Kamis, 26 Mei 2022

Lapisan Hati


Saya masih ingat ketika belajar kitab tasawuf ketika membahas bab hati. Kala itu bersama Dosen sekaligus Ust kami semua yakni beliau Ust Yahya. Kita tahu hati berasal dari bahasa Arab Qolbun yang artinya segumpal darah. Namun, siapa sangka dalam kitab tersebut, dijelaskan dalam kitab tersebut hati itu terdiri dari beberapa lapisannya.

Pertama ada lapisan Lubb, pada lapisan Lubb ini hati tersebut akan selalu berdizkir apapun keadaanya, apapun kondisinya dengan segala waktu kesempatan yang telah dimiliki. Sehingga Lubb tersebut memancarkan Nur atau cahaya. Lubb tersebut bersifat sangat sirri atau rahasia. Yang tahu hanyalah dirinya sendiri dan Allah. Seakan semua lisan, pikiran dan semua yang berjalan hanya nama Allah yang tertera dan teringat.

Lapisan Fuad, lapisan fuad ini tepatnya setelah lapisan Lubb yang akan menghidupkan hati kita, memberikan rasa senang, suka atau cinta. Dan semua rasa tersebut harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Lapisan selanjutnya adalah Qolb atau hati yang memberikan arah dalam memberikan suatu keputusan antara yang baik atau yang buruk. 

Nur atau cahaya Allah akan ditunjukkan dan dipancarkan melalui Lubb dan Fuad. Dan pada lapisan Lubb dan Fuad maka akan berkaitan dengan hati yang Ma'rifat. Yang tingkatan iman dan Islamnya sudah tinggi. Selanjutnya ada lapisan Qolb adalah Shodr, lapisan keempat  ini ada iman, amaliyah Islamiyah. Lapisan Shodr lapisan terakhir yang berhubungan dengan ikhtiar, penuh kejujuran dan kebenaran.

Mari kita amati lapisan-lapisan hati tersebut. Sebetulnya semua hati itu bersih, baik namun ternyata kita sendiri yang menodai dengan berbagai nafsu. Nafsu yang mengarah kepada kegelapan, kejelekan dan keserakahan. Sedangkan ruh dalam setiap relung hati, yang sejatinya selalu mengajak kepada kebaikan. Mari, terus memelihara kebaikan dan menghiasi hati kita dengan amaliyah yang baik. Senantiasa menata hati dan mengolah rasa dan pikiran kita untuk tetap berusaha menjadi orang yang baik dan bermanfaat.

Salam semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...