Part 1
Zoya adalah seorang perempuan
manis yang lahir di keluarga sederhana, sedikit tomboy, cuek akan penampilan,
disiplin cerdas dan sangat cekatan. Zoya mempunyai beckground santri dan dia
melanjutkan ke perguruan tinggi negeri ternama. Setelah dia lulus dari
pesantren dia memutuskan untuk kuliah di luar kota. Dia sudah tidak kaget
lagi, hidup di luar kota untuk menuntut ilmu. Dia sempat merasa sendiri dari
alumni pesantrennya. Namun, siapa sangka setelah ada banyak proses seleksi,
tahap pendaftaran maha siswa baru, dalam suatu kesempatan dipertemukan dengan
teman alumni dari pesantrennya.
Teman Zoya itu bernama
Dini. Dini sangat bertolak belakang dengan Zoya. Dini berasal dari keluarga
lumayan berada, rumah di kota, sangat fashionable, cantik. Dini dan Zoya memang
dulunya tidak satu kelas dan kali ini pun tidak satu jurusan. Sewaktu di
sekolah Dini, di kalangan angkatan santri putra cukup terkenal karena cukup
aktif dalam organisasi. Sama seperti di kampus, meski dunia baru dan menjadi
mahasiswa baru Dini mengajak Zoya untuk lebih aktif mengetahui organisasi. Tetapi,
Zoya agaknya kurang minat, ia lebih memilih konsen kepada bakatnya dan
meneruskan apa yang telah di dapat dari pesantrennya melalui seni bakat anak
kampus. Dua konsentrasi yang cukup berbeda. Namun, berawal dari organisasi
kampus itulah cerita cinta mereka di mulai.
Mereka bertemu dengan kakak
tingkat yang sama alumni dia bernama Hibu. Hibu juga cukup terkenal di
organisasi kampus. Seperti kakak senior lainnya Hibu mulai mengenalkan
dasar-dasar keorganisasian, mengenalkan ruang lingkupnya dengan sebuah
pendekatan ngobrol bareng, diskusi bareng sampai kepada mengajari jika ada
kesulitan dalam sebuah tugas kuliah. Dan yang satu organisasi adalah Dini,
Zoya hanya kebetulan sering di ajak Dini untuk menemaninya.
Sudah hal kewajaran jika
Dini dan Hibu nyambung karena dia juga senang berorganisasi. Dini dan Zoya yang
awalnya bersahabat dan sering keluar bersama menjadi jarang. Zoya juga menyadari
akan hal tersebut. Jika Dini sibuk dengan kuliah dan organisasi yang ia ikuti.
Zoya tidak mau ambil pusing akan kehidupan dan kebiasaan Dini. Sebab Zoya
meyakini setiap mahasiswa pasti mempunyai dunia sendiri, komunitas sendiri
tinggal bagaimana dia mengatur akan tujuan utamanya. Ketika suatu kesempatan
dalam acara rutin alumni, di situlah baru Zoya, Dini dan Hibu bertemu.
Zaman sudah maju, social media
pun marajelela sudah suatu hal yang biasa antar teman bertukar kontak nomer
Whats'up. Hal tersebut dilakukan ketiganya. Mereka saling tukar kabar, dan
awalnya hanya berteman dan janjian makan bersama. Minggu dini hari tiba-tiba ada
pesan dari Hibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar