Senin, 22 Februari 2021

Cerita



Setiap orang pasti mempunyai cerita sendiri-sendiri. Entah cerita menyenangkan, menyedihkan dan cerita yang tidak bisa dilupakan. Lalu cerita-cerita itulah yang akan membuat kita semakin belajar.

Cerita yang kita alami, bisa menjadi suatu pelajaran bagi yang mendengarkan. Sedang kita yang mendengarkannya, juga bisa belajar bagaimana menjadi pendengar yang baik, pemberi tanggapan atau sekedar pemberi pertanyaan yang tepat untuk mereka yang bercerita.

Nah, dari pengalaman saya selama ini, ada beberapa tipe orang yang bercerita, bedasarkan keadaannya. Tipe pertama adalah bercerita karena hanya ingin didengar oleh orang lain saja. Biasanya pada tipe ini, si pemberi cerita akan bercerita dari A sampai Z tanpa jeda, detail dan lebih terbuka. Bahkan tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya. Artinya mereka hanya ingin didengarkan saja.

Tipe kedua bercerita dengan setengah-setengah artinya mereka akan bercerita jika ada pertanyaan kecil. Lalu akan dia lanjutkan ceritanya. Jika tanpa pertanyaan kembali, maka cerita selanjutnya kemungkinan besar tidak disampaikan atau berhenti sampai itu saja.

Tipe ketiga bercerita karena keterpaksaan. Pada tipe ini biasanya diawali dengan lawan bicaranya yang harus bertanya atau "memancing" terlebih dahulu kadang banyak pertanyaan yang diajukan. Namun, biasanya cerita itu tidak akan keluar semuanya. Hal ini disebabkan karena banyak hal. Bisa jadi, ada batas tertentu yang harus di jaga oleh pemberi cerita.

Tidak dipungkiri bahwa kita semua mempunyai cerita dan rahasia. Tapi dengan bercerita tidak semua hal bisa dinilai dengan suatu kesalahan. Ada juga yang menganggap dengan bercerita akan mengurangi beban perasaan. Lalu yang terpenting adalah banyak pelajaran yang harus kita ambil atau hikmah manfaat dari cerita yang telah kuta dengar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...