Kamis, 17 Desember 2020

Rainbow


Rabu, 16 Desember 2020 pagi-pagi, masih memakai kostum kebesaran "daster". Baru saja beres dari kantor kesejahteraan keluarga "dapur". Ada suara Abah memanggil "Mas Bro...Mas Bro...Mas Bro". Sapaan akrab buat anak tetangga depan rumah mempunyai nama asli Abdau. Abdau sedang bersepeda dengan temannya Azzam. Azzam kalau diurut dari keluarga, dia adalah cucu dari Abah. Mereka seusia kelas tiga madrasah ibtidaiyah. Mereka seperti mimin mintuno kemana saja berdua.

Kemudian, mereka mendengar panggilan Abah, langsung belok ke rumah. Muter-muter dengan sepedanya di halaman rumah. Tiba-tiba mereka manggil dengn siara kelas. "Mbak...mbak... mbak.. ambil kamera fotoin kita, ada pelangi". Sedang saya masih enak membawa sapu lidi. Teriakan lagi "Mbak cepetan" teriak Abdau. Azzam tak mau kalah juga "Selak hilang mbak pelangine" (segera hilang lo mbak pelanginya). Sempat ragu dengan teriakan mereka, masih kuenakkan untuk menyapu halaman. 

Tak lama mereka parkir sepeda dan menarik tanganku untuk melihat pelangi. Ternya betul ada pelangi. Karena masih suasana di pagi hari, dan mendung syahdu pelangi tersebut sangat indah.

Lalu, kuabadikanlah momen langka ini, dengan kenaturalan tingkah Abdau dan Azzam. Setelah berfoto-foto, mereka mecoba mengingat lagu pelangi. Dan menghitung warna-warni pelangi tersebut.

Sambil melanjutkan menyapu, saya mendengar percakapan polos mereka. "Kok apik banget yo pelangine, sopo sing gawe?" Kemudian si Azzam juga bergumam "gek kok ndak mendino enek pelangi, nyapo yo". Berbincang-bincang sambil ngrecoki Abah yang masih sibuk dengan burung-burung kicauannya.Mereka tertawa terbahak-bahak entak bagaimana Abah menjawab gumaman mereka.


Pelangi

Berjuta Warna 

Melukis DilangitMu


Suguhan Yang Indah

Kenikmatan Mata

Yang Tak Tertandingi


Mendung Syahdu

Di Pagi Ini 

Kita Bermain Bersama


Jangan Malu

Untuk Menampakkan 

Wahai Pelangi


Terimakasih Ya Allah

Sungguh Indah 

Pelangi CiptaanMu




2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...