Teringat satu dalil dalam Al Quran tentang kerusakan alam. Saya menjadi merenung, perubahan iklim, cuaca semua kini bisa dirasakan. Seperti halnya, dulu iklim sudah dipastikan terjadi di bulan tertentu, sebagai contoh kemarau dari April sampai Agustus. Lalu musim hujan di bulan September sampai Maret.
Kerusakan alam yang terjadi disekitar bisa banyak sebabnya. Faktornya baik dari alam itu sendiri atau faktor dari luar. Kerusakan alam yang di sebabkan alam itu sendiri sebagai bukti penyeimbangan. Sebagai contoh gunung berapi yang aktif akan bisa di diprediksi dengan alat dia akan erupsi. Ini bisa sebagai penyeimbangan.
Lalu bagaimana contoh alam bisa rusak karena faktor dari luar. Al Quran menyebutkan bahwa kerusakan itu dari akibat campur tangan manusia. Manusia yang tidak pernah puas dengan keinginannya, mereka akan menghalalkan cara sebagai dalih untuk memenuhi kebutuhan. Penebangan besar-besaran hutan secara liar, kayu di jual dengan ilegal tanpa perizinan, tanpa ada reboisasi, mengklaim bahwa tanah yang diduduki adalah milik pribadi. Hal inilah yang bisa mengakibatkan alam rusak.
Keegoisan sikap manusia menutup kesadaran akan hal tersebut. Seakan menuntut Tuhan, dengan pertanyaan kenapa harus terjadi dan mengapa harus kita? Dengan mudah jawabannya jika di tunjukkan Allah, semua itu terjadi atas kuasa Allah dan terjadi karena ulah dirimu sendiri.
Kesimpulannya adalah jika disekitar kita banyak bencana alam pertama jangan semena-mena menyalahkan Sang Kuasa. Coba kita sadar, dan instrospeksi diri. Bagaimana hubungan kita dengan alam kita, terutama di lingkungan sekitar. Mari, terus menjaga alam, melestarikannya, dengan buang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan dan terus mensyukurinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar