Jumat Legi, tanggal 11 Desember 2020 dilaksanakan rutinan jantiko mantab. Alhamdulillah bertempat di desa suami, lebih tepatnya di masjid Baiturrohman Keben Aryojeding Rejotangan Tulungagung. Saya sangat lama tidak mengikuti rutinan jantiko ini. Terakhir mungkin saya masih MI atau SMP.
Ada yang berbeda dari rutinan yang saya tahu. Biasanya jamaah yang hadir dari pagi sampai khataman pasti akan membludak atau banyak. Dan orang jual yang keliling serta membuka gerobak-gerobak mulai dari songkok, tasbih, minyak wangi bahkan gerobak jajan nyaris juga tak terhitung. Namun, kali ini nyaris tidak ada. Saya hanya menemui satu penjual jajanan gipang yang keliling.
Jantiko dimulai dengan hidiyah fatihah bada subuh. Kemudian, dilanjutkan para hufadz untuk melantunkan Kalamullah bil ghoib. Para hufadz memakai pakaian putih. Kami sebagai sami'in/sami'at atau penyimak, pendengar memperhatikan dengan saksama ayat per ayat yang dibaca.
Para hufadz, dalam melantunkan ayat-ayat Al Quran suaranya sangat merdu dan sangat nyaman tenang didengarkan. Ketika ada sebuah kesalahan ayat, kami yang mendengarkan akan membetulkan.
Pada juz-juz awal saya, masih bisa menirukan hitung-hitung untuk nderes. Tapi, berjalannya waktu, mata tak bisa diajak kompromi. Ngantuk melanda, kuputuskan setelah jamah sholat dhuha pulang.
Kemudian, saya dan suami balik lagi pukul 15.00 sholat asar berjamaah. Banyak diantara jamaah putri yang sudah nenek-nenek tapi semangatnya tinggi. Mereka menyimak sambil ngemil gipang. Jadi tak heran, mereka tidak ngantuk seperti saya. Setelah berjamaah Asar melanjutkan pembacaan juz 25 sampai juz 30 sebelum surah Ad Dhuha, dilanjut jamaah sholat Magrib.
Ternyata, setelah sholat magrib, tidak langsung hataman. Ada amaliyah dzikrul Ghofilin. Cukup panjang amaliyah dzikrul ghofilinnya. Saya awalnya tidak melihat barisan belakang saya. Ternyata jamaah putri lumayan banyak sampai ujung serambi masjid.
Amaliyah selesai dilanjutkan sholat berjamaah isya. Baru setelah itu hataman dari surah Dhuha sampai An Nass. Saya dan Bu Awin, istri dari salah satu hufadz duduk di shof depan panggung kecil para hufadz. Alhamdulillah dihadiri para pemimpin jantiko Almukarrom Mbah Yai Arsyad dari Pondok Pesantren Al Falah Trenceng Sumbergempol.
Sebelum doa, beliau menyampaikan nasehat singkat tentang perbanyak dzikir istighfar "astagfirullahaladzim". Diwaktu dan kesempatan apapun hati kita harus banyak diajak dzikir mengingatNya. Setelah beliau selesai dawuh, acara ini ditutup dengan doa bersama.
Jantiko Mantab Jamiah Istima'i Quran kali ini menurut saya sangat berkesan. Tanpa membaca, cukup menyimak dan mendengarkan dengan saksama insyaallah dinilai pahala oleh Allah SWT. Lalu kegiatan ini biasa dilakukan di tempat yang terbuka dan luas, sehingga kadang membawa tikar sendiri, duduk di atas rumput dan tegalan milik orang karena saking banyaknya jamaah. Namun kali ini berbeda, saya lebih nyaman di serambi masjid. Tentunya dengan protokol kesehatan, memakai masker dan menjaga jarak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar