Senin, 21 Februari 2022

GOOD LEADER VERSIKU

 



Setiap orang adalah pemimpin, seperti diterangkan dalam sebuah hadits riwayat H.R Bukhori Muslim sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ،

أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ…………..

Artinya, dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya ........ Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya

Dunia kerja apapun pasti kita akan menemui namanya pemimpin dengan berbagai sebutan ada ketua, kepala, direktur, CEO dan lain sebagainya. Di balik menjadi pemimpin dalam suatu duina kerja, atau organisasi, kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu kita harus mampu mempertanggung jawabkan atas segala yang kita lakukan dihadapan Allah.

Menjadi good leader, berangkat dari karakter diri sendiri menjadi modal utama. Sebab, menjadi pribadi yang tangguh dengan mental yang kuat sangat dibutuhkan ketika nanti harus dihadapkan dengan banyak orang yang tentu mempunyai banyak karakter yang berbeda. Kemudian, attitude, prilaku atau tata karma menjadi modal kedua dan sangat penting. Attitude yang tenang dan positif akan memberikan nuasa ketenangan bagi teman, karyawan atau bawahan dan jika menemukan pemimpin mempunyai attitude seperti ini, memberikan kita keterbukaan dan lebih hati-hati dalam bertindak. Attitude juga sngat penting bagi pemimpin ketika dihadapkan pada permasalahan, persoalan dan harus mengatakan tidak agar tetap tidak menyakitkan bagi yang mendengarkannya.

Membuka komunikasi dengan selalu update akan berita, ilmu pengetahuan dan info terbaru. Ini sangat penting, sebab keterbukaan akan informasi menunjukkan bahwa pemimpin tersebut mampu memberikan info terbaru guna untuk terus berinovasi, mengevaluasi demi kemajuannya. Bayangkan saja, jika mempunyai pemimpin tetapi “kudet” kurang update, suka terlambat mendengar info, bahkan kadang infonya misal dari teman yang bukan dari pemimpin, bawahan atau karyawan. Menurut saya hal ini harus dihindari karena hanya akan membuat kecewa. Jika hal ini dibiasakan, akan kasihan sebagai bawahan karena biasanya membuat pemimpin itu panik akan memberikan tugasnya tergesa-gesa dan akhirnya hasil kerja bisa kurang maksimal.

Good leader itu mengajari bukan memerintah. Jika menjadi pemimpin, kepala, ketua entah apapaun sebutannya, sebagai awal contohkan dalam tindakan secara langsung dengan mengajari, apalagi ada personil baru. Namun, jika anda menjadi pemimpin, kepala, ketua atau apapun itu hanya bisa memerintah dan nunjuk-nunjuk, sepertinya lama-kelamaan wibawa anda bukan malah bertambah namun akan berkurang. Karena yang dibawah kepemimpinan anda bisa jadi menganggap anda tidak kompeten, tidak bisa apa-apa.

Good leader yang percaya diri, namun rendah hati, bijaksana dan profesional. Ketiga sikap itu sangat mudah di ucapkan, namun setiap orang pasti butuh waktu untuk membiasakannya. Percaya diri dalam segala penampilan, memimpin rapat, menyampaikan suatu visi misi kedepan namun tetap rendah hati dalam artian menerima segala kritik, masukan bahkan saran. Bijaksana berani mengambil keputusan terbaik dengan segala yang terucap dari tutur katanya, membuat rekan kerjanya mendengarkan, memperhatikan, tidak mengabaikan begitu saja. Jika pemimpin yang bijaksana tidak akan mudah digampangkan, disepelekan atau menggampangkan orang lain. Profesional menempatkan segala jobdisnya, menjalankan SOPnya, disiplin, menaati tata tertib, aturan yang berlaku dan tidak gila hormat. Good leader, juga akan selalu memberikan inspirasi bagi rekaan kerjanya, tak peduli hal kecil, misalnya berpenampilan rapi, bersih, wangi dan selalu intime.

Menjadi good leader tidak harus ditakuti, menjadi pemimpin yang melayani, mengayomi, memahami para rekan kerja, karyawan, bawahan itu sangat penting. Lalu pemimpin seharusnya bisa memberikan feedback kepada para rekan kerja, karyawan, bawahan karena sudah bekerja dengan maksimal dan baik. Minimal apresiasi dengan mengatakan terima kasih, itu adalah suatu penghargaan kecil. Manusia itu tidak ada yang sempurna, apalagi menjadi pemimpin berbuat baik pun kadang masih kurang bagi orang lain. Menyalahkan orang lain itu sangat mudah, tapi pernahkah kita menyalahkan dan mengorek diri sendiri. Sehingga tidak ada salahnya kita terus belajar, memperbaiki diri, dengan terus bermuhasabah dan terus berbuat baik.

Salam semangat

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...