambang kelulusan dan menyandang sebagai alumni di madrasah tersebut. 

Tepatnya di bulan Ramadhan dihadapan para siswa, yang sedang mengikuti kegiatan  pondok Ramadhan. Setelah sholat dhuhur beliau menyampaikan apa sebenarnya makna cinta. Karena secara tidak sengaja, beliau menemukan surat milik salah satu santri yang kebetulan isinya dia sedang jatuh cinta kepada seseorang.

Lalu, beliau bertanya "apa sebenarnya cinta itu?". Semua santri terdiam, entah tahu atau susah menjelaskannya. Saya yang diantara mereka pun ikut berfikir bahkan mempunyai konsep bahwa cinta itu rasa senang atau suka terhadap seseorang. Tanpa ada embel-embel syarat tertentu.

Tetapi, konsep baru saya temukan akan makna Cinta itu sendiri dari beliau. Kata cinta terdiri dari lima huruf, yaitu C-I-N-T-A. Ada makna dibalik semua susunan huruf tersebut, diantaranya:

C=Carilah Ridha Allah

I=Ingin Selamat

N=Nurut Orang Tua

T=Tetapkan Semua Hal Untuk Ibadah

A= Allhamdulillah

Susunan makna perhuruf pada kata cinta di atas menurut saya sangat mendalam. Ternyata, konsep yang saya bangun di masa remaja waktu itu, masih kurang tepat. Membangun cinta dalam hal mencari jodoh, dasar paling awal dan utama adalah karena Allah. Lebih luasnya, cinta terhadap segala hal, harus kita libatkan Sang Pemberi Cinta itu sendiri yaitu Allah SWT. 

Tidak ada larangan menyukai, saling menyayangi dan mencintai antar sesama manusia. Namun, ada porsinya. Karena antara cinta dan nafsu jika tanpa benteng yang kuat, akan berbahaya.

Cinta, di akhir kata tersebut ada huruf "a" dimaknai dengan Alhamdulillah. Maka sudah jelas jika cinta yang dibangun atas dasar nama Allah, pasti akan menemukan kebahagiaan dan rasa syukur yang dalam.

Begitu juga di penjelasan akhir ayat di atas bahwa jika kita mampu mengikuti, membuktikan rasa Cinta kita kepada Allah, maka sudah jelas Allah akan balik mencintai, mengasihi serta mengampuni dosa kita. Subhanallah...

Mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apa makna cinta sesungguhnya? Sudahkan kita buktikan cinta kita terhadapNya? Dan seberapa besar cinta kita kepadaNya dan para utusanNya?

7 komentar:

  1. Alhamdulillah...siap dicintai dan mencintai krna Alloh...
    Tulisan yg indah.

    BalasHapus
  2. Rasa cinta pasti ada
    Pada mahluk yang bernyawa.

    BalasHapus
  3. Rasa cinta pasti ada
    Pada mahluk yang bernyawa.

    BalasHapus
  4. Dalam hablum minallah dan hablum minannas, hendaknya selalu diiringi rasa cinta,

    BalasHapus

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...