Menulis saja, apa saja yang ingin kamu tulis. Mengalir ke sana kemari yang tanpa ujung, tapi tetap ditulis. Yang intinya sama satu hal saja kok repot-repot, lalu diulang-ulang dengan menulis.
"Segitunya dengan menulis". Sindir mereka, loh mereka tidak faham dan belum mengalami, bahwa menulis itu menyenangkan. Menulis itu meringankan beban, menuangkan segala beban pikiran. Dan terangkai dalam kata dan dirangkai menjadi kalimat. Bahkan menulis itu menghilangkan stres.
Tidak percaya? Ayolah praktek menulis. Jangan cuma nyinyir saja. Tampil dengan sebuah tulisan menurut saya pribadi, itu sangat mengesankan tentu bangga. Bagaimana tidak? Manusia akan mempunyai ujung cerita begini dan begitu lalu akan berakhir dengan sebuah kematian. Untuk menghadap TuhanNya. Sesingkat itu.
Dikenang dengan kebaikan, prestasi, dan karya yang nyata itu sebuah jariyah. Apalagi dengan menulis, menulis yang isinya ilmu-ilmu yang dibaca oleh banyak orang, tentu akan menjadi jariyah tersendiri dan akan terus mengalir.
Kalau punya prinsip "jadi orang itu biasa-biasa saja, tak usah muluk-muluk dengan keinginan" menurut saya itu harus kita ubah "jadilah orang yang luar biasa untuk bermanfaat bagi orang lain". Banyak contoh seperti, guru-guru kita, dosen bahkan guru besar kita yang selalu mengabadikan keilmuannya dengan menulis lalu dijadikan sebuah buku. Dan terus digunakan sebagai referensi.
Lalu masih meragukan lagi, menulis itu tak ada manfaatnya?
Lalu masih berkata "halah, nulis ae!"
"Tulisan ngunu ae, bangga!"
Hati-hati yang berkata demikian, jika berani berkata demikian, tunjukkan dulu karya tulisanmu.
Jika tak mampu melawan
Maka menulislah
Jika tak mampu berkata
Maka menulislah
Karena dengan menulis akan meringankan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar