Kamis, 14 Oktober 2021

Hukum Membaca Basmallah



Belajar kembali di kitab RisalatulQurroWalHufadz, kitab ini ditulis oleh Abdullah Umar bin Baidhowi AlQuddusi yang didalamnya ada pengantar dari guru kita yakni Syeh Al Mukarrom Muhammad Arwani Kudus. Kitab ini ditulis dengan huruf pegon Arab. Sehingga mudah di fahami.

Dalam pengantar beliau Syeh Al Mukarrom Muhammad Arwani Kudus ngendiko bahwa kitab ini bertujuan untuk mengetahui banyak ilmu dalam rangka memperbaiki bacaan Quran, kemuliaan Al Quran dan jangan pernah malu belajar Al Quran di guru. Kemudian untuk mensohihkan bacaan kepada guru, jangan melihat pangkat gurunya apalagi muda atau tidaknya, kaya atau miskinnya. Namun, yang terpenting adalah ilmunya.

Lalu ketika berguru Al Quran jangan sampai tergesa-gesa, artinya harus sabar dengan membutuhkan proses jangan hanya mengejar Khotam. Lalu, sering-seringlah nderes atau murojaah. Itulah beberapa hal jika belajar Al Quran untuk dapat diridhoi oleh  Allah dan Rasul. 

Saya belajar kitab ini ketika masih Mi di kelas VI. Dan guru saya, om saya sendiri. Kali ini saya muthola'ah kembali. Artinya kitab ini saya buka kembali untuk belajar ulang. 

Ada dua puluh sembilan bab di kitab ini. Yang hari ini saya pelajari adalah hukum-hukum Basmalah, di bab ke empat. 

Hukum membaca Basmalah dijelaskan di kitab ini ada empat, diantaranya:

1. Wajib, contohnya adalah lafadz Basmallah di surah Al Fatihah, itu wajib di baca karena lafadz Basmallah tersebut termasuk ayat di surah itu sendiri. Hal ini sohih menurut Madzhab Imam Syafi'i.

2. Sunnah, membaca Basmallah di awal atau di tengah surat kecuali dua surat yaitu Al Fatihah dan Baroah/Taubah di juz 10.

3. Haram, haram hukumnya membaca Basmallah di awal surah Baroah/Taubah di juz 10.

4. Wenang, yang artinya boleh dipakai atau ditinggalkan, contohnya membaca basmallah ketika akan memulai di tengah-tengah surah Baroah/Taubah di juz 10.

Itulah empat hukum membaca Basmallah dari mutholaah kali ini. Semoga bermanfaat.




Sebenarnya kenapa saya harus belajar dan membuka kembali kitab atau buku yang pernah saya pelajari? Karena berangkat dari pengalaman pribadi, sempat kemarin, ada seseorang yang saya kenal baik. Tiba-tiba dengan gampangnya, meremehkan kami, dengan mengatakan hal kasar. Tidak patut untuk di dengar. Apalagi yang mengatakan juga seorang yang berilmu. Itu sangat tak pantas.

Dan menurut saya pribadi ilmu yang sudah kita dapatkan itu tidak untuk dipamerkan, namun bagaimana mengaplikasikannya dan bermanfaat kepada yang lain. Dan jelas sanad gurunya dan sumber-sumber kitabnya.

Karena saya juga masih belajar, jika bertemu orang yang demikian lebih baik diam. Dan cukup didengarkan, seperti ibarat kita mendengarkan ulang keilmuan dan itu tanda dari ilmu manfaat. Kalau ada yang sepakat di pakai, kalau tidak tak perlu mengolok-olok atau mencibir.

Semoga Memberikan Manfaat

Keep Strong and Spirit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...