Manusia itu makhluk sosial. Tidak bisa hidup sendiri. Tepo seliro, saling tolong menolong tenggang rasa.
Hal tersebut sudah sewajarnya. Jika manusia meninggikan ego jatuhnya akan menjadi manusia yang individual. Individual itu menyiksa, karena semua hal sendiri.
Tidak percaya, coba saja kalau mau!
Jika sudah menyadari sebagai makhluk sosial maka sudah harus siap dengan komentar atau pendapat orang lain. Karena makhluk sosial hidup bersama dengan orang lain, harus berinteraksi dengan orang lain.
Pernah suatu hari, ada gambar seorang anak dan bapaknya menaiki keledai yang kecil. Nah ada gambarannya, pasti ada hal-hal yang setiap orang berpendapat. Dan ini itulah tetap salah mata mereka. Nih ada gambarnya di bawah ini ya ⬇
Kemudian, jika semakin banyak bersosial dan berinteraksi dengan yang lain, banyak hal yang kita ambil dari mereka. Seperti pengalaman, ilmu dan hikmah-hikmah cerita dari orang lain, bahkan tipe-tipe orang, gaya bergaul mereka.
Nah, saya mencoba menuliskan pengalaman bagaimana berinteraksi dengan orang, bisa mengetahui gaya serta tipe-tipenya. Salah satunya yang selalu cari aman.
Iya salah satunya cari aman. Cari aman menurut saya tipe orang yang menyebalkan. Karena ketika berinteraksi atau ngobrol, dia seakan tidak mendengarkan, tapi sebenarnya mendengarkan. Lalu tipe ini tidak mau dapat jelek, atau tidak mau dapat penilaian negatif dari orang lain.
Sehingga cari aman saja, sebenarnya tahu mana yang salah mana yang benar tapi tipe ini menyembunyikan kemampuan itu, mohon maaf ya agak kasar kalau bahasa jawa itu "macak gobloki". Lalu kalau ditanya, sedikit berbelit, kebanyakan basa basi dan sekali lagi cari aman karena tidak mau jelek nama dia.
Tipe kedua, yang selalu blak blakan artinya terbuka, jelas kalau suka bilang suka, kalau tidak benar ya diutarakan dengan jelas dan tidak tepat. Dan siap menerima resiko. Resiko kepada orang lain yang pro dan kontra. Kalau pro tidak masalah karena mungkin setipe sefrekuensi atau sama. Nah yang perlu mempersiapkan mental adalah yang kontra. Karena pasti banyak yang bertolak belakang maka harus disiapkan jawaban yang akurat dan menjelaskannya dengan baik.
Maka yang paling baku adalah kita selalu berusaha sebaik mungkin kepada orang lain, yang tahu niat baik hanyalah diri kita dan Tuhan. Coba saja, kalau kita berusaha sebaik mungkin saja masih dinilai salah. Pokoknya harus baik. Kadang susah, maka harus dipaksa dan di usahakan.
Jangan cari aman saja.
Mudah menjelekkan orang lain, tapi menyuruh orang lain yang mengatakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar