Minggu, 24 April 2022

Kartini: Menjadi Perempuan Kuat



Sejarah Islam memberikan cerita untuk diambil segala hikmah dan manfaatnya. Salah satunya tokoh perempuan. Di Islam kita banyak mempunyai role model yang harus kita teladani. Ada ibu Rasulullah yakni Siti Aminah, Siti Khadijah, Siti Hajar, Fatimah, Aisyah, Ummu Salamah dan masih banyak lagi. Pada merekalah harusnya kita meniru segala tindak tanduknya. Mungkin tidak bisa semua, setidaknya kita berusaha.

Sama dengan pelopor perempuan di negeri ini yang masyhur adalah Raden Ajeng Kartini. Bagaimana beliau berjuang untuk membuktikan bahwa perempuan juga layak untuk berprestasi dan show up to publik. Tidak hanya dinilai dengan istilah cantik saja tetapi juga cerdas, pintar dan berbudi pekerti.

Sehingga jangan remehkan peran perempuan, dengan segala ide atau pemikirannya. Banyak yang berkata dibalik laki-laki sukses ada seorang perempuan yang sangat kuat. Sama dengan dalam suatu organisasi bahkan birokasi pemerintahan. Mana ada dalam jajarannya yang menafikan perempuan?

Di era sekarang hampir semua lapisan keorganisasian, bahkan birokasi pemerintahan tetap ada perempuan dengan peran yang luar biasa. Banyak sekali perempuan-perempuan inspiratif yang hebat, bertalenta di bidangnya masing-masing. Namun, kenapa masih ada orang yang memperlakukan dan menganggap bahwa perempuan itu lemah, pemikirannya tak masuk akal dan tidak pantas berada di posisi tersebut? Sehingga dengan mudah mematahkan segala opininya dengan tekanan-tekanan yang menyakitkan.

Seenaknya menganggap perempuan itu tidak repot? Hay, anda yang berkata demikian, cobalah tengok dan lihat secara sungguhan dengan mata kepala anda. Perempuan juga bisa menjadi tokoh besar dengan segudang prestasinya. Tidak hanya laki-laki, artinya di zaman sekarang perempuan atau laki-laki mempunyai kesempatan yang sama.

Jangan mencampur adukkan unsur agama dengan ketidak profesionalan dalam setiap profesi yang sedang dijalani. Artinya tempatkan diri sesuai dengan tempatnya. Oleh karena itu, menjadi perempuan yang kuat dari segala sisi itu sangat penting. Kuat iman, mental, percaya diri, berprinsip, penuh prestasi dan jangan lupa berbudi pekerti dan multitalenta.

Maka hargailah, hormati dan mulyakan perempuan yang ada di lingkungan anda dengan sebaik mungkin sebelum anda benar-benar kehilangan. Kadang kita sesama perempuan lupa bahwa seharusnya kita tidak boleh membenci tanpa alasan yang jelas, mencaci, menggunjing, bahkan meremehkan. Lebih tepatnya saling mengingatkan bagaimana menjadi perempuan solihah versi yang terbaik diantara yang terbaik.

Jangan lelah menjadi perempuan yang cantik luar dalam kuat iman, kuat mental, berprinsip, cerdas, pintar, multitalenta dan paling utama adalah berakhlaqul karimah.

Selamat Hari Kartini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...