Disaat pembelajaran berlangsung di kelas, semua penghuni kelas harus peduli dengan tempatnya. Meskipun belajar bisa terjadi di mana saja, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tetapi, kelas tetap merupakan salah satu komponen pokok di sekolah dan hak siswa dalam memperoleh fasilitas tersebut.
Kelas adalah milik bersama sehingga semua bertanggung jawab atas kebersihan, kenyamanan, keamanan dan bagaimana menciptakan kelas yang membuat betah di dalamnya. Maka, hubungan pertemanan dalam satu kelas harus kompak. Minimal mempunyai semangat yang sama dalam belajar dan menggapai prestasi.
Kelas yang hidup akan memberikan kesan tersendiri bagi yang menempati. Bagaimana kelas hidup itu tercipta? Tentu ada peran besar wali kelas atau guru kelasnya bekerja sama dengan semua siswanya. Misalnya, mengkoordiner hasil karya siswa untuk dipajang, menempelkan poster-poster pembelajaran seperti rumus-rumus, gambar, poster lingkungan, slogan motivasi, pojok baca dan yang lainnya. Apakah hal seperti itu, tidak membuat kelas menjadi kotor? Tentu, tidak, menurut saya, semakin banyak tempelan menandakan bahwa siswa dan gurunya juga aktif. Bukan hanya jadi guru datang ceramah menjelaskan materi lalu pergi. Tanpa penilaian, tanpa bekas jurnal, sehingga yang disampaikan materinya itu itu saja.
Sampai siswa mengetahui dengan menandai pola mengajarnya. Menurut saya itu kurang tepat, karena tidak ada tantangan, kejutan, untuk siswa. Ujung-ujungnya bagi mereka pokok berangkat tanpa adanya persiapan, kadang tugas, PR pun lupa, bahkan salah kostum dan buku ketinggalan.
Guru pun juga harus belajar, untuk mempersiapkan apa yang akan disampaikan besoknya. Dan kelas yang banyak gambar, hasil karya siswa atau poster, justru meringkas waktu dalam menjelaskan materi kepada siswa dan siswa akan lebih aktif dan mudah untuk memahami suatu materi.
Tidak hanya itu, wali kelas harus sangat peduli terhadap segala hal yang terjadi di lingkungan kelasnya. Seperti hubungan sosial antar siswa, siswa antar guru, hubungan profesional guru dengan wali murid. Semua harus dijaga dengan baik.
Hal penting lainnya yakni sebagai guru atau wali kelas harus mengetahui karakteristik setiap siswa. Meski tidak mendetail minimal tahu kelebihan dan kekurangan, latar belakang siswa, tipikal belajar, dan kemampuannya. Ini sebenarnya memudahkan wali kelas atau guru kelas dalam menentukan strategi, model belajarnya.
Kita tahu dalam suatu pembelajaran di sekolah, pasti ada target dan tujuan. Untuk mencapai target yang ditetapkan guru pun harus memanage waktu dengan baik. Maka adanya perangkat pembelajaran bagi guru juga sangat penting. Silabus, prota, promes, RPP, buku absen, jurnal pembelajaran, buku penilaian sikap, buku nilai harus dipunyai oleh semua guru kelas atau guru pengajar mata pelajaran.
Peran besar guru sudah banyak kita ketahui. Dan semua guru mempunyai harapan, doa, cita-cita yang mulya untuk semua peserta didiknya tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Guru pun disebut juga sebagai orang tua kedua ketika di sekolah. Terlepas dari itu semua guru juga hanya manusia biasa, mempunyai kelebihan dan kekurangan, jika kita sebagai peserta didiknya, murid, kita harus menghargai, menghormati, tawadhu' kepadanya.
Karena tidak ada mantan guru.
Dan tidak ada mantan murid.
Salam Semangat Berjuang.
Sederhana tapi mampu memotivasi, hebat bu
BalasHapusTerimakasih pak...masih terus belajar pak
BalasHapus