Setiap
orang adalah pemimpin, seperti diterangkan dalam sebuah hadits riwayat H.R
Bukhori Muslim sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ،
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
كُلُّكُمْ رَاعٍ
وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ
عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ،
أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ
وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ…………..
Artinya, dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:
Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai
pertanggung jawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya
........ Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai
pertanggung jawabannya
Dunia
kerja apapun pasti kita akan menemui namanya pemimpin dengan berbagai sebutan
ada ketua, kepala, direktur, CEO dan lain sebagainya. Di balik menjadi pemimpin
dalam suatu duina kerja, atau organisasi, kita adalah pemimpin bagi diri kita
sendiri. Oleh karena itu kita harus mampu mempertanggung jawabkan atas segala
yang kita lakukan dihadapan Allah.
Menjadi
good leader, berangkat dari karakter diri sendiri menjadi modal utama. Sebab,
menjadi pribadi yang tangguh dengan mental yang kuat sangat dibutuhkan ketika
nanti harus dihadapkan dengan banyak orang yang tentu mempunyai banyak karakter
yang berbeda. Kemudian, attitude,
prilaku atau tata karma menjadi modal kedua dan sangat penting. Attitude yang tenang dan positif akan
memberikan nuasa ketenangan bagi teman, karyawan atau bawahan dan jika
menemukan pemimpin mempunyai attitude seperti
ini, memberikan kita keterbukaan dan lebih hati-hati dalam bertindak. Attitude juga sngat penting bagi
pemimpin ketika dihadapkan pada permasalahan, persoalan dan harus mengatakan
tidak agar tetap tidak menyakitkan bagi yang mendengarkannya.
Membuka
komunikasi dengan selalu update akan berita, ilmu pengetahuan dan info terbaru.
Ini sangat penting, sebab keterbukaan akan informasi menunjukkan bahwa pemimpin
tersebut mampu memberikan info terbaru guna untuk terus berinovasi,
mengevaluasi demi kemajuannya. Bayangkan saja, jika mempunyai pemimpin tetapi “kudet”
kurang update, suka terlambat mendengar info, bahkan kadang infonya misal dari
teman yang bukan dari pemimpin, bawahan atau karyawan. Menurut saya hal ini
harus dihindari karena hanya akan membuat kecewa. Jika hal ini dibiasakan, akan
kasihan sebagai bawahan karena biasanya membuat pemimpin itu panik akan
memberikan tugasnya tergesa-gesa dan akhirnya hasil kerja bisa kurang maksimal.
Good
leader itu mengajari bukan memerintah. Jika menjadi pemimpin, kepala, ketua
entah apapaun sebutannya, sebagai awal contohkan dalam tindakan secara langsung
dengan mengajari, apalagi ada personil baru. Namun, jika anda menjadi pemimpin,
kepala, ketua atau apapun itu hanya bisa memerintah dan nunjuk-nunjuk,
sepertinya lama-kelamaan wibawa anda bukan malah bertambah namun akan
berkurang. Karena yang dibawah kepemimpinan anda bisa jadi menganggap anda
tidak kompeten, tidak bisa apa-apa.
Good
leader yang percaya diri, namun rendah hati, bijaksana dan profesional. Ketiga
sikap itu sangat mudah di ucapkan, namun setiap orang pasti butuh waktu untuk
membiasakannya. Percaya diri dalam segala penampilan, memimpin rapat,
menyampaikan suatu visi misi kedepan namun tetap rendah hati dalam artian
menerima segala kritik, masukan bahkan saran. Bijaksana berani mengambil
keputusan terbaik dengan segala yang terucap dari tutur katanya, membuat rekan
kerjanya mendengarkan, memperhatikan, tidak mengabaikan begitu saja. Jika pemimpin
yang bijaksana tidak akan mudah digampangkan, disepelekan atau menggampangkan
orang lain. Profesional menempatkan segala jobdisnya, menjalankan SOPnya, disiplin,
menaati tata tertib, aturan yang berlaku dan tidak gila hormat. Good leader, juga akan selalu memberikan inspirasi bagi rekaan kerjanya, tak peduli hal kecil, misalnya berpenampilan rapi, bersih, wangi dan selalu intime.
Menjadi
good leader tidak harus ditakuti, menjadi pemimpin yang melayani, mengayomi,
memahami para rekan kerja, karyawan, bawahan itu sangat penting. Lalu pemimpin
seharusnya bisa memberikan feedback kepada
para rekan kerja, karyawan, bawahan karena sudah bekerja dengan maksimal dan
baik. Minimal apresiasi dengan mengatakan terima kasih, itu adalah suatu
penghargaan kecil. Manusia itu tidak ada yang sempurna, apalagi menjadi
pemimpin berbuat baik pun kadang masih kurang bagi orang lain. Menyalahkan orang
lain itu sangat mudah, tapi pernahkah kita menyalahkan dan mengorek diri
sendiri. Sehingga tidak ada salahnya kita terus belajar, memperbaiki diri,
dengan terus bermuhasabah dan terus berbuat baik.
Salam
semangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar