Jumat, 18 Desember 2020

Sore Ini


Lantunan ayat-ayat Al Quran di sore hari menjelang maghrib membuat hati semakin merasa tenang. Didukung dengan suasana mendung. Ditemani beberapa gorengan, ada pisang goreng, singkong goreng dan weci. Sungguh betapa nikmatnya. Alhamdulillah.

Menjelang akhir tahun ini, saya meraba dan mengingat kembali sepanjang tahun 2020. Yang secara jelas tahun 2020 ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Adanya pandemi covid 19 membuat banyak diantara kita yang harus beradaptasi ulang dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru. Mulai dari aktivitas sekolah yang hanya melalui jaringan, kemana-mana harus memakai masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Tidak sedikit kegiatan perekonomian yang mendadak menurun drastis bahkan macet. 

Yang menciptakan segala halnya termasuk covid 19 ini adalah Allah. Manusia di bumi ini harus menerimanya dengan lapang dada. Lapang dada bukan berarti tanpa ikhtiar. Harus menerima tetapi wajib mencegahnya dengan segala yang dianjurkan oleh dunia kesehatan.

Banyak di daerah kita yang lockdown demi untuk keselamatan. Dan tidak sedikit  orang yang meninggal, karena kasus covid ini. Maka sudah sangat amat wajib, kita harus menjaga kesehatan.

Rizki yang Allah berikan tidak melulu sebuah materi berupa uang. Ada hal yang wajib kita tahu, di waktu ini rizki yang wajib kita syukuri secara mendalam dan sangat berharga adalah berupa rizki sehat. Sehat merupakan modal utama untuk melakukan segala aktivitas. 

Sehat harus dimulai dari diri kita sendiri. Pertama, pola fikir yang sehat, positif thingking selalu bersemangat melakukan hal yang baik. Kedua, makan-makanan yang sehat, empat sehat lima sempurna. Kandungan protein, baik hewani atau nabati karbohidrat, lemak baik serta vitamin-vitamin minimal kita tahu dan mempraktikkannya. Lalu jangan lupa olahraga.

Kemudian, yang paling utama perbanyak sholawat, istighfar dan senantiasa bersyukur, perbanyak amaliyah ubudiyah kepada Allah. Agar di manapun kita berada selalu dilindungi dan diberikan kesehatan keselamatan dunia maupun akhirat.


2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...