Banyak amaliah di bulan Ramadhan yang dapat kita kerjakan. Lalu yang sudah istiqomah kita lakukan dapat kita tingkatkan. Sudah sangat familiar di kita umat Islam bahwa di Ramadhan ada amaliyah seperti shalat tarawih, shalat witir, membaca Al Qur-an, I'tikaf, shalat Lailatul Qodar.
Shalat tarawih salah satu shalat sunah muakkad yang paling sedikit adalah dua rakaat (satu salam), dengan paling banyak sepuluh salam atau dua puluh rakaat. Perbedaan rakaat bukan suatu masalah yang besar. Bermasalah itu, jika tidak shalat tarawih tapi sibuk mengomentari.
Kemudian shalat witir juga shalat sunnah yang paling sedikit satu rakaat, untuk menuju kesempurnaan tiga rakaat sampai batas maksimalnya sebelas rakaat. Shalat tarawih dan sholat witir dibulan Ramadhan dikerjakan secara jamaah terutama di bulan Ramadhan. Lalu, separuh malam terakhir dianjurkan membaca do'a qunut.
Membaca Al Qur'an atau tadarus Al Qur'an, mungkin sebelum datang bulan mulia kurang membaca Al Qur'an, tetapi bulan ini semua orang berbondong-bondong untuk menghatamkannya. Lalu tadarus Al Qur'an di masjid berkumandang dimana-mana baik yang masih anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak. Inilah bulan yang istimewa, semua bergembira.
Sepuluh terakhir tidak terasa sudah hari kelima. Artinya sebentar lagi sudah terlewatkan bulan Ramadhan. Di sepuluh terakhir kita dianjurkan untuk i'tikaf di dalam masjid, selain itu semua orang mengejar lailatul qodar. Malam tersebut di malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan. Malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Dengan diisi amalan sholat sunnah seperti tahajud, taubat, hajat dan sholat dua rakaat lailatul qodar.
Memperbanyak dzikir, muhasabah dengan memperbanyak do'a salah satunya memohon ampunan dan memohon dipanjangkan umur, sehingga bulan Ramadhan depan bisa bertemu dan menjalaninya dengan lancar. Yuk dengan sisa Ramadhan yang ada kita maksimalkan semua ibadah kita. Jangan sampai kita hanya sibuk mempersiapkan hari raya idul Fitri saja, Ramdhan lewat begitu saja.
Salam Semangat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar