Sabtu, 01 Januari 2022

Kubertanya, Takut?


Mengapa harus takut berpendapat, dalam suatu diskusi, jika ada kesempatan?

Mengapa merasa malu untuk bersuara, jika mempunyai ide dan gagasan?

Mengapa merasa lemah dan tak berdaya, jika kamu mempunyai hak?

Mengapa hanya berani bersuara, jika hanya ada dia?

Apakah kamu hanya sebagai pendengar, lalu bisanya mengomentari setelah semua terjadi?

Apakah tidak punya mental kuat, dan tidak punya pendirian, sehingga membuatmu demikian?

Pertanyaan sederhana itu, setidaknya berguna untuk melihat kita berada pada kualitas mana ketika berkumpul dan bersosial dengan orang lain. Menjadi manusia yang kuat, itu perlu latihan. Menjadi manusia hebat tentu juga banyak perjuangan.

Instan, jalan tol apapun istilahnya jika secara tiba-tiba datang suatu hadiah, pasti kita kaget. Maka di situlah perlu adaptasi. Adaptasi terhadap barang baru, mungkin tidak akan lama, kurang lebih tiga sampai empat bulan dan merawatnya sebagus mungkin. Kalau sudah hampir dua tahun, kualitasnya tetap bahkan cenderung menurun, bisa diartikan gagal.

Biasanya tanda orang yang demikian mempunyai kecenderungan, susah mengambil keputusan, kurang bijaksana dalam memberikan solusi, ragu-ragu dengan keputusannya sendiri, tidak peka terhadap lingkungan istilah Jawa "kunu-kunu", minta diorangkan, hanya orang terdekat yang di ajak diskusi dan lebih menjengkelkan lagi jika tidak dianggap keberadaannya sering merasa kecewa dan marah. Artinya mengaggap bahwa "jika tanpa dirinya, ini tidak akan berjalan".

Apa solusinya, jika menemukan manusia seperti itu? Ajak dia keliling dunia, tak usah jauh-jauh, ajak dia keluar kota dan kunjungi tempat yang seprofesi dengan dia. Kenalkan kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan yang lebih jauh dibandingkan dia, kalau perlu traktir dia sepuasnya. Berikan kesempatan dia untuk mencoba berkomentar dengan lisan atau tulisannya.

Jangan merasa sungkan, jika itu tidak pada tempatnya. Jangan merasa tidak pantas, jika itu sudah menjadi kenyataan. Jangan hanya menjadi pemberani di kandangnya sendiri. Jangan jadi penakut, untuk sekedar berpendapat. Jangan merasa tidak bisa, jika belum melakukan. 

Bangunlah kepercayaan dirimu, bentuklah mental yang kuat, tegakkan kewibawaan dirimu, dari kebijakan-kebijakan yang kamu ambil. Ukir segudang prestasi, jangan hanya karena tuntutan profesi. Berjalanlah dengan penuh tanggung jawab tanpa menunggu dan mengandalkan orang lain. Buktikan bahwa dirimu memang layak dan pantas untuk melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...