Hari ini sepulang dari ngaji di madrasah, sekitar pukul sembilan lebih sedikit seperti biasa jalan yang saya tempuh melewati sawah desa pojok, pandansari menuju rumah. Menikmati pemandangan sawah yang kali ini musim tanam padi hijau segar. Kemudian cerahnya sinar matahari yang menghangatkan tubuh.
Saya dari arah utara, tiba-tiba sudah terdengar sirine ambulan. Saya tengok kaca spion motorku kukira dari belakang motorku ambulan tersebut, tapi tidak ada. Ternyata ambulan tersebut di depanku sekita seratus meteran, dan sudah banyak orang berkerumun dan posisi ambulan di barat jalan berhenti dan parkir. Terdengar isak tangis sangat keras. Saya berjalan pelan dengan motor saya. Banyak orang berhenti, kemudian saya bertanya-tanya. Ada apa gerangan, ambulan tetap berbunyi, dan di arahkan ke utara dengan sirine keras dan lampunya. Sedang saya melaju sangat pelan menuju arah selatan.
Di sisi timur jalan terdapat mobil pajero hitam parkir, dan terlihat banyak petugas dan pegawai entah apa, pokok berpakaian rapi dan bersepatu. Saya tidak berani melihat dengan detail, tapi tetap itu terlihat seklebet, nampak ada korban seorang kakek tergelak di aspal yang dipangku tiga wanita, kemungkinan itu anaknya yang sedang nangis kencang, kakek tersebut kepalanya masih memakai capil/topi sawah, tapi tangannya terlihat pucat membiru, semua tiga anaknya nangis dan suara yang kencang dan berkata "Ya Allah piye lo bapak". Kakek tersebut sudah di sedakepkan tangannya, dan masih tergelak di aspal belum diangkat ke ambulan. Tiga wanita itu tetap nangis kencang. Namun, banyak sekali orang. Saya tetap tidak berani berhenti, dan tidak melihat kaca spion, sebab saya tidak tega dan kurang tatak.
Tapi, ada bapak di timur jalan sambil jalan, sempat saya tanya "wonten nopo pak?" Dia menjawab "tabrakan mbak". Seketika lemas kakiku, tapi kupaksa harus terus jalan meski sangat pelan, jalan pun sempat macet, banyak dari arah utara sama seperti saya bergantian jalan satu persatu dan di bantu oleh bapak-bapak lain mengatur jalan.
Dari arah selatan banyak truk-truk muatan dan mobil, motor melihat, menunggu, bahkan ada yang jalan, melihat situasi apa yang terjadi. Saya benar-benar tidak tega melihat, dan hanya bisa mendoakannya sambil terus berjalan. Ini pelajaran bagi siapa saja pengendara di jalan raya, jalan tol, jalan apapun, lalu lintas yang ada harus kita taati, kemudian kita harus banyak berhati-hati saling toleransi ketika di jalan lalu terpenting dan utama adalah berdoa, banyak sholawat jangan ngebut, kencang, apalagi ugal-ugalan dan selalu utamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebab, kita tidak akan tahu apa yang terjadi ke depan.
Semoga kita selalu di lindungi Allah, di manapun kita berada dan selalu berhati-hati. Jangan lupa menjaga kesehatan. Salam semangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar