Jangan dibudayakan mengulur waktu. Sering diantara kita meremehkan waktu, sehingga terbangunlah kebiasaan "ngaret" atau molor dan telat. Banyak sekali contoh disekitar kita budaya yang kurang baik ini.
Kedisiplinan itu harus kita bangun sejak dini dan dimulai dari diri sendiri. Jika sudah terbiasa disiplin, dimana pun dan kapanpun akan terbawa. Contohnya sudah bersama-sama teman dengan lingkungan kerja semua akan terasa manfaatnya. Kalau pada diri kita tidak ada sedikit penanaman disiplin, sudah terlihat hasilnya jika bersama orang banyak, dia akan cenderung meremehkan orang lain. Dan terlintas kata "halah ngono ae, gampang, westo bene" dan sebagainya.
Hal-hal demikian harus kita hindari. Disiplin tidak hanya kepada waktu, namun ketepatan dalam mengemban tanggungjawab, tugas serta amanah yang kita punya. Karena saya meyakini setiap manusia hidup dia pasti mempunyai tugas yang wajib ia kerjakan. Apalagi berurusan dengan orang banyak. Harusnya sangat-sangat dimanage sedemikian baiknya.
Kalau tidak siap memenuhi kedisiplinan dan tanggungjawab terhadap tugasnya terus terang, berkata jujur apa adanya tanpa berbelit-belit seribu, seratus bahkan sejuta alasan untuk mengambil hati orang agar di maklumi. Jangan paksa banyak orang untuk memaklumi kelakuan kurang disiplin ini. Apapun alasannya seperti "ah saya masih repot, masih sibuk". Hai, manusia jika dituruti repot dan sibuk, orang yang mohon maaf menganggur pun akan merasa sibuk, dengan belenggu perasaannya sendiri.
Jadi, jika kita masih diberi kesehatan, kesempatan mari, tempatkan diri sesuai tempatnya, disiplin dengan menghargai waktu karena disiplin menurut saya sama dengan menghargai diri sendiri. Semua peristiwa yang ada disekitar kita harus pintar-pintar memilah dan memilih hikmahnya. Baiknya diambil jeleknya buang sejauh mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar