Saya berkunjung di WBL, pertama kali pada waktu saya umur 12 tahun, saya kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah. Dulu didampingi oleh para guru sekarang belajar diposisi guru saya dulu, yakni mendampingi siswa kami. Kemudian saya ke WBL yang ke dua adalah ketika duduk di Aliyah kelas sebelas. Pada waktu itu sangat suka mencoba menaiki wahana ekstrim role coster, jet coster, paus dangdut dan lain-lain. Namun, sekarang sangat berbeda, lebih memilih wahana yang kurang ekstrim dan seru. Akumulasinya saya sudah tiga kali berkunjung di WBL ini.
Tentu sudah banyak perubahan semakin berkembang. Wahana untuk permainan juga semakin banyak dan ada foodcourd kecil di dalamnya yang jualan es krim, minuman es teh dan mineral. Karena dulu belum ada, sehingga pengunjung hanya diperbolehkan membawa air minum di luar tanpa ada jajan.
Kunjungan kedua saya tidak berani masuk wahana rumah sakit hantu. Tapi kali ini, saya memberanikan diri. Depan sendiri saya, Mifta, Atina, Diana, Diani, Ikna, Naira, Bu Shely paling belakang. Awalnya baik-baik saja, kita menganggap semua robot.
Kemudian antri, dan sudah gilirannya kita masuk. Ternyata di dalam itu gelap gulita. Dan ternyata cukup menakutkan, dan sisa hanya empat orang. Kita dibantu oleh Bapak penjaga, dan menanti rombongan selanjutnya.
Terpaksa, kita ngikut terus Bapak penjaga sampai rombongan dari orang lain masuk, padahal kita tidak kenal tetep aja gabung. Karena tidak ada laki-lakinya diantara kita. Itu alasan utamanya kita. Robot-robot hantu dan bau-bau nya sangat tidak enak. Tapi sangat seru.
Wahana yang paling berkesan adalah di taman permainan air. Disini tamannya sedikit tidak terawat, tapi berangkat dari pengalaman di taman itu banyak sensor air, ketika kita berteriak semprotan air akan mengenai kita. Awalnya kita terdiam dan aman bebas dari semprotan air. Lalu tak menyangka di rute atau jalan selanjutnya, ada trowongan untuk bersembunyi jika tidak semprotan air pun menyala. Dan sudah banyak diantara kita yang basah. Dan kita terjebak di trowongan tersebut.
Meskipun terjebak, tetap kita nekat untuk keluar, dengan dibagi tiga tim. Tapi apa yang terjadi kita tetap terkena semprotan air, akhirnya basah kuyup. Sambil berlari menerobos air-air mancur. Ketawa sambil lari dan berteriak-teriak.
Di WBL ini ada sekitar lima puluh wahana. Kami dari panitia memberikan waktu mulai dari masuk pukul sepuluh siang sampai jam empat sore rencananya. Namun, ternyata pukul dua siang saja, banyak dari siswa kami yang sudah mencoba banyak wahana, lelah dan bosan.
Walhasil sisa waktu itu kami gunakan untuk sedikit berbelanja di sekitar toko di WBLnya. Rata-rata dari kami membeli kaos WBL dengan gambar khasnya kodok atau katak. Karena WBL memang di Tanjung Kodok dan ditepi laut Lamongan. Seru dan terkenang sekali bersama siswa-siswi kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar