Selasa, 28 Desember 2021

Dua Makna Kaya



Ada kalimat "kalau sudah kaya, mau belanja apapun sudah tak akan tengok harga". Pernyataan ini realistis. Memang benar, jika sudah kaya, belanja tak akan melihat harga, dan asal ambil saja. 

Tetapi, memaknai kata kaya itu ada dua jenis. Kaya yang pertama kaya akan materi. Materi disini bisa berupa uang, harta benda, kemewahan, seakan materi harta benda tak akan habis digunakan. Mobil mewah, rumah bak istana, mobil mewah terparkir berbaris-baris, investasi tanah luas tak terhingga, bisnis tak pernah surut.

Seakan hidupnya bahagia bergelimang kekayaan materi tersebut. Kita yang melihatnya secara instan, tak akan tahu betapa kerja kerasnya, atau kesedihan, ujian dan cobaan yang mereka hadapi. Memang, belum tentu kaya akan materi baik berupa uang, mobil mewah, belanja tanpa melihat harga, dia merasa bahagia, aman, dan bebas misalnya. Orang melihat pasti cenderung yang menyenangkan, kadang mata hati juga menolak untuk melihat kesedihan. Sehingga yang melihat itu enak, mudah dan pasti punya angan-angan dan berkata "seandainya, aku jadi dia".

Makna kaya yang kedua adalah kaya akan mental. Untuk kaya mental, saya memberikan sebuah arti bahwa orang harus memiliki mental yang sehat, tenang, nyaman, enjoy tanpa merasa iri dengki kepada orang lain. Kaya mental ini sangat penting, bayangkan saja jika hanya kaya materi tetapi tak kaya mental. Kita bisa ambil contoh, kaya materi, banyak uang tapi tak kaya mental, sukanya menjatuhkan orang lain demi hanya keuntungan dirinya sendiri, kaya materi namun keluarga berantakan sehingga tak nyaman di rumah. Suka iri, suudhon, negatif thingking apapun yang ia lihat. Tentu saja, ini tidak baik. Mental lama kelamaan akan rusak.

Lalu, kaya mental tapi tak mau bekerja, kaya mentalnya hanya suka meminta-minta ini juga tak baik. Hidup jika bisa diminta itu, ya yang kaya mental tapi juga kaya materi. Bergelimang harta dan kemewahan dengan hidup tenang. Jangan salah, kalau keduanya ingin selaras, jangan lupakan hak-hak orang lain dan selalu bersihkan hati pikiran.

Tapi diatas istilah kaya ada kata cukup. Cukup mempunyai arti yang sangat luas. Seperti sebuah makna disalah satu doa bahwa Ya Allah cukupkan dalam segala hal. Naik haji cukup, beli mobil, motor, sepeda, cukup, bangun rumah, bangun bisnis cukup, gaji karyawan cukup, semua tercukupi. Ini lebih indah dari pada kata kaya.

Maka, dari uraian di atas, kita harus banyak belajar, kaya materi itu hanya titipan yang bisa diambil kapan saja. Kaya itu juga ujian sewaktu-waktu diuji harus siap. Dan kaya materi itu jangan diletakkan di hati, sebab susah lepasnya. Namun, jika kaya materi hanya di tangan, dengan ringan kita akan mengeluarkan atau berbagi.

Lalu kaya mental, sehatkan dengan segala dzikir, banyak bersyukur akan segala nikmat yang diberikan Sang Kuasa untuk kita. Mental jangan dirusak dengan sifat tercela. Jadi intinya jatah rizkimu tak akan tertukar dengan orang lain. Maka harus banyak bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...