Senin, 21 Desember 2020

Haming, hmm....


Kuantitas dan kualitas kedua kata yang menurut saya saling berhubungan. Kadang, kita menemukan kata kuantitas dalam sebuah penelitian yang dituangkan dalam sebuah angka . Sedang kualitas bisa kita artikan pada keawetan suatu benda atau nilai benda itu sendiri. 

Ketika berbicara kuantitas akan berujung angka atau hal yang bisa dihitung. Dimulai dari satu sampai nominal tertentu. Banyak suatu benda yang dapat dihitung, maka hal itu termasuk dari suatu kuantitas. Maka, bisa diartikan kuantitas adalah suatu benda yang masih dapat dihitung.

Kuantitas bisa dicontohkan, semisal dalam suatu acara kita membutuhkan sekitar berapa porsi es buah. Hal tersebut masuk dalam suatu kuantitas, karena bisa kita hitung. Kalau undangannya sekitar empat ratusan, maka kita bisa bersiap empat ratus lima puluh atau lima ratus. Hal itu sangat jelas bisa dihitung, tanpa menilai kualitas es buahnya manis atau pahit. Sekali lagi hanya di hitung tanpa memperhitungkan rasa.

Berbeda dengan kualitas, kualitas, akan lari pada suatu nilai yang memberikan makna dan arti suatu benda. Tentu, nilai akan dituangkan sebagai angka. Nilai yang tertera akan melambangkan sebuah makna dan arti. Maka, terbesit pertanyaan kembali, pentingkah nilai, yang dituangkan dalam angka?

Jawabannya penting, misal saja untuk mencari kualitas jenis makanan biasa kita berikan nilai dan makna pada nilai tertentu, misalnya, 

60 < 70 = kurang enak

71 < 80 = enak

81 < 90 = lezat

90 < 100 = sangat lezat

Nah, maka setiap angka yang ditulis akan mengandung nilai, dan setiap nilai akan mengandung makna dan arti pada sebuah benda.

Terlihat mbulet, dan ruwet. Tapi sebenarnya keduanya juga penting dalam kehidupan termasuk diri kita. Timbul pertanyaan lagi dan lagi?

Apakah diri ini bagian dari kuantitas saja? 

Atau

Apakah diri ini bagian dari kuantitas yang berkualitas? Hmm...

Kalau berbicara kuantitas kita sebagai manusia tentu dapat dihitung oleh siapapun. Namun jika diiringi dengan adanya kualitas yang lebih, maka keberadaan kita juga akan lebih berarti, bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

So, jangan lelah untuk terus dan terus berbuat baik. Jangan hanya bagian dari kuantitas saja, tunjukkan kualitas dan arti makna angka nilai itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...