Kalau demam, pasti rasanya badan ini pening dan hangat. Sama saja seperti baru-baru ini banyak orang yang demam karena tanaman. Tidak usah jauh-jauh saya sendiri.
Dulu sebelum ada hajatan rumah saya penuh dengan tanaman bungan seperti anggrek tanah, kamboja, bugenfill dan pernah juga ada pentris. Karena kebutuhan hajatan ya sudahlah semua dibersihkan. Sungguh sayang.
Namun, sekarang keadaan berbeda apalagi di musim pandemi ini. Orang-orang banyak kerja dan berkegiatan dari rumah. Nah salah satu untuk menyibukkan kegiatannya adalah dengan tanam menanam tumbuhan hias seperti bunga.
Sehingga di pasar bunga pun harga tanaman juga melangit. Anehnya, saya suka membeli tanaman itu, namun kadang untuk merawatnya kurang rajin atau kurang tlaten.
Otomatis yang merawat adalah umi saya. Hihihi tanaman-tanaman tersebut banyak yang "ndeder"/nampak sendiri dari indukan sendiri. Ada juga yang barter dengan saudara dan juga beli. Ada juga yang dapat dari trutusan tegalan.
Diakhir pekan saya menyempatkan untuk berkunjung ke pasar bunga atau toko bunga dan toko plastik. Sekedar cuci mata kalau ada yang cocok dan sesuai kantong ya beli bunga atau potnya. Tidak yang mahal-mahal dulu, yang sederhana tapi cantik dan elegan ditata di depan rumah.
Semoga tidak hanya jadi demam yang hangat-hangat kemudian hilang dan bosan. Karena bertanam dan merawat tanaman sebagian dari melestarikan alam dan memproduksi oksigen yang jauh lebih banyak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar