Rabu, 04 Mei 2022

Fitri Fitroh Kembali Seperti Bayi



Idul Fitri, kembali menjadi sifat asli manusia, itulah seharusnya. Menjadi fitroh awal manusia yang bersih tanpa dosa, seperti bayi yang baru lahir. Bukan sebagai moments hura-hura, bermewah-mewah dengan segala hiasan dunia. Salah satunya dengan identik adanya baju baru.

Idul fitri harus kita maknai dengan benar. Harus banyak syukur dengan segala kenikmatan yang diberikan Allah. Salah satunya yakni kesehatan dan lengkapnya kehadiran keluarga. Sebab tidak sedikit diantara kita, mungkin salah satu dari orang terdekat, terkasih, kita harus berpulang. Kemudian Idul Fitri ini tidak bisa berkumpul. Kehilangan adalah hal berat, sehingga mengenang dan kirim doa satu-satunya jalan untuk bersilaturrohim dan meredakan rindu serta kangen kita.

Tangis haru sungkeman dengan orang tua tiada tanding nilainya dibandingkan segala hiasan di depan mata. Berkumpul dengan sanak keluarga saling memohon maaf, makan bersama-sama, bercengkrama lalu berfoto bersama mencerminkan betapa indahnya Ukhuwah Islamiyah. Selain itu mencerminkan bahwa kita manusia biasa dan makhluk sosial yang saling membutuhkan. Bukan ditinggikan akan keegoisan dan keangkuhan.

Terlepas dari segala kekurangan setiap orang tidak sama, kalau bulan Syawal seperti ini rendahkan hati sepenuhnya. Untuk tetap menerima, meskipun tidak cocok, tali persaudaraan pun tidak boleh putus. Sehingga teruslah berbuat baik apapun kondisinya. Tata hati dengan berbaik sangka bersihkan segala penyakit hati. 

Akhirnya, saya mengucapkan selamat merayakan idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah saya perbuat. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah, sehat panjang umur penuh keberkahan, segala hajat baik dikabulkan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...