Diantara kita semua pasti sudah pernah menjadi bendahara. Maka sudah tidak asing, jika ada kata bendahara. Sebutan bagi orang yang mengatur suatu keuangan dalam sebuah perkumpulan, lembaga, instansi atau organisasi. Bendahara akan sangat diperlukan dalam struktur keorganisasian bahkan dalam pengurus harian. Namun, apakah kita faham akan jobdis yang sesungguhnya.
Belajar menjadi bendahara sejak dini dari masa di madrasah ibtidaiyah sampai kepada organisasi besar, saya belajar banyak hal. Dari uang sedikit yang dikelola sampai uang besar, saya merasakan bahwa tanggung jawabnya luar biasa. Seratus perak saja, kita harus berani mengganti jika memang kurang. Hati-hati, ketelitian, ketegasan dan kedisiplinan harus benar-benar diterapkan.
Menjadi bendahara perlu juga mempelajari management keuangan. Mengatur yang sedemikan rupa, agar pengeluaran, kebutuhan, keperluan harian atau jangka panjang akan tetap rapi dan terpenuhi. Lalu mempelajari suatu anggaran dasar, pemasukan dan pengeluaran yang teradministrasi dengan baik. Artinya, bisa dimengerti, difahami tidak hanya diri sendiri, artinya dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan fakta jika memang ada audit atau evaluasi.
Fenomena yang ada kadang bendahara diidentikkan dengan orang yang pelit dan sulit. Bagi orang yang kurang faham, istilah itu akan sangat melekat jika banyak ditemui kejanggalan yang tidak sesuai harapannya. Pelit, jika bukan kebutuhan orang banyak, uang akan sulit keluar itu wajar. Tetapi, kalau sudah bagian dari hak orang lain, tapi masih sulit mengeluarkan itu bendahara yang amat sangat perlu belajar.
Job diskription dalam setiap struktur itulah harus benar-benar kita ketahui dan fahami. Semua mempunyai aturan atau SOP. Jika tidak punya, minimal dengan hasil musyawarah akan melahirkan kemufakatan bersama. Jangan semena-mena jika menjadi bendahara, memegang uang banyak, tapi lupa cara memberikan hak orang lain dengan tepat waktu. Toh, uang yang dipegang bukan milik pribadi, mengapa harus sulit untuk keluar?
Menilai seorang bendahara jangan diingatnya pelitnya atau sulitnya saja. Ketepatan mengatur, cara bersosial, serta memperlakukan orang lain juga perlu diperhatikan. Memang bukan perkara mudah melayani banyak orang yang pikiran serta opininya berbeda. Oleh sebab itu, jika suka menilai bendahara pelit, coba saja gantikan, siapa tahu yang mengatakan demikian itu lebih baik.
Hindari keras kepala menjadi bendahara, sulit menerima kritik dan saran, itu kurang baik. Sekalipun tidak menjadi bendahara, kadang masukan orang lain sebagai bahan instrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar