Rabu, 13 Oktober 2021

Postingan Guru




Berawal dari postingan guru yang ada di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Beliau pak Herman Sahara, yang menyusun puisi tentang Literasi. Yang menurut saya ada satu kalimat yang menarik yakni  "Literasi tarikan imajinasi".

Mengingatkan awal-awal saya memulai bagaimana membangun literasi menulis. Bagaimana mengawali menulis, harus benar-benar menarik berbagai imajinasi. Menyalakan segala imajinasi dalam pikiran.

Hal demikian menurut saya cukup membantu. Meski belum mengalami, cukup berimajinasi seolah kita mengalami. Sehingga tertuang dalam kalimat dalam bentuk majas hiperbola.

Seperti contoh,

 "tenggelam dalam kegelapan angan"

"terjatuh dengan derasnya darah"

"terbang diketinggian langit tak terlihat"

Menarik bukan, daya imajinasi kita itu tak terbatas artinya sangat luas tinggal bagaimana menorehkan dalam kata dan kalimat. Maka, saya pribadi membenarkan bahwa literasi tarikan imajinasi. Karena pengalaman yang telah berlalu, ketika menulis pun harus memunculkan ingatan, membayangkan dan membangun imajinasi jika sekarang itu terjadi.

Lalu ada kalimat "Literasi tempat transparansi" artinya merupakan tempat keteebukaan. Terbuka dalam berpendapat, terbuka menuangkan segala perasaaan dan siapapun bisa membacanya sesuai keinginan. Maka jangan malu, untuk memulai dalam menulis, urusan ada yang membaca dan tidak itu biarkan jadi takdir tersendiri. Dan itu juga saya dapatkan dari Dosen Pakar Literasi Dr. Ngainun Naim, M.Hi. 

Percaya saja, bahwa literasi akan mengubah diri kita. Entah dari sisi mana, yang penting menulis. Bisa saja dari sisi pengalaman, karakter, sikap dan masih banyak lagi. Karena saya juga masih terus berproses belajar dalam dunia menulis, dan merasakan manfaatnya.

So Keep Fighting To Write

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...