Jumat, 15 April 2022

Melatih Tari Di Bulan Puasa




Menari salah satu kesenian budaya yang harus kita lestarikan. Cara melestarikan pun banyak cara. Salah satunya dengan belajar melakukannya artinya mempraktikkan tarian tersebut. 

Mempelajari seni tari itu menyenangkan. Melatih motorik kita, konsentrasi,  mengingat setiap gerakannya, mengetahui pola tarian, menguasai banyak gerakan, dan properti yang dibutuhkan harus tahu. Kemudian mengajarkannya bukan hal yang mudah. Kalau tidak ada ilmunya, pasti akan kesulitan, bahkan kerasnya gerakan kadang dijadikan alasan. Memang dalam sebuah tarian gerakannya harus luwes dan harus bisa menikmati, menghayatinya.

Maka harus kita paksa kembali dengan sebuah niat dan tekat yang bulat untuk tetap belajar menari. Meski semua ilmu itu sudah lama dan berapa tahun lalu, tetap dengan kesempatan yang ada ini untuk berusaha sekuat tenaga untuk mengkonsep, menggambar pola, membagi penari dan membuat gerakan sederhana yang mudah diingat oleh siswa.

Intinya belajar bersama, bahkan saya sangat open terhadap masukan siswa untuk menambahkan atau mengurangi bahkan mengganti sebuah gerakan. Yang berbeda di latihan menari kali inj adalah di bulan puasa Ramadhan. Sedangkan menari itu layaknya sebuah senam untuk olah raga. Berkeringat dan cukup dahaga tetapi kita harus menahannya.

Jika melatih harus juga menghitung, engap otomatis. Bergerak sambil menghitung mengarahkan pola. Dan tidak semua siswa mempunyai kemampuan sama di dalam gerakan atau motoriknya. Tapi memang seru dan keren. Hati akan gembira jika sudah hafal dan sudah tepat wah kita akan berteriak bersama seakan puas padahal belum maksimal.

Jadi, tetap lakukan dengan sepenuh hati. Tanamkan senang dulu lalu tetap lakukan. Bersama-sama kita pasti bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...