Begitu cepat Ramadhan berlalu, banyak perasaan yang campur aduk terutama sedih. Benar sekali lirik lagunya Opick seandainya semua bulan seperti Ramadhan, pastilah kita senang. Penuh segala kegembiraan, kebarokahan, bulan penuh ampunan.
Tadi malam mendengarkan Om Kholis, memberikan kultum singkat di masjid. Beliau memberikan pengertian zakat, pelaksaannya dan teknisnya untuk nanti malam. Kemudian beliau juga menyampaikan proses keberhasilan Ramadhan bukan disaat bulan Ramadhan sendiri. Namun, setelahnya artinya jika dibulan Ramadhan sholat sunnah banyak kita lakukan, mulai dari dhuha, tahajud, tasbih, taubat, lalu tadarus Al Qur'an, sholat jamaah lima waktu amaliyah seperti ini, jika Ramadhan berlalu, jangan dibiarkan juga berlalu. Pertahankan lalu tingkatkan.
Sebaliknya, jika pun Ramadhan hanya disambut dan dihiasi dengan amalan biasa artinya tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah Ramadhan maka merugi sekali, sebab kita tahu manusia diberikan kesempatan yang berharga tetapi malah disia-siakan. Mari kita selalu mengoreksi diri, kalau kata orang Jawa graito awak e dhewe-dhewe.
Lalu menyambut bulan Syawal, artinya lebaran sebentar lagi. Kalau sudah Hablu Minallah urusan kita bersama Allah istilahnya direbus sampai matang di bulan Ramadhan. Lebaran, waktunya Hablu Minannas artinya haqqul adami harus beres. Mustahil manusia hidup tidak punya dalah dan khilaf antar sesama. Sehingga saling memohon maaf dibulan Fitri ini. Memohon maaf bukan hanya dibibir semata artinya kita benar tulus menyeselinya, bahkan ada dalam suatu kitab disebutkan memohon maaf dengan sesama manusia dengan menyebutkan kesalahan dengan jelas. Misalnya, kepada si Fulan kita sering ghibahin maka meminta maaf dengan berkata "Fulan, mohon maaf ya, saya pernah mengghibahin kamu". Bukan hanya "mohon maaf lahir batin ya" atau malah "sepurane Fulan". Malah-malah hanya di batin atau dihati saja.
Jika kita sudah memohon maaf dengan tulus ikhlas serta sebaik mungkin kita berhusnudzon insyallah dimaafkan. Sebaliknya, mungkin orang lain ada salah kepada kita, maka kita harus terbuka hatinya untuk mudah memaafkannya. Ini bertujuan agar kita pun juga mudah diberi maaf oleh orang lain.
Banyak berdoa dengan semoga kita bisa menemui bulan Ramadhan tahun depan, dengan sehat dan penuh keberkahan artinya kita dan keluarga kita diberikan umur panjang dan keberkahan. Dan tak lupa saya sebagai manusia biasa, pasti banyak salah, baik dari tingkah laku, tutur kata, bahkan tulisan saya mohon maaf dhohir batin kepada semuanya baik yang mengenal saya secara langsung atau belum.
Salam literasi
Salam Idul Fitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar