Senin, 30 November 2020

Seberapa penting ilmu?


Ilmu agama dan ilmu umum. Dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Saya teringat dawuh  guru saya "berhati Masjidil Haram, berotak London". Dulu sewaktu masih di pesantren, saking seringnya kita dengar tentu selalu hafal dengan kalimat tersebut. Namun, namanya anak di masa seragam putih abu-abu, semua seperti angin berlalu.
Berjalannya waktu ke waktu, perjalanan mencari ilmu serta pengalaman yang diperoleh, maka semakin faham dan tahu apa maksud dari kalimat tersebut. Yaitu tentang ilmu agama dan ilmu umum.
Kedua ilmu tersebut menurut saya tidak bisa dipisahkan. Porsinya pun harus sama, artinya tidak boleh berat sebelah. Ilmu umum tanpa didasari ilmu agama akan kacau. Misalnya saja, seorang anak yang genius menemukan alat atau robot yang bisa mencuci baju. Jika tidak didasari dengan ilmu agama yang kuat. Dia bisa saja, merasa dirinya paling hebat, akhirnya menjadi orang yang takabur atau bisa jadi  robot yang diciptakan tidak menggunakan konsep fiqih, bagaimana mencuci bersih dan suci pada suatu pakaian, atau bahkan sebaliknya. Dari uraian tersebut, keseimbangan kedua ilmu itu penting dilakukan.
Di jaman modern ini, penuh dengan kecanggihan tekhnologi maka keberadaan ilmu agama sangat diperlukan. Namun, jangan salah, ilmu pengetahuan umum di era kemajuan ini semakin maju dan berkembang kita harus mengikutinya. Mau tidak mau tetap mengikutinya. Jika tidak ingin berubah menjadi lebih maju, ibarat orang berlomba lari teman sudah lari demi garis finis tapi kita masih berjalan ditempat.
Keseimbangan antar kedua ilmu itu penting. Seperti Rasulullah bersabda sebagai berikut:  

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

"Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu." (HR. Bukhori dan Muslim)

Itulah penjabaran dari kalimat "berhati masjidil haram berotak london". Intinya setinggi apapun ilmu kita, jangan meremehkan antar ilmu yang lain. Dan di manapun kita berada hendaknya selalu kita tetapkan karena mengharap RidhoNya.

7 komentar:

  1. Apik mbk...kudu balance...sok nek wes wayahe ndingkluk..br terasa, tp pama surah milih..ilmu agama lbh utama...ada yg bilang sapa yang mau nguri ilmune pengeran bakal di jaga lan dicukupi lan dimudahkan..ngono ta cah ayu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggeh bu leres, terimkasih bu atas komentarnya, hihih takseh belajar terus bu 🙏🏻

      Hapus
  2. Aku juga menjadi ingat pesan Guru idolaku sewaktu masih seragam abu abu putih pada tiap hari senin dan selasa.Sekolahku dulu di barat pasar sapi timur jalan, beliau selalu ber pesan : Jadilah orang yang alim dan intelek, atau orang yang intelek yang alim.

    BalasHapus

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...