Selasa, 23 Maret 2021

Belajar Literasi Bersama



Kita tahu literasi mulai di bumikan sejak lama. Literasi pun berkembang pesat seiring berjalan waktu. Karena kita tahu betapa pentingnya literasi itu.

Saya masih berusaha untuk mencoba sedikit demi sedikit mengajak anak-anak disekolah saya untuk gemar di bidang literasi. Seperti membaca dan menulis. Ada salah satu murid kelas 3 di madrasah kami yang sudah berkarya dengan menulis dan mencetak dua buku cerita anak. Karena berawal dari fasilitas oleh orang tuanya. Saya pribadi sangat mengapresiasinya. Dan tidak menyangka karyanya sehebat itu.

Awalnya saya mengaggap akan sulit untuk mengawalinya disekolah. Karena banyak faktor, tetapi tidak salah untuk mencoba dan berusaha.

Saya melihat kelas 3 seperti dia saja bisa,  bagaimana kelas yang 5 yang kebetulan bersama saya. Tentu hal itu menyemangati memotivasi saya untuk terus bergerak di literasi menulis.

Mungkin bekal saya, dalam bidang literasi menulis masih sangat minim. Dan masih terus belajar. 

Bersama-sama kelas 5 di tahun ajaran ini. Berproses perlahan-lahan berusaha mengumpulkan karya barisan kata indah milik mereka. Ternyata tidak mudah, perlu perjuangan. 

Memang dari 27 siswa di kelas 5 ini tidak semua berbakat untuk menulis, dan tidak semua mengumpulkan, namun setidaknya mereka berusaha keras untuk menghasilkan minimal satu karya. Sebenarnya, saya sudah lama mencanangkan mengumpulkan karya mereka di bidang menulis. Tentu kedepannya untuk di bukukan. Setahun yang lalu pernah akan kerjasama dengan teman di Yogjakarta untuk menerbitkan karya anak-anak ini sewaktu duduk di kelas 4. Tapi ada beberapa hal yang belum diizinkan oleh pimpinan karena banyak pertimbangan. Awalnya saya sedih dan kecewa. Namun, kali ini saya akan terus mencoba mengantarkan karya anak-anak. Bagaimana pun caranya.

Sekarang masih proses ketik mengetik. Disinilah perlu waktu yang panjang, karena harus mengecek di plagiarisem secara online. Untuk lebih berhati-hati, dan disinilah saya menemukan beberapa yang terdeksi. Secara otomatis tentu tidak saya lanjutkan untuk mengetiknya. Dan mencoba menyemangati mereka untuk menulis ulang dengan karyanya sendiri. 

Ada banyak yang murni karyanya sendiri. Isinya yang lebih unik. Disela-sela keribetan dalam mengetik tentu kita membacanya dan disitulah menemukan kesenangan dan terheran-heran membaca karya mereka. Meski masih duduk di kelas 5, mereka mampu melahirkan dan menuliskan kata-kata indah. Saya bangga kepada mereka.

Saya yakin ini karya kecil ini dapat memberikan kebahagian tersendiri bagi mereka. Dan semoga selalu diberikan kemudahan dalam mengerjakan ini. 

Saya melalukan hal demikian tentu mendapatkan inspirasi dari beliau guru sekaligus dosen saya. Belajar dari beliau bahwa guru bersama muridnya pun mampu merealisasikan gerakan dunia literasi menulis. Siapa lagi kalau bukan beliau Bapak Dr. Ngainun Naim. Dan beliau sudah banyak mendampingi guru-guru untuk mewujudkan karya bersama siswanya. 

Sehingga mari terus belajar menggerakkan literasi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...