Selasa, 15 Desember 2020

Silaturrohim


Sore ini, rutinan jamiah manaqib dan muslimat nurul hikmah mirigambar kebetulan bertempat dirumah tetangga depan rumah pas. Di rumah pemilik toko Bintang gorden, Ibu Martin. Seperti biasa layaknya rutinan di era pandemi, semua ibu-ibu muslimat memakai masker, jaga jarak dan tuan rumah wajib menyediakan temat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.

Acara dibuka oleh pembawa acara Budhe Supat dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo. Kurang lebih susunan acaranya pembukaan dengan pembacaan surah Fatihah, pengumuman dari pimpinan jamaah, tausiyah singkat, istighostah, pembacaan syiir manaqib serta ditutup dengan doa.

Acara dibuka dengan surah Fatihah yang dipimpin oleh pembawa acara. Kemudian dilanjutkan pengumuman dari pimpinan jamaah. Terdengar tidak asing suaranya. Suami berkata "itu lo suara umi". Saya berkata "hem... pengumumane lak panjang kali lebar". Intinya tetap jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan dan dimohon bantuan sodaqoh nasi kotak untuk acara pelantikan Ipnu Ippnu di ranting Mirigambar. Dan menu yang disepakati adalah lele lalapan sama sambal. Dikumpulkan di hari Minggu, tanggal 20 Desember 2020 pukul 07.00 di rumah. Serentak ibu-ibu menjawab "nggeh setuju".

Nah, baru acara inti yakni tausyiah singkat diisi oleh beliau Bapak Mahmud. Beliau berkata, kali ini perdana mengisi di rutinan ini. Sebelum mengisi,  beliau meminta kesepakan kepada jamaah, berapa waktu yang diberikan. Ibu-ibu menjawab lima belas sampai dua puluh menit. Kemudian beliau meminta hanya lima belas menit. Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan tentang "Silaturrohim". 

Betapa pentingnya silaturrohim. Dan banyak manfaat serta faedah dalam silaturrohim diantara di sebutkan dalam hadits Rasullullah :


 مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Yang Artinya: 

Barang siapa yang mau rezekinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan, hendaklah ia menyambung kerabatnya (silaturahim).

Selain itu, silaturrohim juga bernilai ibadah, mana kala kita niatkan untuk mencari ridho Allah. Beliau juga menyampaikan , sebenarnya mencari pahala itu sangat mudah. Contoh ibu-ibu masak pagi untuk suami, dan anak-anak keluarganya setiap hari bisa diniati ibadah itu sudah bernilai ibadah dan pahala. Namun, membuat dosa jauh lebih mudah tanpa kita sadari. Banyak contohnya itu, awalnya niat silaturrohim bernilai baik dan pahala tetapi tanpa disadari dinodai dengan ghibah kecil, menuju gosip yang digosok makin sip. Seraya semua ibu-ibu jamaah tertawa kecil. Bahkan ada berkata dengan suara lirih "betul juga yo". Lalu beliau mencontohkan ibu-ibu kalau bertemu teman atau tetangganya di jalan kira-kira bertanya apa ya. Semua menjawab "teko ngendi yu?" (dari mana mbak?"). Pasti jawabnya njenengan semua tidak juga cuma satu kalimat. Saya yakin, pasti jawabanya njenengan semua dari pasar, belanja cabai dapatnya macam-macam, lha kok bertemu si A si B dan ini dan itu. Itu lo ibu-ibu dosa yang kadang tanpa kita sadari. 

Kemudian beliau menekankan sekali lagi, betapa pentingnya tentang niat dalam segala tindak langkah kita salah satunya dalam silaturrohim. Kemudian, sebelum beliau tutup beliau menjelaskan inti isi ngaji bersama tersebut. Kalau masih ada waktu hendaknya kita sempatkan silaturrohim kita niatkan untuk ibadah dan menyambung persaudaraan.

Acara selanjutnya adalah istighostah dan pembacaan syiir manaqib seperti biasa, suara ibu-ibu cetar membahana tanpa sedikit falset dalam syiir tersebut. Dan selalu semangat dan terkenal vokalis handalan jamaah ini adalah Bu Kasitun. 

Tak terasa acara dimulai dari pukul 13.00 WIB dan diakhiri pukul 16.00 dengan ditutup doa bersama. Banyak pelajaran yang dapat diambil mengikuti rutinan jamaah ini, bertemu bersosialisasi dengan ibu-ibu yang sudah senior bahkan rata-rata sudah menjadi nenek dan buyut. Kemudian mereka mempunyai semangat yang kuat dan selalu kompak, terlihat dari seragamnya. Semoga rutinan jamaah manaqib ini selalu diridho Allah dan istiqomah manfaat dan barokahi bagi semua.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...