Setiap manusia pasti mengalami masa pubertas. Baik laki-laki maupun perempuan. Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Pubertas pun mempunyai cirinya. Dan sangat jelas bisa kita ketahui.
Pubertas biasanya dimulai dari umur 11 sampai 16 tahun. Sekitar kelas lima sekolah dasar sampai di usia sekolah menengah pertama atau SMP. Pubertas kalau kata orang Jawa menyebutnya labil dan geminjal. Perlu diketahui ciri pubertas bagi perempuan, diantaranya:
1. Sudah mengalami menstruasi
2. Bagian dada atau payudara mulai membesar
3. Tumbuh rambut di bagian-bagian tertentu
4. Kelenjar keringat lebih aktif, bahkan memberikan bau jika tidak tepat penangananya
5. Mulai mengenal lawan jenis dan penasaran
6. Tanpa berfikir panjang, jika ada hal baru dan ingin mencobanya
Sedangkan untuk laki-laki pubertas, mempunyai ciri sebagai berikut:
1. Suara makin membesar
2. Jakun pada lehernya sudah terlihat
3. Mengalami mimpi basah
4. Tumbuh rambut di bagian tertentu
5. Mulai mengenal lawan jenis dan penasaran
6. Tanpa berfikir panjang, jika ada hal baru dan ingin mencobanya
Sebagai orang tua, guru atau siapapun yang mempunyai putra putri masa pubertas itu adalah proses yang wajar dialami, tinggal bagaimana kita menghadapinya, mengarahkannya dan membimbingnya. Jika memang ada ciri di atas, sebagai orang tua atau guru harus lebih bijak.
Pubertas itu salah satu kunci bagaimana pembentukan karakter, sikap untuk di tahap selanjutnya yakni masa dewasa. Pubertas itu memang di usia remaja. Remaja kadang sok tahu, egois akan segala hal yang terjadinya padanya.
Belum lagi, pengaruh media sosial. Maka disinilah arti keberadaan serta peran keluarga terutama orang tua maupun guru untuk mendampingi, membimbing, dan mengarahkannya. Kunci dari semua hal itu adalah kedekatan, keterbukaan antara putra putrinya. Sebagai orang tua atau guru harus dekat. Bongkar dan hapus segala hal yang membuat jauh kepada anak atau putra putrinya.
Tegas boleh tapi bukan berarti keras apalagi main tangan. Jika anak tersebut jujur dan sharing atau curhat hargai dan dengarkan dengan baik. Tidak perlu di potong pembicaraannya, dan paling utama kita sebagai orang dewasa sering-sering periksa sosial media.
Mari, terus mengawal generasi penerus dengan baik. Rasa suka itu boleh dan manusiawi. Namun, kita harus tahu bagaimana menempatkannya dan bersikap dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar