Black Shoes, lima tahun lalu aku menemukanmu di negeri sebrang. Kau menemani sepanjang perjalananku. Dikala denganmu kumulai mencari dan meniti karir mulai setitik jarum kecil. Memulai belajar apa itu pendidik, bagaimana menjadi pendidik, bagaimana berinteraksi dengan orang lain wali murid dari model A sampai Z dan apa itu tupoksi apa itu SOP.
Panas hujan kuterjang. Mruput, dimana teman-teman sekos masih menuai mimpi di pulau kasur, aku sudah besiap menuju sekolahan. Klotak-klotak bunyimu. Kadang membuat beberapa teman terbangun.
Perjuangan senin sampai jumat pulang pukul 16.00 WIB. Jam kerja menghiasi jalan-jalan kota Malang dan tentu sudah sangat padat. Seandainya, telat berangkat pasti ketendang macet di lampu merah pertigaan Dinoyo.
Namanya juga masih mahasiswa, keja senin sampai jumat penuh. Cara membayar hutang tidur atau sekedar jalan-jalan ke Matos, MOG, makan di luar dan bersama teman-teman di hari sabtu dan minggu. Tapi tidak lupa, tetap ada jam untuk nugas. Tetap dengan sepatu itu. Kini kamu menjadi sejarah perjalananku.

Njaluk adik
BalasHapusLeres pak.... sudah mangap2 ðŸ¤
BalasHapus