Tidak terasa waktu begitu cepat berjalan tanpa kita sadari secara mendalam. Dari tiga puluh hari Ramadhan sudah berkurang empat hari saja. Lalu, pertanyaannya sudahkah kita memaksimalkan waktu empat hari di bulan Ramadhan ini?
Survey membuktikan barisan tarawih di malam ke empat sudah maju. Artinya barisannya sudah banyak yang berkurang. Kadang kita baru terasa kalau sudah di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan adalah momen untuk mensucikan diri. Sebagai manusia, tentu banyak dosa dan kesalahan terhadap diri sendiri apalagi orang lain. Benar-benar sangat merugi jika kita tak menggunakan waktu Ramadhan ini sebaik mungkin.
Bulan Ramadhan juga sarana sebagai pembentukan rutinitas kita yang baru. Banyak sekali, contoh yang tak pernah tahajud, di bulan Ramadhan akan melaksanakan sholat tahajud, yang tak pernah nderes atau membaca Al Quran karena Ramadhan berbondong membaca dengan semangat. Nah kebiasaan yang telah di bangun jangan sampai hanya berhenti setelah Ramdhan habis.
Terus lanjutkan sampai benar-benar melekat dan akan menjadi rutinitas yang wajib di diri sendiri. Saya pribadi menulis hal ini, sebagai pedang pengingat diri ini untuk terus belajar memperbaiki diri.
Lalu di bulan Ramdhan kita sudah tahu bahwa semua setan diikat oleh Allah untuk tidak mengganggu manusia beribadah. Pintu-pintu surga dibuka oleh Allah. Apa artinya, berapa mulyanya bulan Ramadhan ini. Allah memberikan Rahmat, membukakan pintu ampunan dan membebaskan manusia dari siksaan neraka. Tentu jika manusia beribadah sebaik mungkin dengan niatan mengharap RidhoNya.
Maka teruslah semangat menjalani ibadah di Bulan Ramadhan kali ini. Baik ibadah sunnah maupun wajib.
Salam semangat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar