Minggu, 07 November 2021

Lima Hal Penting



Menjadikan sebuah pengingat dan nasehat buat diri sendiri. Lima hal pokok yang hari ini saya dapatkan. Isi dari pengajian beliau yang terhormat Ibu Miftahur Rohmah selaku ketua Pimpinan Muslimat Cabang Tulungagung. Sebelum kepada lima hal pokok itu, ada dua dasar di dalam Al Qur'an. Dua dasar itu merupakan ayat Al Qur'an di surah As Shaaf ayat 4 dan At Taubah ayat 20.




Di kedua ayat ini sudah jelas bahwa dalam suatu organisasi diibaratkan seperti bangunan yang kokoh, satu sama lain melengkapi, memberikan peran yang sesuai sehingga mencapai apa yang menjadi tujuan organisasi tersebut. Namun, perlu diingat bahwa dalam suatu bangunan tersebut, ada kata berjuang. Berjuang, perjuangan semua akan menjadi sangat penting.

Ketika perjuangan bersama dilakukan, maka akan tercipta suatu hal yang kuat. Tetapi, sebaliknya jika perjuangan hanya karena sesuatu, misalkan ingin dipuji, ingin menjadi orang "wah" atau bahkan hanya pilih-pilih tugas, hal demikian bukanlah makna berjuang sesungguhnya. Maka dalam berjuang, tidak hanya dalam organisasi namun dalam keseharian hidup, lima hal penting harus kita miliki dan diterapkan. Diantaranya Ikhlas, Sabar, Syukur, Istiqomah, dan Husnudzon.

Hidup harus ikhlas, ikhlas mungkin diantara pembaca disini sudah begitu faham dengan definisi atau pengertiannya. Namun, saya pribadi memaknai bahwa ikhlas itu kerelaan yang tulus. Tidak akan mengharapkan imbalan kepada siapapun kecuali TuhanNya. Ukuran ikhlas itu yang tahu hanya hati kita sendiri dan Allah. Tetapi, bisa kita lihat ikhlas itu dari kesungguhan dalam memaknai dan menjalani suatu hal misalkan pekerjaan atau tugas.

Sabar, saya memaknainya adalah menahan. Menahan segala yang mungkin tidak sesuai dengan harapan. Bisa juga diartikan menerima segala resiko yang dihadapi. Jika ada kritik jangan langsung marah, anggap suatu pembelajaran. Menahan amarah dan lebih menerima lapang dada.

Syukur, apapun yang dihadapi harus banyak berterimakasih dengan Allah. Karena, segala sesuatu yang ditetapkan kepada kita itulah yang terbaik. Kadang hati dan pikiran menata atau menginginkan misalnya huruf A, namun kenyataannya kita harus mendapatkan B. Maka, hal demikian harus bersyukur, karena masih beruntung dapat B, kalau dapat Z jauh dari harapan bukan.

Istiqomah, terus menerus dilakukan, artinya jika hari ini bisa berjamaah maka seterusnya akan berjamaah. Sampai ada rasa dimana kalau tidak berjamaah ada hal yang kurang. Hal demikian merupakan contoh dari Istiqomah.

Husnudzon berbaik sangka, berbaik sangka kepada Allah dan kepada siapapun. Berbaik sangka akan memberikan suatu ketenangan hati. Selain itu akan meringankan beban pikiran yang negatif. Jauh dari mencampuri urusan orang lain. 

Itulah lima hal pokok yang mestinya kita miliki. Semoga bermanfaat dan mari terus memperbaiki diri. Salam semangat berjuang, jangan lupa untuk selalu diniati ibadah karena Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...